Dawuh KH. Abdul Kholiq Ridlwan: Waktu Seperti Pakaian

Menghadapi pergantian tahun hendaknya bukan sekadar merayakan, tetapi menjadi momentum untuk introspeksi, memperbaiki diri, dan menata hidup agar lebih baik daripada waktu yang lalu. KH. Abdul Kholiq Ridlwan memberikan beberapa nasihat penting bagi kita:

1. Bersyukur

Langkah pertama adalah bersyukur karena kita masih Allah berikan kesempatan untuk menemuinya (red: tahun baru). Syukur akan memiliki dampak untuk meneguhkan hati dan menumbuhkan kesadaran atas nikmat hidup yang terus mengalir.

Baca juga: Agus Ahmad Kafabihi: Hujan dan Cinta

2. Meneliti diri

Kita mendapat anjuran untuk meneliti diri sebelum datang hari penghisaban, sebagaimana dawuh sahabat Umar Ra.:

“Hisablah diri kalian sebelum datang hari penghisaban amal.”

Baca juga: KH. Anwar Manshur: Mendidik, Bukan Sekedar Mengajar

Abdullah bin Umar Ra. menekankan urgensi memanfaatkan waktu:

“Tatkala engkau memasuki pagi hari, janganlah menunggu sorenya. Begitupun juga sebaliknya; Dan pergunakanlah hidupmu untuk matimu.”

Nasihat ini mengingatkan agar setiap waktu yang kita miliki kita gunakan sebaik mungkin untuk amal kebaikan.

3. Mencari ilmu

Mencari ilmu hukumnya wajib, karena manusia Allah ciptakan untuk beribadah, dan ibadah memerlukan ilmu. Dalam ilmu Manthiq (logika), manusia disebut hayawanun natiq—makhluk yang memiliki potensi berpikir. Tanpa ilmu, potensi berpikir ini akan tenggelam, dan yang muncul hanyalah sifat-sifat kebinatangan. Allah Ta’ala berfirman:

أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ
“Mereka layaknya binatang ternak, bahkan lebih sesat (buruk) lagi” (QS al-A’raf: 179).

4. Mengatur waktu

Waktu itu seperti pakaian yang (kita) masukkan ke dalam tas. Jika tidak terlipat dengan baik maka baju sedikit saja tas sudah terasa penuh. Namun jika terlipat dengan baik, maka akan lebih banyak pakaian yang bisa masuk. Demikian pula waktu, bila tidak diatur dengan baik maka yang terasa seolah-olah selalu sempit.

Baca juga: KH. Abdullah Kafabihi: Menjaga Hati

5. Hindari menunda-nunda

Menunda pekerjaan yang bisa kita lakukan sekarang sama dengan melamar kegagalan. Kesempatan yang terlewat tidak akan kembali, dan waktu yang kita abaikan akan meninggalkan penyesalan.

Dawuh ini ditulis dalam acara Masbro di aula Al muktamar 13 Setember 2018 M.(IM)

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses