316 views

Hubungan Ayah dan Anak

Sudah menjadi keharusan bagi seorang ayah, untuk menumbuhkan hubungan antara ia dan anaknya. Dalam kitab Adabul islam fil usrah karya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliky membaginya menjadi sembilan bagian.

Pemilihan Nama yang Baik

Termasuk etika dalam islam antara ayah dan anak, adalah memilihkan nama yang baik. Karena nama yang baik akan menyebabkan pemiliknya juga baik. Nama adalah doa, dan nama adalah pemberian pertama seorang Ayah pada anaknya.

Rasulullah juga menyukai nama yang baik. Tidak jarang Rasulullah mengganti nama-nama yang buruk. Nama yang baik, tentu saja adalah nama yang ikut dengan nama-nama Nabi (Muhammad, Ahmad). Kemudian ada nama seperti ‘Abdullah’ dan ‘Abdurrahman’, adalah nama yang disukai oleh Allah. Dan nama-nama yang dibenci oleh Allah, ialah yang menyerupai nama orang kafir. Atau julukan bagi orang-orang musyrik.

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis :

من حق الولد على الوالد أن يحسّن أدبه ويحسّن اسمه . رواه البيهقي

“Sebagian dari haknya seorang anak atas orangtuanya adalah diberi nama, dan diberi pendidikan etika yang baik.”

Mencukur Rambut Anak

Seyogyanya bagi orangtua, mencukur rambut kepala anaknya yang dilahirkan. Kemudian menimbangnya, lalu bersedekah sesuai dengan bobot rambutnya. Juga melaksanakan aqiqah di hari ke tujuh dari hari kelahiran anaknya. Sebagai pengingat bahwa aqiqah adalah sunnah muakkad dalam islam.

Aqiqah bagi anak laki-laki adalah menyembelih dua kambing, dan cukup satu kambing untuk perempuan.

Dukungan Ayah atas Anak

Dukungan orangtua sangatlah penting, terutama dukungan dari seorang ayah. Seorang anak akan terpacu semangatnya karena hal itu. Dari hal-hal yang kecil, bisa mempengaruhi seorang anak dalam ketaatannya, perbuatannya, bijaknya dalam bersiasat, cerdasnya dalam belajar, dan kegiatan-kegiatan lain yang menunjang kesuksesan anak tersebut.

Kecenderungan Seorang Anak terhadap Ayah

Seorang anak cenderung akan meniru Ayahnya dalam perilaku, kasih sayang, dan sikap-sikapnya. Maka penting bagi seorang ayah untuk bersikap baik kepada anaknya. Dalam sebuah hadis, Aqro’ bin Habis berkata, “Aku memiliki sepuluh anak, dan aku tidak pernah mencium mereka. Rasulullah pun bersabda, “Sesungguhnya seseorang yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari.

Rasulullah juga pernah bersabda :

ليس منا من لم يرحم صغيرنا ويوقر كبيرنا

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda, atau tidak menghormati yang lebih tua.” (HR. at-Tirmidzi)

Memerintahkan Sholat

Termasuk kewajiban seorang ayah terhadap anak, adalah mengajari, dan memerintahkan sholat jika anaknya sudah mencapai usia tujuh tahun. Supaya anak menumbuhkan perasaan suka terhadap sholat, juga ketergantungan akan sholat.

Diperbolehkan memukulnya, saat menginjak usia sepuluh tahun dan meninggalkan sholat. Tujuannya agar seorang anak memahami batasan-batasan yang tidak diperbolehkan dalam agama.

Memperhatikan Pendidikan Anak

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. Surat At-Tahrim : 06)

Permintaan Izin Seorang Anak

Seorang anak seyogyanya meminta izin terlebih dahulu, di saat-saat tertentu ketika dia hendak memasuki ruangan Ayahnya. Hal ini sudah disebutkan dalam Al-Qur’an :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِيَسْتَـْٔذِنكُمُ ٱلَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ وَٱلَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا۟ ٱلْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَٰثَ مَرَّٰتٍ ۚ مِّن قَبْلِ صَلَوٰةِ ٱلْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ ٱلظَّهِيرَةِ وَمِنۢ بَعْدِ صَلَوٰةِ ٱلْعِشَآءِ ۚ ثَلَٰثُ عَوْرَٰتٍ لَّكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu…” (QS. An-Nur : 58)

Menumbuhkan Rasa Kasih Sayang

Menumbuhkan rasa kasih sayang dalam hati seorang anak, merupakan hal tak kalah penting bagi orangtua. Terlebih di antara saudara-saudaranya di rumah. Bersikap adil kepada anak-anaknya merupakan awal yang baik. Tujuannya adalah, agar tidak menimbulkan penyakit hati dalam keluarga.

Kesembilan : Warisan Orang Tua

Seorang manusia tidak akan selamanya hidup di dunia, maka satu-satunnya aset terbaik adalah anak yang sholih. seorang anak yang solih tentu akan mendoakan orang tuanya. Hanya itu warisan orang tua yang paling berharga, yakni mendoakan orangtuanya.

Seorang anak yang tidak terbiasa mendoakan orang tuanya, tentu tidak akan melakukannya. Sepintar apapun anak tersebut. Peran orang tua disini diperlukan.

Dalam hadis Rasulullah bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله تعالى عنه: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: إِذَا مَاتَ ابنُ آدم انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

“Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya, kecuali tiga hal. Yakni, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim).

Baca Juga Artikel lain dari kami

Pengajian Kitab Mizan Al-Kubro

1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.