HomeAngkringNabi Terakhir : Mukjizat Mutakhir

Nabi Terakhir : Mukjizat Mutakhir

0 1 likes 299 views share

Umat muslim harus mengimani bahwa Nabinya adalah Nabi penutup, kalaupun ada Nabi setelahnya pastilah  Nabi abal-abal, dia juga Nabi sekaligus Rosul yang paling utama di antara ribuan Nabi sebelumnya.

Sederet kelebihan yang Allah berikan kepada beliau, mulai dari derajat yang tinggi di sisiNya, makhluk yang paling sempurna diantara yang pernah di ciptakan, sampai dengan jumlah pengikut terbanyak, bahkan menjadi mayoritas penduduk surga (semoga kita termasuk).

Bertolak dari sini, Nabi yang berkriteria sedemikian itu, seharusnya bukti kenabian yang ia miliki lebih ‘’ mengalahkan ‘’ dari pada kelebihan para pendahulunya, lantas apakah memang demikian ? mari kita urai.

Nabi Adam, Nabi sekaligus manusia  pertama, di ajari langsung oleh Allah tentang nama-nama seluruh benda, selanjutnya Allah memamerkan kemampuannya itu di hadapan malaikat, dan memerintahkannya untuk bersembah sujud.

ternyata Nabi kita juga di ajari langsung oleh Allah tentang nama-nama benda sekaligus wujud bendanya, bahkan sujudnya para Malaikat kepada Nabi Adam selain merupakan perintah Allah, juga karena di kening beliau terdapat pancaran sinar Muhammad.

Nabi Idris A.S di muliakan oleh Allah dengan mengangkatnya ke tempat yang mulia (tinggi/surga) sedangkan Nabi kita diangkat oleh Allah ke sebuah tempat yang belum pernah seorangpun menjamahnya, yakni saat isro’ mi’roj, bahkan beliau berdialog langsung dengan Sang pencipta.

Sementara Nabi Nuh A.S, Allah menyelamatkan beliau dan kaumnya dari keganasan air bah, dan Ia memberikan kasih sayangNya kepada ummat Muhammad dengan menyelamatakan mereka dari siksa yang di timpakanNya langsung dari langit, layaknya umat terdahulu.

Di lain Nabi Allah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai kholil (kekasih/sahabat) Nya. Dan Ia memposisikan Nabi kita sebagai habib (kekasih/tercinta) Nya, perbedaan derajat keduanya jelas kentara.

Nabi Daud, besi di tangan beliau layaknya kain, beliau bisa berkreasi apa saja menggunakan besi. Nabi agung kita, dengan sentuhan tangan mulianya, pohon yang asalnya sudah kering kerontang  langsung bersemi dan berbuah.

Nabi Musa bisa mengubah tongkatnya menjadi ular,ular yang tidak bisa bicara, saat menghadapi penyihir-penyihir Raja fir’aun. Tak kalah menariknya, di tangan mulia Nabi Muhammad Saw. makanan dan kerikil-kerikil bertasbih. Batu bersalam kepadanya. Beliau bisa berdialog dengan gunung. Pohon berbicara serta mengucapkan salam bahkan bersaksi atas kenabiannya. Bersujud serta mengadunya seekor Onta. Semua hewan-hewan dan makhluk tidak bernyawa tadi bisa berdialog dengan baginda Nabi, tidak halnya dengan ular Nabi Musa.

Tanda kenabian yang lain, beliau Nabi Musa bisa membelah lautan, seperti cerita yang telah masyhur. Bandingannya,  Nabi kita di beri mukjizat bisa membelah rembulan, dijelaskan bahwa  Ketika kaum Kafir Makkah meminta Rasulullah untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah serta menguji kebenaran Risalah baginda Rasulullah dengan memintanya Membelah Bulan.Maka Allah Swt mengabulkan doa beliau hingga pada malam hari tampaklah bulan terbelah menjadi Dua bagian, di mana bagian lainnya berada di sisi  Gunung Safa dan bagian lainya di sisi Gunung Qaikaan dan terlihat di antaranya bukit Hira.Tapi orang-orang Kafir Makkah malah mengingkari Mukjizat tersebut dan berkata: “Muhammad telah Menyihir Kita”. bahkan kabar ilmu modern,Ilmuwan NASA telah mengungkapkan bawah di bulan terdapat celah dengan panjang beberapa ratus kilometer, kemudian mereka pun menemukan beberapa celah lain di permukaan Bulan yang sampai sekarang belum diketahui penyebab retakan terebut

Nabi Musa juga di beri mukjizat berupa mengalir derasnya air dari bebatuan. Lebih dari itu, celah jemari Nabi Muhammad juga bisa memancarkan air hingga bisa digunakan minum dan bersuci 1500 pasukan beliau saat perang.

Nabi Harun di beri kelebihan dengan bicaranya yang fasih, Nabi Muhammad selain fasih berbicara, perkataan beliau juga mengandung sastra yang dinggi.

Nabi Yusuf yang tampan ternyata hanya separuh dari ketampanan Nabi Muhammad (bukan berarti ketampanan Beliau di bagi 2 dengan Nabi Yusuf), bahkan ketampanan beliau tidak menimbulkan fitnah, seperti ketampanan Nabi Yusuf yang menyebabkan Zulaikho’ terpancing untuk “mencederai” beliau.

Beralih ke Nabi Sulaiman, banyak mukjizat beliau yang pernah kita dengar, diantaranya beliau bisa berbicara dengan burung, setan menjadi pasukan perangnya, mempunyai kerajaan yang besar dan mengagumkan, yang belum pernah dan tidak akan pernah di miliki seseorang selain beliau, sesuai permohonan beliau kepada Allah. Baginda Nabi kita tidak hanya bisa berkomunikasi dengan benda yang hidup, kerikil, batu, gunungpun (yang semua benda mati) berbicara dan bersaksi di hadapan beliau. Kalau Nabi Sulaiman ketika hendak pergi kemanapun di penjuru bumi dengan menaiki angin, baginda Nabi dengan Buroq yang bisa membawa beliau ke lintas ruang dan waktu  dengan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya. Beliau baginda tidaklah memperbudak Jin, tapi mengislamkannya. Pasukan perang Beliau juga bukanlah Jin, tapi para Malaikat juga turut serta dalam barisan perang. Soal kerajaan yang besar dan megah, memang Nabi sendiri memilih menjadi hamba biasa ketika beliau di suruh memilih apakah menjadi Nabi-Raja atau Nabi-Hamba.

Nabi Isa bisa menyembuhkan orang berpenyakit lepra, orang buta dan menghidupkan orang mati. Baginda Nabi mampu mengebalikan bola mata yang sudah terlepas dari kelopaknya, bahkan menjadi lebih sempurna dari yang semula. Beliau juga bisa menghidupkan orang mati, yakni saat seorang laki-laki berkata pada beliau “aku tidak akan beriman padamu hingga kau bisa menghidupkan putriku.”  Beliupun mendatangi kuburan putri laki-laki tadi dan berkata “ wahai fulanah”. Terdengar suara dari dalam kubur “ labbaika wa sa’daika”.