HomeAngkringSyafa’at Rasulullah, untuk Siapa?

Syafa’at Rasulullah, untuk Siapa?

0 1 likes 66 views share

Masih dalam suasana maulid, rasanya tak afdol untuk tidak mengingat jasa-jasa nabi yang sudah atau yang akan beliau lakukan, karena memang tujuan maulid adalah demikian, meningkatkan semangat juang kita mengikuti sang nabi.

 

Tulisan ini dibuat juga untuk imtitsalul awamir pada perintah ummi beberapa waktu lalu “Mumpung suasana maulid. Silahkan yang punya pengalaman ngaji tentang hal hal yang berkaitan dengan nabi hendaknya ditulis, agar banyak yang mengambil manfaat. Kalau bukan orang islam sendiri yang mempelajarinya siapa lagi.” begitu dawuh beliau

 

Cerita berikut ini adalah sesuatu yang dialami sayyidina Abu Bakar as-Shidiq di dalam tidurnya, begini ceritanya

 

Disuatu malam sunyi, sahabat Abu Bakar as-Shidiq tertidur, dalam mimpinya ia mendapati kejadian ganjil yang luar biasa, beliau sampai menangis dalam tidurnya, hingga suara tangisan itu terdengar dari luar rumah. Kebetulan sayyidina Umar sedang berkeliling desa, dengan tanpa sengaja beliau mendengar tangisan itu dan segera mengetuk pintunya, ketukan sayyidina umar yang gagah berani membuat sayyidina abubakar terbangun dari mimpinya, beliau bergegas membuka pintu, sisa tetesan air matanya masih mengalir di pipinya. Sayyidina Umar yang melihat ini berusaha menanyakan “Ada apa ya sayidina Abu Bakar, apa yang menyebabkan engkau menangis dalam tidurmu?”

Sayidina Abu Bakar diam sejenak lalu berkata: “Baik aku akan menjawabnya, tapi kumpulkanlah dulu para sahabat kemari, aku akan memberitahu alasannya, biar kita semua mengambil ibroh(renungan) bersama dari cerita ini.”

Tak menunggu waktu lama, Sayyidina Umar telah mengumpulkan mereka untuk sama sama mendengar ceritanya

 

Sayyidina Abu Bakar mulai bercerita:

Didalam mimpi aku melihat begitu nyata hari kiamat telah tiba, aku melihat sekumpulan rombongan diatas mimbar dari cahaya dengan wajah-wajah berbinar berseri-seri seperti bintang.

Aku mencoba bertanya pada malaikat: “Wahai malaikat,siapa mereka?”

Malaikat itu menjawabnya: “Mereka adalah para nabi yang menanti kedatangan insan terbaiknya, Nabi muhammad saw. hanya dalam genggamannya saja kunci syafaat umat.”

 

Aku yang tak tahan melihat ini langsung berkata: “Lalu dimana Nabi Muhammad SAW sekarang? Bawa aku ke beliau, aku adalah pembantu setianya, aku adalah sahabat karibnya,aku adalah Abu bakar.”

Malaikat pun segera membawaku kesana. suatu pemandangan yang luar biasa dan membuatku terharu, aku mendapati beliau sedang berada dibawah arsy, sorbannya menjuntai disisinya, beliau mengulur tangan kananya ke arsy, dan mengulur tangan kirinya berusaha mengunci pintu neraka demi umatnya.

 

Beliau berkata: “Ya Tuhanku tolonglah umatku, ya Tuhanku selamatkan umatku, ya Tuhanku tolonglah umatku.. apakah engkau tidak kasihan, diantara mereka ada beberapa ulama’nya, ada orang-orang solihnya, ada orang-orang yang telah menunaikan haji, ada orang-orang yang telah menunaikan umroh, ada juga yang memperjuangkan jalan kebenaran karenamu, (bukankah semua itu adalah terkasihmu?) kumohon ya rabb.”

 

Dibalik sana ada suara memanggil: “Wahai Muhammad, yang kau lakukan hanya menyebutkan nama golongan orang yang taat-taat saja, engkau telah lupa tidak menyebutkan yang lain, sebutkan juga yang melakukan kelaliman, yang meminum khamr, yang melakukan perzinahan, yang telah memakan barang ribawi.”

 

Nabi muhammad tidak tinggal diam membela umatnya beliau berkata: “Wahai Tuhanku, memang benar diantara mereka ada sekelompok yang seperti engkau katakan, namun mereka tiada satupun yang menyekutukanmu, tiada satupun yang menyembah berhala,tiada satupun yang beranggapan bahwa kau memiliki anak, tiada satupun yang melawan atau membangkang pada keesaanmu, oleh karenanya kumohon ya rabb, kumohon dengan sangat terimalah syafaatku untuk mereka semua.”

 

Setelah melihat kejadian luar biasa atas pengorbanan baginda nabi, spontan aku berkata pada beliau (sebab rasa cinta dan kasih sayangku kepadanya): “Wahai rosululloh kumohon kasihanilah atau pedulilah pada dirimu sendiri.”

 

Rosul menjawab: “Wahai Abu Bakar, saya sudah memohon dengan rendah hati kepada Allah, dan senang sekali Allah telah memberi syafaat buatku untuk umatku.”

 

Aku mencoba bertanya lagi: “Ya rosul apakah syafaat ini diberikan untuk semua umat muhammad atau hanya sebagian saja?”

 

Tapi sebelum nabi sempat melanjutkan perkataanya untuk menjawab pertanyaanku ini, yang engkau lakukan malah membangunkan ku dari mimpi wahai sayyidina umar.

 

Mimpi sayyidina Abu Bakar malam itu masih mengundang tanya, tapi tak lama terjawab sudah. Tiba-tiba ada suara menanggil datang dari dalam rumah, semacam hatif (suara tanpa jasad) yang tidak tau dari mana arahnya: (syafaat itu) untuk semuanya, untuk semuanya, untuk semuanya wahai Abu Bakar…

 

Sayyidina Abu Bakar pun merasa gembira dengan jawaban itu serta disusul dengan ucapan puji syukur bersama Sayyidina Umar yang ada disisinya beliau-beliaupun berkata: Alhamdulillah

 

 

Dari kisah ini Cukuplah menjadi Bukti bahwa Pengorbanan nabi Muhammad untuk umatnya begitu besar,masihkah kita enggan untuk memperbaharui janji cinta kita kepada beliau sang terkasih? masihkah kita beranggapan bahwa tidak perlu bergembira merayakan kelahiranya? oh… sungguh tak habis pikir bagi mereka yang enggan bergembira karenanya. Baginda Nabi Muhammad adalah nikmat agung, beliau adalah petunjuk, beliau adalah hadiah untuk umatnya, sebagai penyelamat kita semua dihari akhir besok. Shollu ‘alannabiy. Semoga bermanfaat (IMK)

 

Refrensi:

📙 Al-Nawadir Imam Qulyubi hal. 161

 

Penulis : Agus Abdurrohman al- Auf bin KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus