tubagus godhonfar

Urgensi Ukhuwah Hadapi Pandemi (Bagian 1)

Pandemi covid-19, berdampak penerapan lockdown dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) serta larangan mudik hari raya yang ditetapkan pemerintah. Meski pembatasan ruang gerak telah sesuai protokol  kesehatan, namun tetap terasa berat dan ganjil tersekat, jauh dari kampung halaman, keluarga, tetangga, teman, dan saudara seagama. Banyak batin orang berkecamuk menyoal penghidupan dirinya dan orang yang dinafkahi…

Lanjutkan

Cerpen: KEPADA BURUNG JENIS LAIN

Bayang senja surut mengiring langkah mentari sebagai tanda kepulangan para nelayan. Di tepi pantai, beberapa bangku tersusun rapi hiasi lautan. Pada salah satunya, seseorang terduduk takzim tanpa sedikitpun memandang laut dihadapannya. Ia tampak berjibaku dengan bias wasangka, seolah menerka selaksa masalah untuk diubahnya menjadi solusi.             Memang, masalah tak kenal waktu datang, tak pasti kapan…

Lanjutkan

Bersikap Tuli

“دع ما يريبك إلى ما لا يريبك” “Tinggalkan perkara yang meragukanmu kepada perkara yang tidak meragukanmu.” (H.R. Tirmidzi) Bersikap tuli tidak lain adalah keadaan dimana kita memilih untuk bersikap acuh tak acuh pada apapun, atau bisa juga diartikan dengan sikap tidak peduli, menganggap apa-apa yang terlontar dari ucapan orang lain hanyalah angin lalu belaka. Dalam…

Lanjutkan

Bus yang Membawa Kerinduan (Bagian 2)

Dirogohnya ponsel dari saku bajunya, dilihatnya layar ponsel, didekatkannya alat komunikasi tesebut di telingannya. Mulailah ia bergumam menjawab panggilan yang ia terima. “Ya, mah ini baru sampai terminal tirtonadi…Pasti dibawain…Ya dong…Papa juga…Dah…” Si penelpon itu pasti istrinya, bukan yang lain-lain. Melalui kata “papa juga” kodektur itu membalas dengan ucapan “I love you mamah” dengan nada…

Lanjutkan
Menyentuh Sayap Malaikat

Menyentuh Sayap Malaikat

Menyentuh Sayap Malaikat | Suatu waktu Syeikh Ahmad bin Abil Ja’di kedatangan dua orang muridnya, yaitu Abdulloh Ba’ Abbad dan saudaranya. Mengetahui kedatangannya, Syeikh Ahmad segera mengambil berkah dan mengusap telapak kaki kedua muridnya itu dengan tangannya.Kedua muridnya merasa sungkan dan heran dengan sikap gurunya, “Mengapa anda melakukan ini, kami ini datang kepada anda untuk…

Lanjutkan
Imam Al Mawardi

Mengenal Imam Al Mawardi Sang Penjaja Air Mawar

Imam Al-Mawardi yang punya nama asli Abu Al-Hasan Ali Bin Muhammad Bin Habib Al-Bashri, yang kemudian mendapatkan gelar”Qodli Al-Qudloh” itu adalah seorang alim dari kalangan madzhab Asy-Syafi’i. Kitab-kitab beliau tak terhitung jumlahnya. Di antaranya kitab Al-Hawi Al-Kabir (22 jilid) dan Al-Ahkam Ash-shulthoniyyah (ilmu politik dan tata negara). Imam Al-Mawardi lahir pada tahun 364 H, dan…

Lanjutkan
Tahun Baru dan Citra Buruk Agama

Tahun Baru dan Citra Buruk Agama

Penulis: Hafidz Alwy Penghujung tahun seperti ini, biasanya muncul ‘fatwa’ bahwa perayaan tahun baru dilarang oleh agama Islam. Alasannya macam-macam. Di antara yang paling sering diujarkan ialah bahwa hal tersebut merupakan bagian dari perbuatan orang non-muslim yang tidak diteladani oleh Nabi. Jika sekadar pendapat untuk diyakini sendiri, mungkin tidak bermasalah. Namun ‘selorohan’ tadi menjadi berbahaya…

Lanjutkan
Studi Ilmu Balaghoh

Studi Ilmu Balaghoh

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar ilmu balaghoh? Sekilas kita akan mengingat kembali kajian ilmu balaghoh yang sudah menjadi objek pembelajaran di madrasah kita. Kami tidak bermaksud mengajak Anda membuka kembali kitab Jauharul Maknun atau Uqudul Juman yang sudah tertata rapi di rak kitab. Atau mungkin sudah Anda masukan ke dalam kemasan kardus….

Lanjutkan
Santri Pengawal NKRI

Santri Pengawal NKRI

Penulis: Muhammad Habibullah Mahmud Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebuah bangsa dimana berbagai macam suku, ras, budaya, dan agama berkumpul secara majemuk. Bhineka Tunggal Ika tertanam di dalam jiwa disetiap penduduknya, sehingga rukun dalam berbangsa dan bernegara. Tanpa ada kecemburuan sosial, penindihan hukum dan penindasan hak-hak yang dilandasi perbedaan. Menurut sejarah, KH. Hasyim Asy’ari melalui pesantren…

Lanjutkan