HomeKonsultasiPahala Mendengarkan Rekaman Al-Qur’an

Pahala Mendengarkan Rekaman Al-Qur’an

0 8 likes 1.9K views share


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apakah ketika kita mendengarkan bacaan al-Qur’an dari aplikasi rekaman, kaset murottal, dan sesamanya juga mendapatkan pahala? Mohon penjelasannya, mengingat perkara tersebut sangat lumrah untuk saat ini. Terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Faris, Lombok NTB)

__________________________________________

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Dengan membaca Al-Qur’an, seseorang akan mendapatkan naungan rahmah Allah, begitu pula ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an, Allah juga akan merahmatinya. Dalam surah Al-A’raf ayat 204, Allah memerintahkan untuk mendengarkan Al-Qur’an pada saat dilantunkan. Allah SWT berfirman:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”

Perkembangan teknologi telah merambah memasuki seluruh lini kehidupan manusia, tak terkecuali aspek ibadah sekali pun. Sekarang banyak ditemui pembacaan murottal Al-Qur’an yang dengan segala bentuknya yang beragam, baik berupa rekaman suara MP3 atau pun video yang banyak diunggah di laman YouTube dan media sosial.

Meskipun demikian, orang yang mendengar bacaan Al-Qur’an tersebut juga mendapatkan pahala sebagimana ketika ia mendengar bacaan Al-Qur’an secara langsung. Sebagimana penjelasan Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaily dalam salah satu karyanya:

اَنَّ مَا يُسَجَّلُ عَلَى أَشْرِطَةِ الْكَاسِيْتِ هُوَ الْقُرْأَنُ نَفْسُهُ مَتْلُوًّا بِصَوْتِ الْقَارِئِ الَّذِيْ قَرَأَهُ وَاَنَّ تَسْجِيْلَهُ جَائِزٌ لَا مُخَالَفَةَ فِيْهِ لِلشَّرْعِ وَفَوَائِدُهُ كَثِيْرَةٌ مِنْهَا اسْتِمَاعُ الْقُرْاَنِ وَتَدَبُّرُهُ وَتَعْلِيْمُ النَّاسِ تِلَاوَتَهُ حَقَّ التِّلَاوَةِ وَحِفْظُهُ لِمَنْ اَرَادَ أَنْ يَحْفَظَ شَيْئًا مِنْهُ وَيَحْصُلُ الثَّوَابُ لِمَنِ اسْتَمَعَ الْقُرْاَنَ مِنْ هَذَا الشَّرِيْطِ كَمَا يَحْصُلُ لَهُ إِذَا اسْتَمَعَهُ مِنَ الْقَارِئِ نَفْسِهُ

Sesungguhnya suara (Al-Qur’an) yang direkam dalam kaset adalah bacaan Al-Qur’an itu sendiri yang dilantunkan oleh pembacanya. Hukum merekamnya pun diperbolehkan karena tidak menyalahi syariat. Bahkan faedahnya banyak, diantaranya memperdengarkan bacaan Al-Qur’an serta mentadabburinya, mengajarkan orang lain untuk membaca yang benar bagi yang ingin belajar membaca dan menghafal bagi orang yang ingin menghafal Al-Qur’an. Bagi orang yang mendengar dari rekaman itu juga mendapatkan pahala sebagimana ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari pembacanya secara langsung.”[1] []WaAllahu a’lam


[1] Mausu’ah Al-Fiqhi Al-Islami wa Al-Qadhaya Al-Muashirah, hal. 534