HomeDawuh MasyayikhDawuh KH. M. Anwar Manshur Saat Pengarahan Liburan

Dawuh KH. M. Anwar Manshur Saat Pengarahan Liburan

0 3 likes 321 views share

Sebaik-baiknya orang di dunia itu orang yang mau ngaji.

Kalian mau mengaji merupakan pilihannya Allah SWT maka dari itu kalian yang ngaji ini harus disyukuri dengan cara mempeng.

Ngaji itu harus benar-benar kangelan.

Orang yang baik di dunia itu ada dua, pertama orang yang mulang ngaji yang kedua orang yang mengaji.

Orang beribadah tidak memakai ilmu, ibadahnya tidak diterima.

Kalian adalah pilihane Allah karena kalian mau mengaji jangan berkecil hati, kalian harus mensyukuri itu, dengan cara mengamalkan ilmu yang telah kalian peroleh dan ditambahi ilmu-ilmu yang masih belum diperoleh.

Saat liburan yang masih sekolah disini, kalian di pondok saja menghafalkan pelajaran yang akan datang.

Supaya ringan, saat ramadlon kalian menghafalkan Imrithy, Alfiyyah atau maknun sampai khatam, nanti Syawal sudah enak tinggal nglalar saja tinggal ngaji sudah dapat hafalannya.

Disamping belajar pelajaran yang wajib di pondok, kalian juga pelajari ilmu kemasyarakatan, seperti mengimami tahlilan, berzanji, dibaiyyahan, belajar khotib, selagi masih di pondok.

Jika kalian memiliki ilmu yang cukup dimanapun berada kalian merasa enak, makannya yang mempeng selagi masih di pondok.

Kalian dipondok ada ngaji ada jamaah ada juga yang belajar kalau diluar godaannya macam-macam.

Gunakan kesempatan dipondok belajar macam- macam ilmu terutama situasi masyarakat, kalian pelajari.

Jangan pernah buat mainan di pondok itu daripada menyesal sendiri nantinya.

Terkadang tujuan kita mondok 15 tahun akan tetapi tiba-tiba baru 10 tahun harus pulang , kalau tidak mempeng tinggal menyesalnya saja dan menangis.

Jika dari pondok tidak bisa apa-apa nanti hanya bisa membingungkan orang saja. Namanya orang dari pondok pasti menjadi rujukan masyarakat, karena sudah dianggap belajar syari’at agama islam.

Kalian kalau pulang dari pondok akhlaknya dijaga, jangan pulang tidak memakai peci, celanaan, yang benar kalau pulang seperti di pondok memakai peci, tunjukkan bahwa kalian benar-benar santri, itu merupakan dakwah bil hal.

Dengan menunjukkan sikap dan akhlak yang baik maka masyarakat akan tertarik memondokkan anaknya di pesantren lirboyo.

Jangan sampai melakukan sesuatu yang membuat jelek nama pondok, kalian mondok harus menunjukkan akhlakul karimah, memakai celana boleh tapi yang benar juga pecinya jangan dislempitkan, tunjukkan kalian pondok pesantren, masyarakat biar mau memondokkan anaknya, dimanapun tunjukkan akhlak yang baik.

Jangan sombong, tawadluk itu tidak merasa, meskipun kamu pintar tidak merasa pintar, meskipun kamu alim tapi tidak merasa alim, menghargai orang lain.

Tawadluk itu bukan rendah akan tetapi kita merasa sama-sama tidak memiliki, sama-sama menghormati kepada orang lain.

Dimanapun tempatnya yang terpenting adalah akhlak, sepintar apaun jika tak berakhlak tidak ada harganya.

Mulai keluar dari pondok yang baik, do’a bepergian di baca karena di jalan banyak macam-macam kendaraan.

Sampai di rumah yang pertama dilakukan salaman kepada kedua orang tua, meminta maaf jika mengecewakan orang tuanya ketika di pondok.

Jika orang tua mengerjakan pekerjaan kalian minta, jangan hanya tidur saja itu tidak baik, orang tua sudah merawat kalian dari kandungan, kalian dibawa kemana-mana, kalian harus berangan-angan kalian tidak akan bisa membalas jasa mereka.

Orang tua merawat  anak itu dengan rohmah, merasa welas supaya anaknya bisa menjadi soleh solehah, kalian merawat orang tuanya ketika sakit selama 2 bulan saja pasti sudah merasa gak enak, makanya jangan sampai membantah orang tua.

Dawuhnya orang tua, kalian dengarkan jika kalian mampu laksanakan jika belum mampu kalian utarakan.

Dari pondok kalian salaman kepada orang tua berterima kasih atas biaya yang diberikan kepada kalian di pondok.

Kalian harus sadar, jangan mudah-mudah untuk meminta bekal, kalian sudah bukan kewajiban orang tua jika kalian tidak ngaji, kalian harus bersyukur telah dikirimi.

Birul walidain itu tidak membantah dan mengecewakan hati orang tua.

Yang sebelumnya mondok belum bertuturkata baik (boso kromo) kepada orang tua besok pulang harus bertutur kata baik (boso kromo).

Siapapun orang yang bisa birrul walidain hidupnya barokah.

Kalian di pondok di didik akhlakul karimah jadi kalian harus bisa menerapkan akhlakul karimah dimana saja.

Nanti ketika sudah waktunya berangkat pondok jangan telat, jika sudah waktunya segeralah berangkat ke pondok, kalian disiplin mengikuti peraturan itu sudah terlihat memulyakan para masyayikh dengan apa yang dikehendaki masyayikh.

Kalain berada di pondok itu biar kalian bisa menjadi orang baik, orang tua kalian ingin memiliki waladun solih solihah.

Di pondok yang sungguh-sungguh biar menjadi orang soleh menjadi orang yang bisa menjalani kebenaran.