HomeAngkringRahasia Wudu

Rahasia Wudu

0 8 likes 373 views share

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”(QS. al-Maidah: 6)

Salah satu kegiatan bersuci yang sering dilakukan umat islam setiap hari adalah wudu. Wudu adalah mensucikan diri dari hadas kecil. Begitu banyak dari rangkaian ritual ibadah yang mensyaratkan adanya wudu, seperti ibadah salat, tawaf, dan lain sebagainya. Sehingga, ibadah-ibadah tersebut akan sia-sia tanpa adanya wudu.

Melihat begitu pentingnya wudu, tentu terdapat sebuah hikmah yang tersirat di dalamnya. Lebih dari itu, hikmah-hikmah wudu sudah dapat ditemukan sebelum melakukannya. Setelah membaca basmalah, kesunahan pertama yang dianjurkan adalah mencuci kedua telapak tangan, dilanjutkan dengan berkumur dan menghirup air melalui hidung.

Dalam kitabnya yang berjudul Nihayah al-Muhtaj, Imam ar-Ramli telah menjelaskan hikmah dari ketiga kesunahan sebelum wudu tersebut. Dengan mencuci telapak tangan sebelum wudu, seseorang dapat lebih menjaga kebersihan, karena tidak dapat dipungkiri tangan adalah anggota tubuh yang paling aktif dalam seluruh aktifitas yang dilakukannya. Setelah dapat memastikan telapak tangan bersih, dilanjutkan dengan berkumur dan menghirup air melalui hidung. Tujuannya adalah untuk mengetahui sifat kemurnian air tidak berubah, baik dari segi warna, rasa, maupun baunya.[1] Dalam keterangan lain disebutkan, berkumur berguna untuk membersihkan mulut dari bau tak sedap dan sisa-sisa makanan. Sementara menghirup air melalui hidung berguna untuk membersihkan debu-debu di dalamnya yang rentan mengganggu kesehatan.

Dalam praktek wudu sendiri, ada beberapa anggota tubuh tertentu yang mesti dibasuh atau diusap, baik sebagian ataupun seluruhnya. Pemilihan beberapa anggota tubuh secara khusus tersebut bukan berarti tanpa alasan. Akan tetapi pasti terdapat hikmah di dalamnya.

Secara rinci, Syekh Ali Ahmad al-jarjawi telah menjelaskannya dalam kitab Hikmah at-Tasyri’ wa Falsafatuhu. Pertama, membasuh wajah berguna untuk menghilangkan bekas debu dan keringat di wajah. Apalagi wajah merupakan bagian tubuh paling mulia yang pertamakali dipandang saat berhadap-hadapan dengan lawan bicara. Kedua, membasuh kedua tangan hingga batas siku berguna untuk membersihakan kotoran menempel di anggota tersebut. Karena pada umumnya, anggota lengan tersebut sering terbuka saat beraktifitas. Ketiga, mengusap sebagian kepala dikarenakan bagian anggota tersebut menjadi tempat keluarnya keringat dari pori-pori. Keempat, mengusap telinga berguna untuk membersihkan debu-debu yang mengotorinya. Kelima, membasuh kaki sampai batas mata kaki berguna untuk menghilangkan kotoran dan menghilangkan bau tak sedap. Apalagi anggota ini sangat rentan dengan kotoran.[2] []waAllahu a’lam

 

________________________

[1] Nihayah al-Muhtaj, (Beirut: Darul Fikr, 2009) vol. 1 h. 219-220

[2] Hikmah at-Tasyri’ wa Falsafatuhu, (Beirut: Darul Fikr, 2009) vol. 1 h. 64