Renungan Ajaran Kemanusiaan

Suatu ketika, nabi Muhammad Saw sedang duduk. Dan hari itu lewat di depan beliau jenazah seseorang yang hendak dikuburkan. Seketika nabi Muhammad Saw berdiri. Dalam budaya Arab zaman dulu, berdiri saat ada seseorang yang lewat atau datang adalah sebuah bentuk penghormatan dan penghargaan.

Melihat nabi berdiri, sahabat yang mendampingi di samping beliau kemudian memberi tahu bahwa yang lewat ternyata adalah jenazah seorang non muslim yang beragama Yahudi.

“Kanjeng nabi, itu adalah jenazah seorang yang beragama Yahudi.” Demikian dawuh sahabat kurang lebih saat itu.

Apakah respon nabi Muhammad Saw?

Mendengar sahabat beliau berkata demikian, nabi tidak lantas duduk. Beliau tetap berdiri. Beliau bahkan bersabda, “bukankah itu juga jiwa (manusia)?”

Sebuah sikap yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw tentang kemanusiaan.

Gambaran peristiwa tersebut diabadikan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan imam Bukhari.

حدثنا آدم ، حدثنا شعبة ، حدثنا عمرو بن مرة قال : سمعت عبد الرحمن بن أبي ليلى قال: كَانَ سَهْل بن حنيف وقيس بن سعد قَاعِدَينِ بِالقَادِيسِيَّة فَمَرُّوا عَلَيهِما بِجَنَازَةٍ فَقَامَا. فَقِيلَ لهُمَا اِنَّهَا مِنْ أَهْلِ الأَرْضِ اى مِنْ أَهْلِ الذِّمَّة. فَقَالَتْ : أَنَّ النَّبِي صلى الله عليه وسلم مَرَّتْ به جَنَازةٌ فَقَامَ فَقِيلَ له : اِنَّها جَنَازَةُ يَهُودي . فقال : أَلَيْسَتْ نَفْساً؟. رواه البخاري “

“Di kota Qadisiyah, Sahl bin Hanif dan Qais bin Saad duduk-duduk untuk beristirahat. Kemudian lewatlah sekelompok orang yang sedang memikul jenazah. Sahl dan Qais pun lantas berdiri. Keduanya diberitahu bahwa jenazah tersebut ternyata adalah warga non muslim. Rawi hadis mengatakan, ‘kami pernah bersama Nabi, lalu ada jenazah orang Yahudi lewat, Nabi berdiri. Kami katakan, ‘Nabi, itu kan jenazah orang Yahudi?’ Nabi bersabda, ‘Bukankah ia juga adalah jiwa (manusia)?.” (HR. al-Bukhari).

Dalam hadis lain juga disebut pesan penting tentang kemanusiaan. Dan ajakan untuk menghormati sesama umat manusia.

عن جابر بن عبد الله قال : مَرَّتْ جَنَازَةٌ فَقَامَ لهَا رَسولُ الله صلى الله عليه وسلم وَقُمْنَا مَعه فَقُلْنَا : يَارَسولَ الله اِنَّهَا يَهُودِية فَقَالَ إِنَّ المَوْتَ فَزَعٌ . فَاِذَا رَاَيْتُمْ الجَنَازَةَ فَقُومُوا “. رواه مسلم “

Sahabat Jabir bin Abdullah mengatakan, “Suatu hari kami melihat keranda jenazah lewat. Nabi kemudian berdiri. Kami pun ikut berdiri bersama beliau. Lalu kami katakan, ‘Wahai Nabi, itu jenazah orang Yahudi’. Beliau kemudian bersabda, ‘Kematian membawa kesedihan yang mendalam. Bila kalian melihat jenazah, berdirilah.'” (HR. Muslim.)

Demikian pesan dari nabi Muhammad Saw, untuk selalu menjunjung tinggi kehormatan manusia. Meskipun berbeda agama. Lihatlah pesan tersiratnya. Apalagi jika manusia yang tertimpa musibah itu satu iman dan satu keyakinan dengan kita. Apalagi jika mereka sama-sama adalah umat Islam. Tentunya perintah tersebut lebih kuat.

Jangan sampai karena suatu hal dan kondisi, kita mengabaikan sikap kemanusiaan. Kepada jenazah non muslim saja, nabi Muhammad Saw menyempatkan untuk berdiri. Apalagi jika ada kawan sesama muslim kita yang tertimpa musibah.

Allah SWT telah berfirman,

(وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا)

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”

Seorang ulama salaf, Imam Ayub Al-Sikhtiyani berkata, “Bentuk menghormati mayit adalah memakamkannya.”

(إكرام الميت دفنه)

Jangan sampai di masa krisis malah kita kehilangan sesuatu yang sangat penting dan kita junjung tinggi sebagai identitas makhluk yang berakal: rasa kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.