Tujuh Amalan Sebelum Tidur

Tidur adalah sebuah kegiatan keseharian manusia. Acapkali kita sebagai orang muslim lupa akan doa dan amalan-amalan sebelum tidur, hal itu sangat begitu penting. Di samping karena mendapat pahala pun juga agar kita terhindar dari gangguan makhluk jahat yang menyerang ketika kita tidak terjaga. Apa saja amalan-amalan itu? Simak selengkapnya sampai selesai.

Baca juga: Flexing Sedekah di Media Sosial

1. Wudhu

Sebelum kita hendak tidur, sunah hukumnya untuk wudhu terlebih dahulu sebagaimana wudlu akan melaksanakan salat. Hal ini sebagaimana hadis berupa:

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ

“Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudulah dengan wudumu untuk salat” (HR. Bukhari Muslim)

Hal ini, dikarenakan tidur disebut juga mati secara majas, maka sunah untuk wudu terlebih dahulu sebagaimana orang yang telah mati ketika akan dikuburkan.

Baca juga: Kriteria Sakit yang Memperbolehkan Tayamum

2. Tidur dengan Posisi Miring ke Kanan

Rasulullah ﷺ bersabda:


فَإِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَاضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ


“Apabila engkau hendak berbaring di tempat tidurmu, maka tidurlah di atas sisi kananmu.”
(HR. Bukhari Muslim).

Dan juga meletakkan tangan di bawah pipi, sebagaimana keterangan:

(وَعَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنَ اللَّيْلِ) أَيْ أَرَادَ النَّوْمَ فِيهِ (وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ). عِنْدَ التِّرْمِذِيِّ فِي «الشَّمَائِلِ» فِي حَدِيثِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ: وَضَعَ كَفَّهُ الْيُمْنَى تَحْتَ خَدِّهِ الْأَيْمَنِ.
وَإِنَّمَا كَانَ يَخْتَارُ الْأَيْمَنَ لِأَنَّهُ كَانَ يُحِبُّ التَّيَمُّنَ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ، وَلِيُعَلِّمَ أُمَّتَهُ، وَلِأَنَّ النَّوْمَ أَخُو الْمَوْتِ، وَهَذِهِ الْهَيْئَةُ عِنْدَ النَّزْعِ وَفِي الْقَبْرِ حَالَ الْوَضْعِ، وَهِيَ الْأَفْضَلُ فِي هَيْئَةِ الصَّلَاةِ لِلْعَاجِزِ عَنِ الصَّلَاةِ قَاعِدًا.

Dari Hudzaifah ra. berkata: “Apabila Nabi ﷺ hendak berbaring di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya.”
Dalam riwayat al-Tirmidzi di al-Syama’il melalui hadis al-Bara’ bin ‘Azib disebutkan: “Beliau meletakkan telapak tangan kanannya di bawah pipi kanannya.”

Beliau memilih sisi kanan karena beliau menyukai mendahulukan yang kanan dalam seluruh urusannya, sekaligus untuk mengajarkan umatnya. Selain itu, tidur adalah saudara kematian, dan posisi ini menyerupai keadaan seseorang ketika menghadapi sakaratul maut, serta saat diletakkan di dalam kubur. Posisi ini juga merupakan posisi terbaik dalam salat bagi orang yang tidak mampu melakukannya sambil berdiri, melainkan hanya bisa duduk.

Tidur dengan posisi miring ke kanan memiliki hikmah kesehatan sekaligus mengikuti sunnah Nabi.

3. Membaca Doa Sebelum Tidur

Di antaranya doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ:


بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا


“Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan aku hidup.”
(HR. Bukhari).

Dan ketika bangun tidur dianjurkan membaca:


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ


“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nyalah kami akan dibangkitkan.”
(HR. Bukhari Muslim).

Baca juga: Hukum Salat Sunah Saat Khutbah Jumat

4. Membaca Ayat Kursi

Rasulullah ﷺ bersabda:

 إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ، فَاقْرَأْ آيَةَ الكُرْسِيِّ: {اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّومُ} [البقرة: 255]، حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ،

“Apabila engkau hendak berbaring di tempat tidurmu, maka bacalah Ayat Kursi: {Allāhu lā ilāha illā huwa al-ḥayyu al-qayyūm} (QS. Al-Baqarah: 255) hingga selesai.
Maka engkau akan senantiasa dijaga oleh Allah, dan tidak akan ada setan yang mendekatimu sampai pagi.” (HR. Bukhari).

Baca juga: Zakat Pertanian: Bolehkah dari Gabah? Ini Batas Nishabnya!

5. Membaca Dua Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah

Sabda Rasulullah ﷺ:

مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ


“Barang siapa membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah pada malam hari, maka itu akan mencukupinya.”
(HR. Bukhari Muslim).

6. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ


“Bahwasanya Nabi ﷺ apabila hendak berbaring di tempat tidurnya setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniupkan ke dalamnya, kemudian membaca di dalamnya: Qul Huwallāhu Aḥad, Qul A‘ūdzu birabbil-falaq, dan Qul A‘ūdzu birabbin-nās.
Setelah itu beliau mengusapkan kedua tangannya pada bagian tubuhnya yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya.
Beliau melakukan hal itu sebanyak tiga kali.”
(HR. Bukhari Muslim).

7. Berzikir dan Bertasbih

Dari Ali bin Abi Thalib ra., Rasulullah ﷺ bersabda kepada Fatimah ra.:

أَلاَ أَدُلُّكُمَا عَلَى خَيْرٍ مِمَّا سَأَلْتُمَاهُ، إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا فَكَبِّرَا اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلاَثِينَ، وَاحْمَدَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَسَبِّحَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، فَإِنَّ ذَلِكَ خَيْرٌ لَكُمَا مِمَّا سَأَلْتُمَاهُ

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian minta? Jika kalian berdua telah berbaring di tempat tidur, maka ucapkanlah:
Allāhu Akbar sebanyak 34 kali, Alhamdulillāh sebanyak 33 kali, dan Subḥānallāh sebanyak 33 kali.

Sesungguhnya itu lebih baik bagi kalian berdua daripada apa yang kalian minta.” (HR. Bukhari Muslim)

Referensi:

Muḥammad bin Ismā‘īl Abū ‘Abdillāh al-Bukhārī al-Ju‘fī, al-Jāmi‘ al-Musnad al-Ṣaḥīḥ al-Mukhtaṣar min Umūr Rasūlillāh ﷺ wa Sunanih wa Ayyāmih (Ṣaḥīḥ al-Bukhārī), cet. I, Dār Ṭawq al-Najāt (muṣawwarah ‘an al-Sulṭāniyyah bi-iḍāfati tarqīm Muḥammad Fu’ād ‘Abd al-Bāqī), 1422 H.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses