Peran Santri Masa Kini

santri masa kini

Di era modern, setiap individu dituntut berperan aktif, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga bagi masyarakat. Santri—yang menempuh pendidikan di pesantren—pun tak lepas dari tuntutan dan peran ini. Mereka dididik untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

Namun, masih ada kekhawatiran dari sebagian orang tua yang menganggap pesantren kurang mampu menyiapkan anak untuk bersaing di tengah dunia modern. Mereka menilai bahwa fasilitas pesantren kalah dengan sekolah formal. Pandangan ini perlu diluruskan.

Baca Juga: Cinta Tanah Air dalam Kacamata Santri

Faktanya, santri juga harus dan bisa bersaing dalam era globalisasi. Dunia pesantren bukan hanya mengajarkan ilmu agama, tapi juga nilai-nilai kehidupan. Dalam kajian fikih, misalnya, banyak dijelaskan praktik hidup sehari-hari. Tinggal bagaimana santri mengamalkan ilmu itu dalam kehidupan nyata.

Sejarah membuktikan bahwa santri telah memberi kontribusi besar. Dari Ibnu Sina dan Al-Farabi di dunia Islam, hingga KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, KH. Wahid Hasyim, dan KH. Abdurrahman Wahid di Indonesia. Saat ini pun, santri masih mewarnai pemerintahan melalui sosok seperti KH. An’im Falahudin Mahrus. Bahkan dalam bidang pertahanan, KH. Mahrus Aly pernah menjadi penasihat Kodam V Brawijaya.

Baca Juga: Resensi; Hukum Musik dalam Islam

Santri masa kini perlu mengambil peran dengan cara:

  • Belajar sungguh-sungguh. Ilmu adalah modal utama menghadapi tantangan zaman.
  • Taat aturan. Disiplin akan membentuk karakter kuat dan tangguh.
  • Kreatif dan adaptif. Santri juga harus peka terhadap lingkungan dan berani membuat terobosan.
  • Aktif berdakwah. Misalnya dengan mengikuti Safari Ramadan saat liburan, agar siap menghadapi masyarakat luas.

Kesimpulannya, peran santri dari dulu hingga sekarang tak bisa diremehkan. Santri berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Seperti kata maqolah, “Kebaikan suatu negara tergantung pada ulamanya,” dan ulama berasal dari kalangan santri. Maka, jika santrinya baik, masa depan negara pun akan baik.

Baca Juga: Manfaat Ilmu Pengangkat Derajat Penyebab Kehancuran

*Penulis: Marnadi, Seorang santri kelas 1 Aliyah Bag. I.03 pada tahun ajaran 2024-2025 M. asal Kalimantan Barat.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses