Malam ke-4 Ta’dhim Maulid Nabi 1448 H, Pondok Lirboyo

ta'dhim maulid nabi pondok lirboyo

Pondok Pesantren Lirboyo kembali menyelenggarakan Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad saw 1448 H. Acara tersebut digelar pada malam Jumat, 15 Rabiul Awal 1448 H bertepatan dengan 27 Agustus 2026 M, bertempat di Aula Al Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo.

Ta’dhim Maulid Nabi kali ini merupakan rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Masjid Lawang Songo. Pada malam kedua dan ketiga, kegiatan maulid dilanjutkan di kamar-kamar serta asrama santri. Memasuki hari keempat, rangkaian tersebut kembali dipusatkan di Aula Al Muktamar dan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB.

Baca juga: Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H. di Ponpes. Lirboyo

Sejak sebelum acara dimulai, para santri telah memadati Aula Al Muktamar, lapangan sebelah barat aula, hingga halaman depan Gedung Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo. Para santri tampak rapi dan serasi dengan mengenakan pakaian putih polos serta peci hitam.

Suasana semakin khidmat ketika Lirboyo Selection, grup rebana Pondok Pesantren Lirboyo, membacakan kitab maulid Ad-Diba’i secara utuh. Pembacaan maulid tersebut menjadi salah satu bagian utama dalam rangkaian Ta’dhim Maulid Nabi sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw.

Susunan Acara Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad saw

Acara diawali dengan tawasul yang dipimpin oleh KH. Athoillah S.A. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Hilmi Musyafa’.

Rangkaian acara berikutnya adalah pembacaan Maulid Ad Diba’i oleh Lirboyo Selection yang di sela-selai dengan mauidzotul hasanah dan doa yang disampaikan oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus. Dalam mauidzoh-nya, beliau antara lain mengingatkan tentang keutamaan bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad saw serta pentingnya menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah.

Baca juga: Unik! Santri Lirboyo Rayakan Maulid Nabi di seluruh Kamar, Lantunkan Shalawat Khas Daerah

Beliau menyinggung kisah Abu Lahab yang dalam sejumlah riwayat disebut mendapatkan keringanan azab karena bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad saw. Dari kisah tersebut, para santri beliau ajak merenungkan bagaimana keutamaan orang-orang beriman yang bergembira atas kelahiran Rasulullah dan sekaligus membela serta mencintai beliau.

Beliau juga menyinggung Abu Thalib yang dikenal sebagai sosok yang membela Nabi Muhammad saw. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri agar senantiasa menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah saw, baik melalui penghormatan, pembacaan maulid, maupun pengamalan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah seluruh rangkaian acara Ta’dhim Maulid Nabi selesai, panitia menyiapkan sekitar 3.400 eblek konsumsi untuk para santri dan pengurus Pondok Pesantren Lirboyo.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses