Tuntunan Mencintai Tanah Air

Tuntunan Mencintai Tanah Air Tuntunan Mencintai Tanah Air

Tanpa terasa, di tanggal 17 Agustus kali ini negara tercinta kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia telah menginjak ulang tahun kemerdekaannya yang ke-81. Maka dari itu, pada tulisan kali ini kita akan membahas perihal tuntunan mencintai tanah air seperti yang terdapat dalam kitab Ad-Difa’ ‘an Al-Wathon.

Mewujudkan Persatuan Umat

Persatuan umat adalah langkah awal yang Rasulullah saw. terapkan ketika membangun negara di kota Madinah al-Munawarah (kala itu bernama Yatsrib). Oleh karenanya, maka wajib bagi kita untuk senantiasa tolong menolong menjaga persatuan umat. Tanpa memandang perbedaan setiap golongan, baik dari agama, suku, kebiasaan, ataupun bahasa mereka. Sehingga, tiap-tiap umat tersebut bisa bersatu dan saling menguatkan di bawah panji pemerintahan suatu negara.

Dan perlu diketahui bahwa makna persatuan umat tidak hanya terpaku atas hubungan kemanusiaan maupun hubungan kenegaraan belaka. Tidak. Justru makna persatuan umat ini mencakup atas segala hal yang berpotensi mengantarkan suatu negara untuk bangkit dan mampu memenuhi hak-hak setiap warganya.

Baca juga: Tata Cara Wudu Pasien dengan Infus

Oleh karenanya, Islam sendiri menentang adanya perpecahan, perselisihan, perseteruan, dan permusuhan di antara umat. Karena hal ini justru akan mengantarkan suatu negara menuju kehancuran. Rasulullah saw. bersabda:

فقَال رَسُوْل اللهِ صَلَى الله عَليْهِ وَسَلمَ :وَمَا تَكْرَهُوْنَ فِى الجَمَاعَةِ خَيْرٌ مِمَّا تُحِبُّوْنَ فِى الْفُرْقَةِ. فِىِ الْجمَاعَةِ رَحْمَةُ وَفِى الْفُرْقَةِ عَذَابُ (الدَيْلَمِى عَنْ جَابْرْ)

“Rasulullah saw. bersabda, ‘Apa yang kalian benci dalam persatuan lebih baik daripada apa yang kalian sukai dalam perpecahan. Dalam persatuan terdapat rahmat, sedangkan dalam perpecahan terdapat azab.” (HR. Dailami dari Jabir).

Mewujudkan Keamanan dan ketenteraman

Keamanan dan ketenteraman dalam suatu negara merupakan sekian dari macam-macam wujud kebaikan dan kenikmatan agung. Oleh karena itu, kemaslahatan dunia dan akhirat akan sulit tercipta tanpa adanya kertenteraman tersebut. Maka tidak heran apabila di permulaan doanya, Nabi Ibrahim terlebih dahulu meminta keamanan dari Allah Swt.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (QS Al-Baqarah: 126).

Baca juga: Mengenal Tiga Macam Darah: Haid, Nifas, dan Istihadah

Memberdayakan Diri Untuk Kebaikan Bersama

Selanjutnya adalah mengupayakan segala kemaslahatan dan kepentingan bersama. Hal ini menjadi penting sebab, perlu kita ketahui bahwa pemerintah dan pemimpin tidak selalu bisa memenuhi segala aspek kebutuhan manusia secara sempurna. Oleh karenanya, bagi setiap rakyat hendaknya mau membantu mereka sebisanya. Entah dengan sekadar mendukung, atau memberi masukan agar apa yang kurang bisa mendapat pembenahan, dan lain macamnya. Tentu dengan tetap memperhatikan adab dalam menyampaikannya.

Lantas, upaya seperti apa yang perlu kita kerahkan? Hal ini bisa kita praktekkan dengan mendahulukan hal yang paling penting untuk keberlangsungan negara saat itu juga. Kemudian ganti hal-hal yang penting, agak penting, dan demikian seterusnya.

Baca juga: Waktu-Waktu Terbaik Membaca Al-Qur’an

Memupuk Rasa Cinta Tanah Air

Selanjutnya adalah perihal memupuk cinta tanah air. Kendati hal ini merupakan sesuatu yang sifatnya watak, namun imbas yang ia timbulkan sangat besar terhadap kemajuan suatu tanah air. Bagaimana tidak? Wujud cinta tanah air bisa memunculkan kekuatan emosional di benak tiap-tiap anak bangsanya. Yang mana dengan semangat cinta tanah air tersebut, akan memantik semangat semangat lain. Seperti semangat beragama, berjuang, bersatu, semangat menegakkan perekonomian bangsa, dan segala hal yang didasari atas rasa memiliki terhadap tanah air tecinta ini.

Pada akhirnya, tulisan ini hanya sejumput dari sekian cara mencintai tanah air kita, Indonesia ini. Jauh daripada itru, semoga di Hari Ulang Tahun yang Ke-81 ini, Indonesia senantiasa menjadi baldah at-Thayyibah wa Rabbun Ghafur.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses