HomeDawuh MasyayikhKH. A. Idris Marzuqi Sosok yang Bijaksana

KH. A. Idris Marzuqi Sosok yang Bijaksana

0 3 likes 227 views share

“Almghfurlah kiyai Idris Marzuqi sosoknya bijaksana, beliau bisa berhubungan baik kepada siapa saja, baik kepada dzuriyyah  juga kepada orang luar seperti pejabat, masyarakat dll.”

“Jasa beliau, setelah wafatnya KH. Marzuqi Dahlan, kiyai idris sangat peduli terhadap santri dengan dibantu kiyai Anwar Manshur,  kiyai Aziz Manshur dan kiyai Ilham Nadzir, beliau perhatian terhadap mulang santri, itu merupakan atsar beliau.”

“Seperti sohabat. Sohabat pada awal-awal penuh dengan masaqoh(kesulitan). Setelah islam berkembang, banyak negara yang ditundukkan, islam menjadi makmur. Sohabat menikmati kenikmatan itu namun sohabat takut dengan kenikmatan itu karena mereka khawatir kenikmatan duniawi bisa mengurangi kenikmatan di akhirat.”

“Ketika khalifah Umar ra. dahaga beliau diberi minuman yang dingin namun beliau tidak mau. Sehingga orang disekitar bingung, kenapa tidak mau ? jawab khalifah Umar ra. : jika ini tidak ada hubungan dengan akhirat saya takut minum, sebab pandangan orang sufi kenikmatan di dunia bisa mengurangi di akhirat.”

“Lirboyo itu dibangun dengan kebersamaan, kiyai Idris menuntun kita dengan kebersamaan.”

“Orang bisa bersama juga rukun ini diikat dengan agama Allah, agama di sambungkan dengan tampar atau tali untuk mengikat dan tali itu dalam menyatukan ini tidak terasa, agama tidak disatukan dengan saif (pedang) akan tetapi dengan tampar seperti lambang NU.”

“Bukan ahli sunah rasul jika orang yang tidak takdzim terhadap yang lebih tua dan yang mulia juga tidak sayang terhadap yang muda.”

“Pada wafatnya kiyai Idris saya ditunjuk ngaji oleh kiyai Anwar, berhubung saya muda saya manut. Oleh itu supaya yang muda bisa mudah diatur.”

“Prinsip Lirboyo seperti yang di dawuhkan kiyai Ghozali Prambon beliau guru kiyai Anwar, gus yang penting hadir saja di majelis ilmi walaupun tidur.”

“Jadi orang bisa bersatu itu bila mana mau mengalah, mau mendahulukan orang lain, hal demikian dilakukan sohabat anshor.”

“Sahabat ansor itu kata rasul seperti garam. Garam itu walau sedikit itu bisa menentukan rasa makanan.”

“Mendahulukan orang lain itu faidahnya untuk kerukunan, seperti orang yang sedang bertengkar jika salah satunya mengalah maka tidak akan terjadi permusuhan.”

“Jadi orang itu bengak-bengok demo bela islam, mayoritas itu bukan pesantren.”

“Ciri khas dakwah pesantren itu lemah lembut dan mengaji.”

“Orang kalau mengaji itu rizkinya barokah, kehidupannya barokah, dzuriyyahnya barokah.”

“Makanya pesan kiyai sepuh mulai dari KH. Abdul Karim, KH. Marzuqi Dahlan, KH. Mahrus Aly itu diantara pesan beliau santri kalau dirumah supaya mulang, juga pesen yai idris santri bila mana berorganisasi silahkan berorganisasi di NU.”

“Orang alim itu bila mana berkhidmah di NU insyaAllah anaknya bisa diharapkan minas solihin akan diberi Allah dzuriyyatan toyyibah, sebab di doakan oleh para ulama khusunya kiyai hasyim.”

“Jadi santri Lirboyo kalau ingin barokah berkhidmahlah di NU sebab saya yakin kekuatan NU itu terletak di pondok pesantren.”

 

Dawuh KH. Kafabihi Mahrus dalam acara Haul Almaghfurlah KH. A. Idris Marzuqi