Rahasia Mengangkat Jari Telunjuk Saat Tasyahud

Mengangkat Jari Telunjuk

Di surga, setelah Allah menciptakan Nabi Adam dalam bentuk yang ideal, Dia membiarkannya dalam kurun waktu 40 hari. Lalu, Allah berseru kepada para malaikat, “Jika aku telah meniupkan kepadanya di antara roh-Ku, maka jatuhkanlah diri kalian untuk menghormatinya.”

Sesaat setelah peniupan roh ke tubuh Adam, serentak para malaikat melaksanakan perintah Allah. Kecuali Iblis. la dengan kesombongannya enggan melakukan penghormatan kepada Adam

“Aku lebih baik darinya,” kata Iblis kepada Allah, “Engkau telah menciptakanku dari api, sedang Adama Engkau ciptakan dari tanah.”

Sebenarnya, saat Allah meniupkan roh ke Adam, Allah juga menyematkan Nur Muhammad tepat di bagian punggungnya. Perintah Allah untuk menghormati Nabi Adam, hakikatnya karena dalam diri Adam terdapat Nur Muhammad. Meskipun Adam terbuat dari tanah, tapi karena adanya Nur Muhammad dirinya, para malaikat pun menghormatinya. Entah Iblis lupa atau tidak tahu, namun yang pasti api kesombongan menuntunnya agar tidak menghormati tanah, sekali pun ada pancaran Nur di sana. Iblis mulai saat itu mengibarkan bendera perang. Karena kesombongan ini, Allah mengeluarkan Iblis dari Surga.

Nabi Adam mulai membuka kedua kelopak matanya.

Hal yang pertama kali ia lihat adalah tulisan yang terukir di pintu surga dan di tiang Arsy. Tulisan itu berbunyi, “La ilaha illa llah Muhammadur rasûlullah.”

Dalam hatinya terbesit, “Siapa Muhammad? Pasti dia adalah makhluk yang paling mulia karena Allah menyandingkan namanya dengan nama-Nya.”

Hari-hari berlalu, Adam menjalani kehidupannya di surga bersama para malaikat. Setiap bertemu malaikat ia selalu menyapa. Yang dipandang malaikat bukan wajahnya, melainkan punggungnya. Bahkan, para malaikat sampai berbaris demi melihat punggung Adam. Akhirnya, Adam merasa heran, mengapa para malaikat selalu melihat punggungnya. Karena penasaran, ia lalu menanyakan hal ini kepada Allah.

“Ya Allah, apa yang sedang terjadi dengan para malaikat? Mengapa mereka selalu berdiri di belakangku dan hanya memandang punggungku?”

“Mereka semua seperti itu karena memandang Nur Muhammad yang ada di punggungmu,” jawab Allah 56.

“Wahai Tuhanku, aku menginginkan Nur ini berpindah di keningku agar mereka bisa melihat diriku dan aku dapat melihat mereka dari depan.”

Allah mengabulkan permintaannya

Para malaikat pun berduyun- duyun berbaris menghadap Adam, Kali ini yang mereka lihat wajahnya. Setelah cahaya yang agung ini menetap dalam kening Adam, ia sangat penasaran. la ingin melihat keindahan Nur itu, sehingga ia meminta kembali kepada Allah agar Nur itu dipindahkan pada anggota tubuh yang dapat mudah ia lihat.

Allah kembali mengabulkannya dengan meletakkan cahaya itu di jari telunjuknya. Seketika itu Adama langsung mengangkat telunjuknya seraya berkata, “Asyhadu an La ilaha illa llah wa asyhadu anna Muhammadan rasûlullah.” Konon, cerita ini menjadi cikal bakal mengangkat jari telunjuk ketika tasyahud dalam salat.

Jangan lupa kunjungi akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses