24 views

Metode Menghafal Paling Efektif

Metode Menghafal Paling Efektif

Sebelum menghafalkan materi pelajaran, ada kiat-kiat khusus yang bisa ditiru untuk memudahkan dan memunculkan semangat dalam menghafal. Kiat-kiat itu antara lain:

1. Tidak harus menunggu paham

Metode menghafal tidak mengharuskan kita untuk faham terlebih dahulu. Ada saatnya, ketika hafalan tersebut sudah kukuh, kita baru bisa memahaminya. Walaupun banyak orang yang tatkala menghafalkan, seketika itu ia bisa mendapat kepemahaman.

Imam Jalaluddin Athiyah dalam Arsyif Multaqo’ Ahli Hadist mencontohkan, seorang anak kecil yang menghafalkan al-Qur’an bersamaan tidak paham akan maknanya, dan tidak mampu meningkatkan penjelasannya, ketika ia telah menjadi besar berserta hafalan yang semakin menancap kuat, seketika ia membacanya, pada saat itu juga ia faham. Atau jika ia membuka ilmu tafsir, ia akan dimudahkan memahaminya. (Athiyah, tt)

2. Menghafal dengan suara yang lantang

Jika seseorang mengeraskan suaranya pada saat belajar atau menghafal–minimal untuk diri sendiri agar tidak mengganggu orang yang berada disekitarnya–hafalan seseorang tersebut akan lebih menghujam ke dalam hati. Dikarenakan telah menjadi tabiat bahwa, suara yang ditangkap oleh telinga seringkali lebih mudah untuk kita ucapkan kembali. Dengan sebab ini, seseorang bisa lebih cepat dalam menghafalkan ilmu.

Ada kisah yang dipaparkan dalam Kitab Al-Khissi ‘Ala Tholabul Ilmi. Gurunya bercerita kepada Imam Al-Askari bahwa ia melihat di sebagian pedesaan, banyak pemuda yang fasih dalam pengucapannya, bagus pula penjelasannya. Lalu gurunya bertanya kepada pemuda itu atas sebab kefasihannya, tatkala kebanyakkan orang di desa tersebut gagap dalam berbicara (susah berbicara dengan baik). Pemuda tersebut menjawab; “Saya membaca setiap hari lima puluh lembar dari beberapa buku-buku unggulan. Saya juga mengeraskan suara pada saat membacanya. Dalam waktu singkat, saya bisa menjadi seperti yang kamu lihat”. (al-‘Askari, tt)

3. Tidak ada kata telat dalam menghafal

Tidak ada kata terlambat dalam menghafal sesuatu. Banyak juga ulama-ulama yang baru memiliki himmah (kemauan kuat) untuk menghafal ilmu ketika telah berumur lanjut. Sahabat Ali Krw. memberikan pernyataan, bahwa batasan akal dapat tumbuh kembang secara sempurna, ketika seseorang tersebut mencapai umur 28 tahun. Selekas itu, sampai batas akhir umurnya, yang ada hanyalah tambahan pengalaman. (As-Sya’roni, tt)

Artinya, kemajuan akal tidak akan pernah jumud selagi seseorang tersebut terus tergerak akan sesuatu yang ingin ia hafal. 28 tahun yang dipersepsikan oleh Sahabat Ali Krw. juga bukan kepastian yang mutlak. Hanya saja pada kenyataannya, ketika seseorang melebihi umur 28 tahun dalam menghafalkan ilmu kurang terasah.

Hal ini disebabkan pada usia tersebut–melihat realita yang ada–merupakan usia seseorang disibukkan dengan berbagai urusan. Namun, ketika kita mau meluangkan waktu untuk menghafalkannya, kita pasti mampu meraihnya.


• Kesimpulan

Dari uraian di atas, menghafal menjadi sarana paling penting menunjang keberhasilan di dalam belajar. Untuk menghafalkannya, tidak mengharuskan paham terlebih dahulu. Akan ada masanya pemahaman bisa kita raih setelah kita menghafalnya. Sama seperti metode yang diajarkan di Pondok Pesantren Lirboyo ini.[]

Metode Menghafal Paling Efektif

Baca juga pendahuluan dari tulisan ini di Tahfidz Sebagai Kontributif Pemahaman
Jangan lupa untuk menonton Prinsip dalam Beramal | KH. M. Anwar Manshur

0

2 thoughts on “Metode Menghafal Paling Efektif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.