HomeAngkringPentingnya Iman dan Menjadi Pribadi Bermanfaat

Pentingnya Iman dan Menjadi Pribadi Bermanfaat

0 2 likes 728 views share

Dalam hal beribadah, seringkali kita temui atau justru kita merasakan gelisah, bingung, atau bahkan timbul rasa keragu-raguan dalam menjalaninya. Perasaan itu muncul diantaranya karena kita tidak tahu mana ibadah yang perlu kita dahulukan setelah ibadah wajib.

Dalam agama Islam –diluar  ibadah wajib, banyak sekali kita temukan ibadah-ibadah lain atau yang kita kenal dengan istilah ibadah sunnah. Bahkan pekerjaan apapun bisa menjadi sebuah ibadah jika kita niati untuk beribadah. Satu contoh adalah makan. Jika makan itu kita niatkan untuk mengisi tenaga yang kemudian tenaga itu kita gunakan untuk ibadah, maka makan itu sendiri sudah termasuk ibadah.

Sebelum kita berbicara mengenai hal ini, perlu kita ketahui bersama bahwa sebenarnya ibadah itu tidak hanya selalu berhubungan antara kita dan Allah swt saja, akan tetapi ibadah juga berhubungan diantara sesama makhluk hidup atau lingkungan. Karena Allah swt sendiri memerintahkan kita untuk berbuat baik terhadap seluruh makhluknya. Artinya, pekerjaan apapun ketika mempunyai dampak baik terhadap sesama makhluk, maka itu sudah bisa kita katakan sebagai ibadah.

Dari banyaknya pekerjaan yang bisa kita rubah menjadi sebuah ibadah, sebenarnya ada dua pekerjaan yang paling utama untuk dilakukan seorang muslim. Pertama, iman kepada Allah SWT, dan kedua, memberikan kemanfaatan terhadap sesama. Seperti yang tertulis dalam sebuah hadis Nabi: ”Ada dua hal atau pekerjaan dimana tidak ada sesuatu apapun yang lebih utama darinya. Dua hal ini adalah iman kepada Allah swt dan memberi kemanfaatan kepada sesama muslim,”. Kemanfaatan ini bersifat umum, baik secara lisan, harta, tenaga, pikiran, atapun lainnya.

Dalam sebuah hadis lain Nabi berkata: Barang siapa yang di waktu pagi ia tidak mempunyai niat sedikit pun untuk membuat kedholiman kepada sesamanya, maka ia akan diampuni atas dosa-dosa yang pernah ia lakukan. Dan barang siapa yang di waktu pagi ia mempunyai niat untuk menolong orang yang didholimi dan memberi kebutuhan-kebutuhan orang muslim, maka ia akan mendapatkan pahala yang diumpamakan seperti halnya ibadah haji yang mabrur.” 

Dari penjelasan hadis di atas, setidaknya kita sudah bisa mengetahui bahwa setelah kita iman kepada Allah swt, maka yang perlu kita lakukan adalah berbuat baik kepada sesama makhluk. Lebih-lebih dengan sesama muslim.][