Muhafadlah

Muhafadlah, adalah sebuah metode sederhana yang dikembangkan oleh Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo, untuk memudahkan para siswa dalam menghafalkan bait-bait (Nadzom) pelajaran, sehingga para siswa akan lebih mudah memahami, karena sudah dilandasi dengan hafalan yang kuat. Metode klasik ini, sebetulnya sudah ada pada zaman keemasan Islam, yakni sekitar abad 15 Hijriyah, dimana para pelajar Islam tengah…

Lanjutkan

Perjuangan Abuya Dimyathi Meraih Ilmu

Abuya Dimyati Cidahu Banten (1925-2003 M.) saat masih menjadi santri jika pergi ke pondok tidak pernah membawa bekal apapun kecuali sedikit beras dan sebotol minyak kelentik (kelapa). Jika ada pengajian, Abuya tidak pernah membawa kitab seperti lazimnya santri yang lain, karena kitab pada waktu itu masih sangat langka dan juga karena Abuya tidak memiliki cukup…

Lanjutkan

Pewaris Akhlak Rasulullah Saw

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. إِنَّمَا  بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ  مَكَارِمَ  الْأَخْلَاقِ Akhlak adalah faktor yang sangat penting dalam kehidupan ini untuk menjaga stabilitas perdamaian di masyarakat juga bagi perdamaian dunia. Apabila manusia berakhlak, dia akan saling menghormati, mengahargai, dan akan saling menyayangi. Di samping itu ia tidak akan semena-mena, tidak akan saling menindas. Rasulullah Saw. merupakan…

Lanjutkan

Niat Perlu Diucapkan atau Tidak?

Suatu ketika, partai Masyumi di Yogyakarta mengadakan perdebatan mengenai sikapnya terhadap pembentukan Kabinet-Hatta yang dalam salah satu programnya hendak melaksanakan persetujuan Renville. Timbul suara pro kontra di antara tokoh-tokoh terkemuka dalam partai Masyumi, apakah bersedia memenuhi ajakan Bung Hatta duduk dalam kabinet yang programnya antara lain melaksanakan suatu persetujuan yang ditentang mati-matian oleh partai ini….

Lanjutkan

Pentingnya Rasa Cinta

Ada seorang santri dari Indonesia menuntut ilmu di Rubath Tarim pada zaman Habib Abdullah bin Umar Asy Syathiri. Kemudian setelah di sana 4 tahun, santri itu minta pulang, dia pamit minta izin pulang kepada Habib Abdullah. “Habib, saya mau pulang saja.” “Lho, kenapa?” tanya beliau. “Bebal otak saya ini. Untuk menghafalkan setengah mati. Tidak pantas…

Lanjutkan

Indahnya Perbedaan

Kiai Hasyim Asy’ari menulis sebuah artikel dalam majalah Suara Nahdlatul Ulama pada tahun 1926 M, beberapa bulan setelah NU telah berdiri. Dalam artikel ini, beliau mengajukan argumentasi bahwa karena hadis Nabi tidak menyebutkan kentongan, maka umat Islam harus mengharamkannya dan tidak boleh menggunakannya untuk menandakan waktu salat. Sebulan setelah Kiai Hasyim memublikasikan artikelnya, seorang kiai…

Lanjutkan

Indahnya Berbagi

Seorang sahabat Rasulullah SAW. pada suatu ketika mendapatkan hadiah sebuah kepala kambing yang telah dimasak. Dia merasa bahwa tetangganya yang bernama Fulan beserta keluarganya lebih membutuhkan kepala itu dibandingkan dirinya. Padahal sebenarnya dirinya sendiri juga miskin. Kemudian kepala itu dia kirimkan ke rumah Fulan, tetangganya itu. Perasaan bahwa tetangganya dinilai lebih membutuhkan ternyata juga dirasakan…

Lanjutkan

Menjaga Nama Baik

Di Arab sebelum kemunculan Islam, ada seorang raja bernama Nu’man bin Mundzir. Dia memiliki kebiasaan aneh. Dia menetapkan di dalam setahun, ada hari baik dan ada hari naas. Hari yg dia tetapkan sebagai hari baik, siapapun orang yg ditemuinya akan dihormati dan diperlakukan dengan baik. Sebaliknya, jika hari itu hari naas, orang yg menemuinya akan…

Lanjutkan

Tanggung Jawab Seorang Pemimpin

Khalifah Umar bin Khathab memiliki kebiasaan berkeliling ke rumah-rumah penduduk untuk mengetahui secara langsung kondisi rakyat yg dipimpinnya. Ketika melewati sebuah rumah, Khalifah mendengar suara tangis seorang wanita. Beliau lantas menghentikan langkahnya. Didengarnya ada seorang wanita berkata kepada anak-anaknya, “Allah lah yg akan mengadili antara aku dan Umar bin Khathab.” Khalifah Umar penasaran, ingin tahu…

Lanjutkan

Jangan Remehkan Orang Lain

Dikisahkan, ada seorang yg hidup bergelimang dosa meninggal di pinggiran kota Bashrah. Perilaku buruknya membuat tetangganya acuh tak acuh dengan kematiannya. Sehingga istrinya tidak mendapati orang yg mau membantu membawa jenazahnya ke masjid dan pemakaman. Terpaksa istrinya mengupahi dua orang untuk membawa jenazah tersebut. Dibawalah jenazah tadi ke masjid. Juga tidak ada seorangpun yg bersedia…

Lanjutkan