Tag Archives: Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: SABAR SEPANJANG HAYAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَلحَمدُ لِلهِ أَنعَمَ بِنِعمَةِ الإِسلَامِ والإيمَانِ. وَجَعَلَ الصَّبرَ نِصفَ الإِيمَانِ.  وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيدِنَا مُحَمدٍ خَيرِ الأَنَامِ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصحَابِهِ كَالنُّجُومِ فِي العَالَمِ. أَمَّا بَعدُ. فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ. أُوصِيكُم وَنَفسِي أَنِ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُسلِمُونَ.

Hadirin, jama’ah jumat rohimakumulloh,

               Marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita dengan terus menjaga semangat untuk melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan nilai-nilai agama.

Jama’ah jumat yang dimuliakan Allah…

               Dalam perjalanan kehidupan kita, kita pasti pernah merasakan senang maupun susah, sedih maupun gembira. Setiap hal yang terjadi pada diri kita maupun lingkungan kita pasti tidak terlepas dari dua kriteria. Pertama hal itu sesuai dengan keinginan kita atau yang ke dua, hal itu tidak sesuai dengan keinginan kita. Masing-masing dari perkara yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan, kita butuh kesabaran dalam menghadapinya.

Kesehatan, keselamatan, harta yang melimpah, anak yang banyak, jabatan yang tinggi, semua itu adalah contoh hal-hal yang sesuai dengan keinginan kita sebagai manusia.

Kita perlu kesabaran dalam menghadapi semua itu. Bagaimana wujud kesabarannya?

Kita yang selamat mau untuk peduli terhadap yang sedang terkena musibah.

Kita yang mempunyai jabatan, harus selalu berorientasi untuk membuat kebijakan-kebijakan yang membawa maslahat pada umat.

Kita yang mempunyai harta melimpah, harus mau untuk menyedekahkannya pada yang membutuhkan.

Kita yang mempunyai anak, harus mau untuk mendidiknya menjadi anak yang sholeh sholehah.

Alloh Swt. berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Artinya: “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

Ayat tersebut memberi peringatan kepada kita bahwa kenikmatan-kenikmatan yang telah kita terima, kita harus bersabar jangan sampai hal tersebut membuat kita lalai dari perintah-perintah Alloh.

Jama’ah jumat yang berbahagia.

Terkadang kita juga mengalami hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan maupun tabiat kita. Keinginan manusia yang hidupnya selalu ingin bebas, harus bisa bersabar untuk selalu menaati perintah-perintah Alloh.

Dalam menghadapi maksiat, kita harus bisa bersabar untuk menolaknya karena Alloh.

Ketaatan maupun kemaksiatan adalah dua hal yang kita masih bisa berikhtiar mengendalikan diri kita dalam menghadapinya. Terlebih dalam menghadapi perkara yang kita tidak punya ikhtiar dalam menghadapinya.

Seperti terjadinya musibah-musibah. Kebakaran hutan, tanah longsor, tsunami, kita haru bisa bersabar dengan cara menyadari bahwa itu semua adalah taqdir Alloh & kita harus mengintrospeksi diri.

Dari semua jenis kesabaran yang telah kita uraikan tadi, Syaikh Muhammad Jalaluddin dalam kitab Mau’idzotul Mu’mininnya mengungkapkan, pada hakekatnya sabar adalah kekonsistenan menjaga hal-hal yang membangkitkan nilai-nilai agama sebagai lawan dari hal-hal yang membangkitkan hawa nafsu.

Semoga dengan kita selalu bersabar, pertolongan Alloh akan selalu menyertai kita.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِى القُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِفَهْمِهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ



Khutbah Jumat: Berbekal Diri Demi Masa Depan

اَلْحَمْدُ لِلّهِ, الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي أَمَرَ عِبَادَهُ  بِالْعِبَادَاتِ وَفِعْل الْحَسَنَاتِ, وَزَجَرَهُمْ عَنِ الْفَسَادِ وَالسَّيِّشئَاتِ, وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إلَّا اللّهُ الْمَبْعُودُ  فِي الأرْضِ وَالسَّمَوَاتِ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا أفْضَلَ المَخْلُوقَاتِ, اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيبِنَا مُحَمَّدًا أَفْضَلَ المَخْلُوقَاتِ, اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيبِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ مَا دَامَتِ الأَوْقَاتُ والسَّاعَاتُ.

أَمَّا بَعدُ : فَيَا عِبَادَ الله أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّه, وَتَزَوَّدُوا فَإنَّ خَيرَ الزَّادِ التَّقْوَى, فَقَدْ فَازَ المُؤْمِنُونَ المُتَّقُونَ حَيثُ قَالَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيمِ, أَعُوذُ باللّهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ يَاأيُّهَا الّذِين ءَامَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَولًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Alloh…

              Pada kesempatan yang bahagia ini saya mengajak kepada diri saya khususnya,  dan kepada seluruh jamaah sholat jum’at pada umumnya. Marilah kita tingkatkan nilai ketakwaan kita kepada Yang Maha Kuasa. Yakni, dengan selalu melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Alloh…

               Telah maklum bahwa hidup di dunia ini tiada kekal adanya. Semua yang hidup di dunia ini akan mati dan meninggalkan segalanya, yang dicintai maupun yang dibenci.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Alloh…

               Kematian bukanlah akhir dari perjalanan. Bahkan, kematian adalah awal dari sebuah perjalanan panjang tak berujung. Itulah akhirat. Hanya ada dua pilihan bagi manusia di akhirat kelak, bahagia selamanya atau sengsara selamanya.

               Oleh karenanya, semenjak di dunia ini kita harus mempersiapkan bekal sebanyak mungkin, untuk perjalanan kita kelak di akhirat. Bekal hidup di akhirat tidak lain adalah iman dan takwa, bukan harta benda atau kekayaan. Hanya orang-orang yang datang menghadap Alloh dengan hati yang bersih yang kelak akan selamat dari segala kesulitan dan siksaan di akhirat. Alloh Swt. berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالً وَلَا بَنُونَ, إِلَّا مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Artinya: “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Alloh dengan hati yang bersih.” (Q.S. Asy-Su’ara’; 88-89)

Dalam ayat lain Alloh berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُوانِي يَا أولِي الأَلبَابِ

Artinya: “Dan berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah; 197)

Jama’ah sholat Jum’at yang dirahmati Alloh…

              Umumnya, kita hanya ingat dan bertakwa kepada Alloh di saat-saat tertentu, terutama di saat mendapat kesulitan dan kesusahan. Namun, di kala kemudahan dan kebahagiaan menghampiri, kita lalai dan lupa. Kita tak sadar, bahwa kenikmatan yang kita dapat adalah anugrah Alloh Yang Maha Pencipta lagi Maha Pemurah.

               Bukankah sikap ini sama halnya dengan sebuah penghinaan? Mendekat di kala membutuhkan, dan meninggalkan begitu saja bila hajat telah terpenuhi. Dalam Al-Qur’an Alloh menegur manusia yang bersikap demikian dengan menyebutnya sebagai orang-orang yang melampaui batas. Alloh berfirman:

وَإِذَا مَسَّ الإِنسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنبِهِ أَو قَاعِدًا أَو قَائِماً فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إلَى ضُرِّ مَسَّهُ كَذلِكَ زُيِّنَ لِلمُسْفِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

               Artinya: “Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Yunus; 12)

Jamaah Jum’at yang dirahmati Alloh…

              Mestinya, kapanpun, dan di manapun kita berada, kita harus selalu ingat dan mendekatkan diri kepada-Nya. Di masjid, di pasar, di kantor, atau di manapun kita berada, kita harus selalu ingat Alloh. Dalam kondisi susah, senang, sedih, dan gembira, kita harus selalu mengingat Alloh. Firman Alloh dalam Al-Qur’an menyebutkan:

فَإِذَا قَضَيتُمُ الصَّلَاةَ فَاذكُرُوا اللهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ

Artinya: “Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Alloh di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (QS. An-Nisa’; 103)

               Bahkan, kita harus lebih meningkatkan nilai ketakwaan dan ingat kita kepada Alloh di saat bahagia dan lapang. Karena, dengan mengingat Alloh di saat lapang, Alloh akan mengingat (menolong) kita di saat kita susah dan sempit.
Rasulallah Saw bersabda:

احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ احْفَظ اللّهَ تَجِدهُ أمَامَكَ تَعَرَّفْ إلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ

Artinya: “Jagalah Alloh (dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya), maka Alloh akan menjagamu, jagalah Alloh, maka engkau akan temukan Alloh di hadapanmu. Kenalilah Alloh dalam kondisi lapang (dengan selalu menjaga ketaatan dan kepatuhan), maka Alloh akan mengenalmu di saat kamu menghadapi kesulitan.” (HR. Ahmad)

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Alloh…

               Banyak di antara kita yang belum bisa menerapkan sikap istiqamah dalam hidup. Hati kita mudah lupa dan lalai oleh hiruk pikuk dunia. Kita masih belum bisa selalu mengingat Alloh di setiap tempat dan keadaan. Oleh karenanya kita masih merasa sulit untuk selalu memegang teguh ketakwaan, hati kita masih mudah goyah oleh godaan dan cobaan.

               Alloh menjanjikan kepada orang-orang yang memiliki sikap istiqamah, mereka tidak akan pernah merasa gundah dan susah. Dijanjikan juga kepada mereka surga, tempat bahagia yang tiada akhir. Alloh berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ استَقَامُوا فَلَا خَوفٌ عَلَيْهِمْ ولَاهُمْ يحْزَنُونَ (13) أولئِكَ أصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزاءًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (14

               Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Alloh’, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal  di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Ahqaf; 13-14)

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ, ألَا إِنَّ أوْلِيَاءَ اللهِ لَا خَوفٌ عَلَيهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ, الَّذينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ, لَهُمُ البُشْرَى فِي الحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ لَا تَبدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللهِ ذلِكَ هُوَ الفَوزُ العَظِيمُ, بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرآن العَظِيمِ, وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ والذِّكْرِ الحَكِيمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

Khutbah Jumat : Haji dan Keutamaannya

اَلْحَمْدُ لِلّهِ الّذِيْ فَرَّضَ الْحَجَّ بِقَوْلِهِ: وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلًا.
أشْهَدُ أَن لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه. وَأَشهَدُ أنَّ محمدًا عَبدُهُ وَرَسُولُه.
اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم عَلَى سَيِّدِنَا محمدٍ, وَعلى الِهِ وَأَصْحَابِهِ. أمَّا بَعْدُ.
فَياَ عِبَادَ الله, أُوْصِيكُم وَإِيَّايَ بِتَقْوَالله. وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
.

Kaum Muslimin Jama’ah Jum’ah rohimakumulloh,

Siapakah yang tidak ingin doanya dikabulkan?
Siapakah yang tidak ingin balasan pahala berlipat ganda dari Alloh S.W.T.?

Pasti semua dari Kita mengingninkan setiap doanya dikabulkan dan pahala yang didapatkannya berlipat-lipat ganda.

Oleh karena itu, sebagai wujud rasa syukur Kita marilah Kita meningkatkan ketaqwaan Kita kepada Alloh S.W.T. yang telah mewajibkan kita untuk menunaikan Ibadah Haji bagi kita yang sudah memenuhi syarat wajibnya haji.

Dalama bulan dzulqo’dah ini, banyak sekali saudara-saudara Kita yang akan segera menunaikan ibadah haji. Alangkah mulianya jika seorang hamba bisa memenuhi panggilan Tuhannya ke Baitulloh itu.

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Alloh,
ada banyak sekali keutamaan-keutamaan yang akan Kita dapatkan ketika Kita menunaikan Ibadah haji. Di antaranya:

Pertama, dengan haji yang mabrur, maka ibadaha haji adalah salah satu di antara ibadah yang paling utama.
Dalam riwayatnya, Abu Hurairoh   berkata:

سُئِلَ رَسُوْلُ الله : “أيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟”  قَالَ: إِيْمَانٌ بِالله وَ رَسُولِهِ. قِيلَ: ثُمَّ مَاذَا؟  قَالَ: الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ الله, قِيلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ : قَالَ : حَجٌّ مَبْرُورٌ

Rosululloh S.A.W. ditanya: “Amal ibadah apakah yang paling utama?”
Beliau bersabda: “Beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya.” Dikatakan kepadnya: “Kemudian apa?” Beliau bersabda: “Jihad di jalan Alloh.” Dikatakan kepadnya: “Kemudian apa?” Beliau bersabda: “Haji yang mabrur.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Kedua, Surga adalah balasan bagi haji yang mabrur. Rosululloh bersabda:

اَلْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمرَةِ كَفّارَةٌ لِمَا بَينَهُمَا, وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلّا الْجَنَّةُ.

“Umroh yang pertama sampai umroh berikutnya adalah kaffarot (pelebur) dosa yang dilakukan di antara keduanya, dan haji mabrur tiada balasan baginya melainkan syurga.”
(H.R. Bukhori, Muslim)

Ketiga, Ibadah haji bisa menghapus dosa, bahkan keseluruhan dosa bisa terhapus dengan ibadah haji. Rosululloh bersabda:

مَنْ حَجَّ, فَلَمْ يَرْفُثْ, وَلَمْ يَفْسُقْ, رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ.  مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

“Barangsiapa berhaji dan dia tidak melakukan jima’ dan tidak pula melakukan perbuatan dosa, maka dia kembali seperti hari ia dilahirka ibunya.” (H.R. Bukhori, Muslim)

Keempat, Orang yang menunaikan haji dan umroh doanya dikabulkan. Dari ‘Abdulloh ibnu ‘Umar, Rosululloh bersabda:

الغَازِي فِي سَبِيلِ الله, وَالحَاجُّ وَالمُعتَمِر, وَفْدُالله, دَعَاهُم, فَأَجَابُوهُ, وَسَأَلُوهُ, فَأَعْطَاهُمْ.

“Orang yang berperang di jalan Alloh, orang yang menunaikan haji dan yang menunaikan umroh adalah tamu Alloh. Alloh memanggil mereka, maka merekapun menjawab panggilan-Nya. Dan mereka memohon kepada-Nya, Alloh-pun memberikan permohonan mereka.”

Hadirin sidang Jum’ah rohimakumulloh,

Ibadah haji merupakan rukun penyempurna bagi umat Islam. Bagi Anda yang sudah memenuhi syarat wajibnya haji, hendaknya tidak menunda-nunda kesempatan yang ada. Rosululloh S.A.W. bersabda:

تَعَجَّلوا إِلَى الحَجّ فَإِنَّ أَحَدَكُم لَا يَدرِي مَا يَعرِضُ لَهُ

“Bersegeralah Kalian menunaikan ibadah haji, karena sesungguhnya salah satu dari kalian tidak mengetahui akan keberadaan halangan yang merintang.” (H.R. Ahmad)

Mudah-mudahan Alloh memberikan kita kesempatan untuk dapat berkunjung ke Baitulloh.

اللهم اجعلنا وإيّاكم من أهل السعادات. ووفّقنا لما تحب وترضى في جميع الأوقات.
واغفر لنا بجودك يا ذا الجود جميع الزلات. برحمتك يا أرحم الراحمين.
 وإذا قرأ القرآن فاستمعوا له وانصتوا لعلكم ترحمون.
 وقل ربّ اغفر وارحم وأنت خير الراحمين.

Khutbah ke II

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ يَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَ اِيْمَانِهِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ  .

Khotbah Jumat: Sejenak Merenungi Akhirat

اَلْحَمْدُ لِلهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَاهِر. الْمَلِكِ الْسُلْطَانِ الْقَادِر. فَسُبْحَانَهُ مِنْ إلهٍ أَوْجَدَ الْمَخْلُوْقِيْنَ بِقُدْرَتِهِ وَدَبَّرَهُمْ بِحِكْمَتِهِ وَهُوَ لِأَقْوَالِهِمْ سَامِعٌ وَإِلَيْهِمْ نَاظِر. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى مَا أَوْلَاهُ مِنْ بِرِّهِ وَإِحْسَانِهِ الْمُتَظَاهِر. وَأَشْكُرُهُ وَقَدْ وَعَدَ بِالْمَزِيْدِ لِلشَّاكِر. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَلَاضِدَّ وَلَانِدَّ وَلَامُعِيْنَ وَلَامُظَاهِر. شَهَادَةً أَدَّخِرُهَا لِيَوْمٍ لَاتَنْفَعُ فِيْهِ الْأَمْوَالُ وَلَاالْعَشَائِر. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُطَهَّرُ الطَّاهِر. الْمُصْطَفَى مِنْ زَكِيِّ الْعَنَاصِر. الْمُؤَيَّدُ بِالْآيَاتِ الْمُعْجِزَاتِ وَالْبَصَائِر. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى  عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِي الْفَضَائِلِ وَالْمَفَاخِر. (أَمَّا بَعْدُ)  فَيَآ أَيَّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْمَلُوا لِيَوْمٍ تَتَصَدَّعُ فِيْهِ الْمَرَائِر. وَتَنْكَشِفُ فِيْهِ السَّرَائِر .

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah …

Marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah SWT serta beramal kebaikan sebagai bekal kita menghadapi hari dimana dunia ini akan terbelah tanpa menyisakan apa pun. Hari dimana semua tabir rahasia terbuka dan semua dosa akan dihitung, baik yang kecil maupun yang besar. Hari dimana tampak jelas apa-apa yang telah di sembunyikan di dalam hati. Sebagaimana firman Allah SWT

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (QS. al-Hâqqoh: 18)

Hari dimana bencana menyelimuti orang-orang yang berbuat dosa dan dikibarkannya bendera-bendera kehinaan bagi setiap orang yang melanggar janji. Hari ditegakkannya timbangan dan dibukanya buku catatan amal. Maka setiap hamba akan mendapati segala sesuatu yang telah ia kerjakan. Ada kalanya orang yang mengambil buku catatan dengan tangan kanan, dan ada pula yang mengambil dengan tangan kiri. Sungguh kerugian besar bagi orang-orang yang berbuat aniaya dan pendusta. Dan keberuntungan bagi orang-orang yang mengikuti perintah Allah SWT  dan Rasul-Nya yakni orang-orang yang yang beriman dan beramal saleh, karena mereka berada di dalam surga yang abadi. Allah SWT berfirman:

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ◌فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ.

“Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.” (QS. ar-Rum: 14-15)

Hadirin Rahimakumullah…

Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah SWT. Karena ketakwaan kita akan menjadi perantara dan tabungan yang bermanfaat bagi kita semua. Jangan sampai kita menjadi golongan orang-orang yang mengganti nikmat-nikmat Allah SWT dengan kekufuran dan tidak mempedulikan terhadap apa yang akan ia hadapi. Tidakkah kita ingat ancaman Allah SWT terhadap orang-orang yang mengganti nikmat-Nya dengan kekufuran. Allah SWT berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ ◌ جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا وَبِئْسَ الْقَرَارُ.

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?, Yaitu neraka Jahannam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.” (QS. Ibrôhîm: 27-29)

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَكُلَّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَآئِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا. اقْرَأْ كَتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِالْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ إِنَّهُ تَعَالَى جَوّاَدٌكَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَّحِيْم.

Khotbah Jumat: Hal-Hal Yang Memicu Gibah


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَ لَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ وَ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَ إِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ فِيْ ذَاتِهِ وَ أَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَخْلُوْقَاتِهِ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْمُقْتَدِيْنَ بِهِ فِيْ كُلِّ حَالَاتِهِ. أما بعد

فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى فَقَالَ اللهُ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٞۖ وَ لَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيمٞ

Jemaah Jumat Yang diuliakan Allah..

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan sekuat mungkin menjalankan segala perintahnya serta menjauhi tiap-tiap larangannya. Agar hidup kita benar-benar menjadi bekal untuk akhirat nanti. Ketakwaan juga akan menuntun kita untuk menjadi pribadi yang luhur serta bermanfaat bagi sesama. Sifat-sifat terpuji yang keluar dari ketakwaan akan membawa ketenteraman dan keindahan bagi hidup kita dan sekitar kita. Karena dengan sendirinya kita akan terjauhkan dari sifat-sifat buruk yang akan menjadi benalu bagi kehidupan kita dan sekitar.

Jemaah Jumat Yang dimuliakan Allah..

Diantara sifat-sifat atau perilaku tidak terpuji yang harus kita jauhi ialah gibah. Gibah adalah sebagaimana yang disabdakan Nabi yaitu:

ذِكْرُكَ أخاكَ بِمَا يَكْرَهُهُ

“Saat kamu menuturkan tentang saudaramu perihal yang tidak disukainya (apabila tampak)”

Larangan tentang gibah ini sebagaimana firman Allah swt. dalam surat al-Hujurat ayat 12,

وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيمٞ

Artinya: “Dan janganlah sebagian kalian menggibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. Maka bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Menerima taubat dan Maha Pengasih”

Jemaah Jumat Yang dimuliakan Allah..

Tentunya, agar kita bisa menjauhinya kita mesti memahami dulu hal-hal apa saja yang dapat memicu atau membawa kita pada menggunjing orang lain.

Hal-hal yang memicu gibah diantaranya adalah:

Pertama, Pelampiasan.

Hal ini biasanya terjadi tatkala kita marah pada seseorang namun sulit atau belum ada kesempatan untuk melampiaskan kemarahan tadi pada orang tersebut. Disinilah pelampiasan dengan cara gibah itu muncul.

Kedua, tidak ingin ketinggalan dalam obrolan.

Hal ini biasanya terjadi saat diawali oleh teman bicara, lalu agar tidak terkesan ketinggalan obrolan akhirnya seseorang ikut andil dalam gibah tersebut dengan turut menyumbangkan aib-aib orang lain yang ia tahu.

Ketiga, agar terlihat unggul.

Dengan menyebut kekurangan-kekurangan orang lain, ia ingin agar orang tadi terlihat tidak lebih baik darinya.

Keempat, dengki.

Hal ini biasanya muncul saat melihat orang lain begitu banyak menuai pujian, dukungan atau pun semacamnya, sementara dirinya yang mengharapkan justeru tidak begitu mendapatkannya.

Kelima, melucu. Hal ini biasanya muncul saat dalam perkumpulan yang penuh canda tawa lalu kehabisan bahan untuk membuat teman bicaranya tertawa lagi. Disitulah ia menyebutkan kekurangan-kekurangan orang lain sebagai bahannya.

Jemaah Jumat Yang dimuliakan Allah..

Demikian diantara umumnya sebab gibah keluar dari lisan seseorang. Maka hendaknya sebisa mungkin kita menjauhi hal-hal demikian agar dapat terhindar dari kemunkaran gibah. Semoga Allah swt. Memberikan kemudahan-kemudahan bagi kita dalam menapaki jalan yang telah ditentukan-Nya.

بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ  آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. أَقُوْ لُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Klik di (sini) untuk men-download versi pdf.