Nama Nyeleneh Pada Makanan

Salah satu industri yang paling diminati adalah kuliner. Setiap hari, banyak toko makanan dan minuman menawarkan sajian yang menggugah selera sekaligus dengan nama yang semakin unik. Mereka menyematkan nama yang unik dan nyeleneh pada produknya, bahkan sampai terkesan mengada-ada, tujuannya adalah untuk menarik minat pelanggan. Mie gacoan, mie setan, atau ceker dajal adalah nama unik yang biasa kita dengar.

Memberi nama makanan dan benda lain yang menjadi ciri khas kita tentu tidak ada salahnya. Salah satu kebiasan Rasulullah Saw. adalah memberi nama pada setiap benda yang beliau miliki. Pemberian nama tersebut adalah untuk membedakan benda milik nabi dan benda milik orang lain.[1]

Dengan nama yang disematkan juga tersimpan makna do’a dan harapan. Sebab itulah nabi tidak sembarangan dalam memberi nama.

Beliau tidak suka jika ada nama yang tidak baik atau dalam nama tersebut memiliki arti yang jelek. Karena nama jelek mengandung do’a yang jelek pula. Beliau berulang kali mengganti nama seseorang karena memiliki arti yang tidak baik.

Tercatat bahwa Zainab binti Abu Salamah dahulu dipanggil Barrah yang berarti “orang yang sangat besar kebaikannya.”  Nama ini memuat anggapan diri yang bersangkutan suci terhindar dari keburukan yang berarti mengandung makna kesombongan diri. Saat mengganti nama tersebut Rasulullah berkata;

لا تُزَكُّوْا أَنْفُسَكُمْ فَإِنَّ اللهَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْبَرَّةِ مِنْكُنَّ وَالْفَاجِرَةِ سَمِيْهَا زَيْنَبَ

 “Janganlah kalian menganggap diri kalian suci!”

Nabi juga pernah menganjurkan seorang sahabat yang bernama Hazn (orang yang berwatak keras) untuk mengganti namanya menjadi Sahl (lawan kata Hazn). Karena nama Hazn adalah nama pemberian dari ayahnya, sahabat tersebut tidak berkenan mengganti namanya, sehingga Sa’id bin Musayyab yang merupakan cucunya mengatakan setelah itu wajah kasar dan hati kasar itu tidak pernah menghilang”.[2]

Menurut sebagian ulama’ maksud dari ucapan ibn musayyab adalah; setelah kejadian tersebut salah satu dari keluarga mereka ada yang memiliki perangai yang tidak baik.[3]

Tidak hanya nama orang, Rasulullah juga tidak suka jika ada nama yang tidak baik yang disematkan pada tempat, makanan ataupun benda lain. Karena selain tidak pantas nama tersebut akan mengingatkan orang lain kepada keburukan-keburukan sebagaimana arti dari nama tersebut.

Sehingga Nabi melarang menamai tumbuhan anggur dengan nama Karom, karena nama tersebut oleh orang Arab digunakan untuk menamai minuman keras.[4] Nabi juga melarang orang untuk menamai Madinah dengan Yastrib. Karena arti dari Yastrib adalah cacian dan hinaan.[5]

Pernah suatu waktu nabi lewat daerah yang Bernama ‘Afrah kemudian menggantinya menjadi Khadrah.

كَانَ إِذَا سَمِعَ اسْمًا قَبِيْحًا غَيَّرَهُ فَمَرَّعَلٰى قَرْيَةٍ يُقَالُ لَهَا عَفْرَةً فَسَمَّاهَا خَضْرَةً

“Jika Rasulullah mendengar nama buruk, beliau merubahnya. Ketika beliau melewati sebuah kampung bernama ‘Afrah, beliau merubahnya dengan nama “Khadhrah”.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.