Niat Dan Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah

simbol puasa puasa menahan lapar dan haus

Tarwiyah dan Arafah adalah nama sebuah hari di dalam bulan Dzulhijjah. Tarwiyah berarti hari di tanggal 8 Dzulhijjah, sedang Arafah adalah tanggal 9 bulan tersebut. Secara keseluruhan, dari tanggal 1 sampai tanggal 10 Dzulhijjah merupakan hari-hari di mana amal baik sangat Allah cintai jika ditimbang dengan hari lainnya. Maka darinya memperbanyak amal di hari-hari tersebut banyak fadilah dan manfaat yang dapat kita raih.

Baca juga: Khutbah, Keistimewaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah.

Fadilah Puasa Tarwiyah dan Arafah

Dua puasa ini sangat lekat akan fadilah dan keutamaan. Salah satu keutamaan yang terdapat dalam puasa di kedua hari ini adalah fadilah yang pernah Nabi Muhammad sebut dalam sabdanya berupa:

صوم أيام العشر من ذي الحجة، كل يوم كفارة شهر، وصوم يوم التروية كفارة سنة، وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

Artinya: puasa di hari-hari sepuluh bulan Dzulhijjah setiap harinya menjadi tebusan dosa satu bulan. Puasa hari Tarwiyah menebus dosa satu tahun. Puasa hari Arafah menebus dosa dua tahun. [Isma’il bin Muhammad al-Ashbahani, At-Targhib wa At-Tarhib, (Kairo: Dar al-Hadits,), juz 1, hlm. 247]

Dalam beberapa keterangan, maksud menebus dosa dua tahun adalah dosa setahun yang telah lampau dan dosa satu tahun yang akan datang.

Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh Setiap Bulan.

Cara Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Salah satu hal penting yang harus kita ketahui dalam melakukan suatu ibadah adalah cara kita berniat. Cara niat puasa Tarwiyah dan Arafah sebagai berikut:

نويت صوم يوم تروية سنة لله تعالى

Nawaitu shauma yaumi tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat berpuasa hari Tarwiyah sunnah karena Allah Ta’ala

نويت صوم يوم عرفة سنة لله تعالى

Nawaitu shauma yaumi arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat berpuasa hari Arafah sunnah karena Allah Ta’ala

Catatan: Jika lupa niat di malam hari dan baru saja ingat bahwa siang harinya adalah hari Tarwiyah atau Arafah, maka boleh melanjutkan berpuasa selama dia ingat dan berniat sebelum masuk waktu Dzuhur (tergelincirnya matahari)

Baca juga: tata Cara Ziarah Maqam Rasulullah.

 Tata Cara Puasa Hari Tarwiyah dan Arafah

Sejatinya tata cara puasa dua hari ini sama persis dengan tata cara puasa bulan Ramadhan. Yakni kita harus menjahui perkara yang dapat membatalkan puasa seperti makan, minum dan menahan dari perkara yang membatalkan dari terbit fajar shadiq (waktu Shubuh) sampai terbenamnya matahari (waktu maghrib) dan lain-lain.

Namun, seperti catatan yang telah disebut di atas, alias kita bisa niat puasanya di siang hari kendati puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan bagian puasa sunah yang boleh berniat di siang hari.

Mudah-mudahan bermanfaat. WaLlahu a’lam.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses