Khutbah Jum’at: Akhlak Rasulullah Adalah Al-Qur’an

Akhlak Rasulullah Adalah AlQuran

Tulisan ini menjelaskan tentang keagungan akhlak Rasulullah saw. yang direfleksikan secara sempurna melalui nilai-nilai Al-Qur’an. Melalui kesaksian Sayyidatina Aisyah Ra., kita diingatkan betapa cinta dan keteladanan kepada beliau adalah sebuah manifestasi nyata dalam tutur kata, kesabaran, kelembutan, dan pengampunan di kehidupan sehari-hari.

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَمَرَ بِمَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ، وَنَهَى عَنْ مَسَاوِئِهَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ مِنْ أَعْظَمِ مَا يُعْرَفُ بِهِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُسْنُ خُلُقِهِ وَكَمَالُ أَدَبِهِ وَرَحْمَتُهُ بِالْخَلْقِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ﴾

Baca juga: Khutbah Jum’at: Cerita Keberkahan Mengagungkan Kelahiran Nabi Muhammad

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. dengan sebenar-benarnya takwa; menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah ke haribaan junjungan kita, Nabi Agung Muhammad saw., sosok teladan abadi bagi seluruh umat manusia.

Hadirin rahimakumullah,

Di tengah kesibukan kita semua, coba kembali kita pikirkan, ke manakah kita mencari pijakan akhlak yang sejati? Kepada siapakah jiwa yang haus akan kedamaian ini harus berguru?

Tidak ada jawaban yang lebih menggetarkan dada selain menatap sosok Rasulullah saw. Ketika Sayyidatina Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya mengenai bagaimana sejatinya perawakan moral dan perilaku Sang Nabi, beliau menjawab dengan satu kalimat singkat:

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

Akhlak beliau (Rasulullah) adalah Al-Qur’an.

Subhanallah! Apakah arti dari ketetapan ini? Artinya, Nabi Muhammad saw. adalah Al-Qur’an yang berjalan di muka bumi. Beliau menyerap setiap adab Al-Qur’an, menjunjung perintahnya, membuang jauh larangannya, dan menjadikan setiap ridha serta murka Al-Qur’an sebagai kompas hidupnya.

Maka, tidak heran jika Allah swt. memberikan kesaksian nan agung dalam Surah Al-Qalam:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)

Allah swt. pun menegaskan beliau sebagai pautan jiwa dan satu-satunya kompas keteladanan dalam ayat-Nya yang lain:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Baca juga: Khutbah Jum’at: Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah saw

Hadirin yang dirahmati Allah,

Lantas, bagaimanakah bentukan akhlak Al-Qur’an itu mengejawantah dalam keseharian beliau?

Jawabannya adalah, ia mewujud dalam kelembutan dan kasih sayang. Allah swt. berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ

“Maka berkat rahmat dari Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu…” (QS. Ali Imran: 159) 

Dengarkanlah wahai saudaraku, dengan kelembutanlah pintu-pintu hati yang terkunci akan terbuka. Dengan kerendahan hatilah keretakan dalam rumah tangga dan masyarakat dipulihkan. Dan dengan keikhlasan memaafkanlah, benih penyesalan dan permusuhan akan sirna.

Seorang mukmin yang merindukan syafaat Nabi tidak akan menjadi pribadi yang keras hati. Ia menyayangi keluarganya, berbuat baik kepada tetangganya, dan senantiasa membuka pintu maaf bagi siapa pun yang pernah menorehkan luka padanya.

Rasulullah saw. juga merupakan pribadi yang paling jauh dari sifat dendam pribadi. Sayyidatina Aisyah menegaskan bahwa beliau tidak pernah membalas kejahatan demi membela dirinya sendiri, melainkan hanya ketika syariat dan kehormatan Allah dilanggar. Jika dihadapkan pada dua pilihan yang sulit, beliau selalu memilih yang paling ringan dan membawa kemudahan bagi umatnya, selama hal itu bukan berupa dosa.

Beliau adalah sosok yang sangat pemalu, penuh penghormatan dalam bermuamalah, dan tidak pernah sekali pun mencela hidangan makanan. Jika beliau menyukainya, beliau menyantapnya; jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya tanpa mengucapkan patah kata yang melukai hati juru masak.

Hadirin rahimakumullah,

Ketahuilah, bahwa ungkapan “Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an” adalah suatu ungkapan yang harus kita teladani maknanya.

Apa gunanya al-Qur’an yang kita baca setiap hari jika lidah kita masih gemar mencaci? Apa artinya lembaran mushaf yang kita genggam jika kejujuran, amanah, dan rasa kasih sayang sirna dari muamalah kita?

Al-Qur’an yang kita baca harus tampak nyata dalam kejujuran kata, kesucian janji, kelembutan sikap, serta kepedulian kita terhadap sesama.

Maka bertakwalah kepada Allah. Jadikanlah Rasulullah SAW sebagai satu-satunya tolok ukur akhlak. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman di dalam rumah-rumah kita, etika dalam pekerjaan kita, dan rahmat dalam interaksi sosial kita.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ؛ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Baca juga: Khutbah Jum’at: Keutamaan Umat Nabi Muhammad

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ. أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

Jamaah Jum’at yang rahimakumullah,

Mencintai Rasulullah SAW adalah seni meniti jejak petunjuknya, beradab dengan adabnya, serta meneladani kesabaran, pemaafan, dan kelembutan hatinya.

Para sahabat radhiyallahu ‘anhum telah merekam dengan sangat detail setiap lekuk kehidupan beliau—mulai dari ibadah ritualnya hingga etika bermuamalahnya—agar kita tidak kehilangan arah dalam mengarungi zaman.

Maka di penghujung khutbah ini, marilah kita bermuhasabah dan bertanya pada batin kita masing-masing:

Sudahkah Al-Qur’an terpancar dalam cerminan akhlak kita sehari-hari?

Sudahkah kita mampu memaafkan di saat kita memiliki kuasa untuk membalas?

Apakah kita sudah berkasih sayang kepada orang-orang yang lemah?

Ataukah lidah kita masih terbiasa berprasangka buruk, menggunjing, dan menyakiti tetangga serta saudara kita sendiri?

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا حُبَّ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاتِّبَاعَ سُنَّتِهِ، اَللّٰهُمَّ حَسِّنْ أَخْلَاقَنَا كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقَنَا، وَاهْدِنَا لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِيْ لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ. وَاصْرِفْ عَنَّا سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنَّا سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا، وَنُوْرَ صُدُوْرِنَا، وَهِدَايَةً لَنَا فِيْ أَقْوَالِنَا وَأَعْمَالِنَا. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ بُيُوْتَنَا وَمُجْتَمَعَاتِنَا، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ.

وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ.

وَصَلِّ اللّٰهُمَّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses