Maulid: Ikhtiar Merawat Kecintaan Generasi Muda kepada Nabi

maulid nabi

Dalam kesempatan Majelis Sholawat Kubro yang digelar pada Kamis Legi malam, 20 November 2025, Agus Izzul Maula Dliyaullah menyampaikan dawuh yang menyentuh soal pentingnya peringatan maulid Nabi di tengah arus zaman yang semakin menjauhkan generasi muda dari sejarah dan sosok junjungan mereka sendiri.

Maulid sebagai Jalan Mengenal Nabi

Menurut beliau, penyelenggaraan majelis maulid nabi seperti ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah ikhtiar nyata agar generasi masa kini tidak semakin asing dengan Nabi Muhammad Saw.

Baca juga: Doa Pamungkas Nabi yang Disimpan untuk Umatnya

Di tengah derasnya informasi dan hiburan yang menyita perhatian anak muda, forum-forum semacam ini menjadi ruang yang mempertemukan mereka kembali dengan kisah, akhlak, dan perjalanan hidup Sang Nabi.

“Jadi dengan diadakan maulid semacam ini, ini bisa sedikit meminimalisir, agar generasi-generasi saat ini bisa lebih mengenal dengan Nabi-Nya sendiri.” Ucap beliau.

Andai Maulid Dilarang

Agus Izzul Maula Dliyaullah kemudian mengajak jamaah untuk merenungkan sebuah andaian: bagaimana jika tradisi maulidan menjadi larangan di negeri ini. Jika hal itu terjadi, beliau menegaskan, kemungkinan besar akan semakin sedikit orang yang tergerak mempelajari dan membaca sejarah Kanjeng Nabi. Sebab, salah satu ruang yang selama ini menumbuhkan kecintaan sekaligus pengetahuan tentang sirah nabawiyah justru datang dari majelis-majelis maulid semacam ini.

Baca juga: Mencintai Rasulullah Harus Melebihi Cinta kepada Diri Sendiri

“Coba bayangkan kalau dilarang maulidan di negeri ini, tidak akan ada orang yang mempelajari, membaca sejarah Kanjeng Nabi. Karena dilarang maulidan.” Ujar Agus Izzul, memberikan bayangan jika maulid menjadi sebuah larangan di negeri ini.

Keprihatinan terhadap Pelajaran Sejarah di Sekolah Umum

Poin lain yang beliau soroti adalah kondisi pengajaran sejarah di sekolah-sekolah umum saat ini. Beliau menyampaikan keprihatinannya karena tidak sedikit fakta sejarah yang telah diputarbalikkan dalam materi pelajaran. Sehingga, generasi muda berpotensi menerima gambaran yang keliru, termasuk mengenai sejarah dan perjalanan hidup Nabi.

“Apalagi di dalam sekolah-sekolah umum saat ini, pelajaran sejarah ini banyak diputarbalikkan sejarahnya.”

Dari sinilah kemudian majelis-majelis sholawat dan peringatan maulid memiliki peran penting: menjadi benteng sekaligus sumber rujukan yang menjaga agar sejarah Nabi tetap tersampaikan secara utuh dan benar kepada umat, khususnya generasi muda.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses