Hari Anti Korupsi Sedunia: Refleksi Islami Membangun Kejujuran

hari anti korupsi sedunia

Setiap tanggal 9 Desember, dunia memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya korupsi. Dalam Islam, korupsi bukan hanya melanggar hukum negara, akan tetapi masih termasuk kedalam kategori perbuatan yang haram

Korupsi dalam Perspektif Islam

Korupsi, dalam Islam, berarti mengambil sesuatu yang bukan haknya, baik itu berupa uang, waktu, kekuasaan, maupun kepercayaan. Perbuatan ini bertentangan dengan prinsip dasar keadilan dan kejujuran yang menjadi inti ajaran Islam.

Baca Juga: Doa Nabi Ibrahim: Negeri Aman dan Makmur

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَࣖ 

Artinya: Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.
(QS. Al-Baqarah: 188)

Ayat ini juga melarang praktik mengambil sesuatu yang bukan haknya dengan cara-cara yang tidak adil, termasuk suap, manipulasi, atau penyalahgunaan wewenang.

Baca juga: Benarkah Hormat Bendera Merah Putih Syirik?

Mengapa Korupsi Diharamkan?

Menghancurkan Amanah
Dalam Islam, amanah (kepercayaan) adalah suatu nilai yang sangat dijunjung tinggi. Maka dari itu Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ، حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

Artinya: Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur (HR Bukhari).

Sumber: https://lampung.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-mari-tingkatkan-sifat-jujur-sebagaimana-pribadi-rasulullah-U8kx4

Mengakibatkan Kerusakan di Muka Bumi
Korupsi juga membawa dampak sistemik, seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan ketimpangan sosial. Allah SWT berfirman:

وَلَا تُفۡسِدُوۡا فِى الۡاَرۡضِ بَعۡدَ اِصۡلَاحِهَا وَادۡعُوۡهُ خَوۡفًا وَّطَمَعًا​ ؕ اِنَّ رَحۡمَتَ اللّٰهِ قَرِيۡبٌ مِّنَ الۡمُحۡسِنِيۡنَ‏

Artinya: Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.

Baca juga: Kisah Lucu Nuaiman dan Seorang Kakek Buta

Menghilangkan Keberkahan Harta dan Kehidupan

من أكل الحرام عصت جوارحه شاء أم أب

“Siapa saja yang makan makanan yang haram, maka bermaksiatlah anggota tubuhnya, mau tidak mau.”

Pantas Rasulullah saw. menyatakan, “Tidaklah yang baik itu mendatangkan sesuatu kecuali yang baik pula.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Secara tidak langsung, hadits ini mengatakan, “Tidaklah yang buruk itu mendatangkan sesuatu kecuali yang buruk.”

Mengubah Hari Anti Korupsi Menjadi Momentum Perbaikan Diri

Sebagai umat Islam, Hari Anti Korupsi Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi juga waktu untuk merenungkan sejauh mana kita telah menjalankan amanahnya. Mari jadikan nilai-nilai Islami sebagai pondasi dalam melawan korupsi:

  • Selalu ingat bahwa Allah SWT Maha Melihat.
  • Selalu Mendidik keluarga dan anak-anak untuk mencintai kejujuran.
  • Tegakkan keadilan, dimulai dari lingkungan terkecil.

Pesan Penutup

Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan akhlak dan iman. Islam mengajarkan bahwa kehidupan yang diberkahi hanya dapat dicapai dengan menjunjung tinggi kejujuran, amanah, dan keadilan. Pada Hari Anti Korupsi Sedunia ini, mari kita berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih jujur dan bertanggung jawab, demi keberkahan hidup dunia dan akhirat.


Referensi
al-Ghazali, Ihya ‘Ulum al-Din, Jilid 2, hal. 91

Baca juga: Kisah Hikmah; Bagusnya Perangai Si Budak Hitam

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses