Dalam salah satu acara Halal Bi Halal Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (MHM), KH. M. Anwar Manshur menyampaikan sejumlah nasihat penting mengenai cara mendidik, yang mana hal ini bukanlah sebatas mengajar kepada para pengajar MHM sebagai bekal menghadapi tahun ajaran baru.
Baca juga: KH. Abdullah Kafabihi: Menjaga Hati
Nasihat ini sangat penting untuk kita dengar, khususnya bagi para pengajar atau guru. Serta pesan-pesan ini haruslah tetap kita ingat selama kita akan mengabdikan diri untuk mengajar.
Beliau mengingatkan bahwa tugas seorang guru tidak hanya sebatas mengajar (ta’lim), tetapi juga mendidik (tarbiyah). KH. Anwar Manshur menegaskan:
“Kita di sini tidak hanya ta’lim (mengajar), tapi juga tarbiyah (mendidik). Kita harus bisa merubah akhlak dan mendidik mereka agar menjadi santri yang berakhlak mulia.”
Baca juga: KH. An’im Falahuddin: Kesunahan Ziarah Rasulullah
Selain itu, beliau mengutip sebuah nasihat klasik yang menekankan pentingnya posisi ilmu dalam kehidupan:
“Kun ‘aliman aw muta’alliman. Jadilah orang alim. Kalau tidak bisa, jadilah orang terlibat dalam proses belajar. Karena hanya dua hal inilah yang diremeni (dicintai) masyarakat.”
Baca juga: Dawuh KH. AHS. Zamzami Mahrus: Rajin Itu Riyadhoh
Beliau juga menegaskan pentingnya konsistensi dalam proses belajar-mengajar, khususnya dalam memaknai kitab. Perbedaan penjelasan antar-guru bisa membingungkan santri, maka keseragaman metode diperlukan:
“Yang penting dalam mengajar, kalian samakan makna kitabnya. Jangan sampai guru satu berbeda dengan guru yang lain. Satu guru memaknai begini, guru yang lain beda lagi. Jangan buat murid kebingungan.”
Baca juga: Dawuh KH. M. Anwar Manshur: Cara Bersyukur Seorang Pelajar
Wejangan ini menjadi pengingat bagi para guru MHM bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari penyampaian materi, tetapi juga dari kemampuan membentuk akhlak santri, menjaga kesinambungan ilmu, serta mengajarkan dengan penuh tanggung jawab.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





