HomePojok LirboyoKiai Imam Wasiat Dimakamkan di Ngampel

Kiai Imam Wasiat Dimakamkan di Ngampel

3 0 likes 1.6K views share

LirboyoNet, Kediri – (15/01/2012). Isyarah bahwa KH. Imam Yahya Mahrus akan Berpulang di ungkap seorang Arsitek Pembangunan Pondok Baru Almahrusiyyah di Desa Ngampel Mojoroto, “Beliau Kyai Imam, sabtu kemarin sempat dawuh sama saya, agar dibuatkan areal Maqbaroh di depan Masjid yang direncanakan akan dibangun ditengah areal Pondok,” ujar Ir. Bambang, arsitek yang menjadi langganan Almarhum. Lelaki yang akrab di panggil pak bambang ini menambahkan, awalnya dia sangsi dengan permintaan Kyai Imam tersebut, tapi ternyata ungkapan beliau tersebut adalah pertanda yang beliau berikan, jika hendak meninggalkan kita semua.

Senada dengan Pak Bambang, mengenai lokasi pemakaman yang berada di Desa Ngampel, Hal ini di benarkan oleh putra beliau Agus H. Reza Ahmad Zahid, ” Sesuai dengan wasiat yang di sampaikan Abah kepada keluarga dan termasuk saya, abah menginginkan agar di makamkan di Desa Ngampel Kecamatan Mojoroto, lokasi pengembangan Pondok baru Pesantren HM AlMahrusiyyah,” ujar beliau lirih, disela-sela menerima ucapan bela sungkawa dari para pentakziah.

 

Sebelumnya, beberapa saat sebelum ada informasi pasti tentang wasiat tersebut, para Masyayikh Lirboyo, telah menyiapkan lokasi di Area Maqbaroh Pondok Pesantren Lirboyo, sehingga makam Al Marhum bisa menjadi satu dengan para leluhur Lirboyo yang lainnya. Namun karena beliau berwasiat demikian, maka hukumnya wajib dilaksanakan.

Untuk diketahui, Desa Ngampel berada di utara Pondok Pesantren Lirboyo, kurang lebih 7 KM. Di areal seluas 5 Ha tersebut, sedang dibangun Pondok Pesantren HM Almahrusiyyah unit 3, di areal yang merupakan lahan bekas sawah tersebut, tampak bangunan rumah dan beberapa asrama santri, yang masih dalam tahap pembangunan.

Dalam prosesi pemakaman KH. Imam Yahya Mahrus di area Pondok Baru Al Mahrusiyyah, bertindak sebagai pentalqin adalah KH. Musthofa Bisri dari Rembang. Pengasuh PP. Raudlatut Tahilibin yang akrab di sapa Gus Mus ini mentalqin Almarhum dengan menggunakan bahasa Arab. Usai talqin acara dilanjutkan dengan Do’a yang di pimpin secara bergantian oelh beberapa Kyai antara Lain, KH. Maimun Zubeir (Sarang) KH. Abdul Aziz Masyhuri (Jombang) KH. Miftahul Akhar (Surabaya) dan beberapa Kyai sepuh lainnya. Riff