Nabi Musa Sakit Gigi, Begini Kisahnya

Nabi Musa Sakit Gigi

Nabi Musa sakit gigi Sakit atau sehat itu wajar. Itu manusiawi. Setiap manusia pasti pernah merasakannya. Yang membedakan satu dengan yang lain adalah bagaimana cara menyikapinya. Setiap orang punya pengalaman yang berbeda beda dalam menghadapi dan menyikapi sakit yang dideritanya.

Ada yang langsung berobat ke dokter, dan ada juga yang tidak berobat, cukup istirahat saja. bahkan ada juga yang hanya memasrahkannya pada sang maha kuasa, dan lain sebagainya.

Manusia memang makhluk yang diberi kesempatan untuk menyeimbangkan antara usaha (ikhtiar) dan pasrah kepada tuhan (tawakkal). Sebab, dengan menjaga 2 ini, kesehatan lahir maupun batinnya akan tetap stabil. begitu juga saat Nabi Musa sakit gigi. simak kisahnya berikut ini.

Sikap Orang yang Sakit

Usaha yang dilakukan oleh seorang yang sakit adalah berobat atau mencari obat. sementara memasrahkan kesembuhan kepada Allah Swt adalah bentuk tawakkal orang sakit.

Namun, saat orang sedang sakit, justru yang lebih utama adalah meningkatkan lagi tawakkalnya pada Allah Swt sang maha pemberi kesembuhan dan kesehatan.

Bahkan menurut Imam an-Nawawi tidak berobat serta memasrahkan penuh sakitnya kepada Allah Swt adalah sebuah keutamaan tersendiri (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab). walaupun yang lebih utama tetap berobat dan berusaha mencari obat untuk kesembuhan penyakitnya (Hasyiyah asy-Syurwani)

Baca Juga: Hukum Menghadiri Undangan Resepsi Pernikahan

Doa Orang Sakit

Salah satu cara untuk tawakkal kepada Allah Swt saat sedang sakit adalah berdoa kepada Allah swt meminta kesembuhan kepadanya. doa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw adalah :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan  rasa nyeri,”

(كتاب الأذكار النووي ص ١١٣)

Nabi Musa Sakit Gigi

Ada penggalan cerita unik berkaitan dengan ini. Dalam sebuah riwayat, dulu Nabi Musa As pernah mengalami sakit gigi hingga 2 kali.

Sakit yang pertama beliau adukan kepada Allah Swt. Karena beliau berjuluk “Kalimullah”, seorang Nabi Yang diberi keistimewaan bisa berkomunikasi dengan tuhannya. Maka dia langsung menanyakan obat sakitnya itu. Dalam aduannya itu, Allah Swt menjawab :

خُذْ الحَشِيْشَةَ الفُلَانِيَّةَ ، وَضَعْهَا عَلَى سِنِّكَ

Ambillah rumput al-fulaniyah, dan letakkanlah pada gigimu.”

Tanpa ragu, Nabi Musa As segera mencari rumput itu, dan ia berhasil menemukannya, lalu ia meletakkan tanaman itu pada giginya yang sakit.

Maha suci Allah Swt. Seketika itu sakit gigi yang Nabi Musa As alami langsung sembuh.

Nabi Musa Sakit Gigi Kedua

Di waktu berikutnya, Nabi Musa As kembali mengalami sakit gigi. Berangkat dari pengalaman sebelumnya, ia mengira sudah cukup diobati dengan tanaman al-fulaniyah yang telah ditunjukkan tuhannya saat sakit gigi yang pertama. Namun, kali ini dia tidak mengadukan sakit giginya pada tuhannnya. Dia langsung mengambil rumput itu dan meletakkannya pada giginya yang sakit.

Tapi, bukan malah sembuh yang ia dapat, justru rasa sakitnya yang malah semakin menjadi-jadi. Dalam kondisi ini, ia kembali mengadukan rasa sakitnya pada Allah Swt. Nabi Musa Meminta tolong kepada Allah swt. Nabi Musa berkata sambil menahan rasa sakit :

إِلٰهِي ، أَلَسْتَ أَمَرْتَنِي بِهَذَا ، وَدَلَّلْتَنِيْ عَلَيْهِ؟

“Ya tuhanku, bukankah engkah telah memerintahkanku dengan melakukan hal ini, dan engkau pula yang menunjukkanku pada ini? (berobat dengan  rumput fulani).”

Allah Swt menjawab :

يَامُوْسَى ، أَنَا الشَّافِيْ وَأَنَا الْمُعَافِيْ وَأَنَا الضَّارُّ وَأَنَا النَّافِعُ ، قَصَدْتَنِيْ فِيْ الْمَرَّةِ الْأُوْلَى فَأَزَلْتُ مَرَضَكَ ، وَالآنَ قَصَدْتَ الْحَشِيْشَةَ وَمَا قَصَدْتَنِيْ

“Wahai Musa, aku adalah dzat yang maha menyembuhkan. yang maha menyehatkan. yang maha memberi kamdharatan. Aku adalah dzat yang maha memberi kemanfaatan. Tujuanmu adalah kepadaku saat sakit gigi pertama, lalu aku menghilangkan rasa sakitmu. Dan sekarang (sakit gigi kedua) tujuanmu adalah kepada rumput, kamu tidak bertujuan kepadaku.”

Referensi: Hasyiyah Tahqiq al-Maqam ‘Ala Kifayatul ‘Awam Hal. 110

Baca Juga: Imam Nawawi: Ulama Madzhab Syafi’i dengan Warisan Abadi

Kesimpulan

Berobat dengan cara memakai tanaman herbal atau obat-obat kimia tidaklah salah (pada era modern). Tapi, keyakinanlah yang membedakan sakit gigi nabi musa yang pertama dan sakit gigi yang kedua. Jadi, hati-hatilah dengan keyakinanmu.

Jangan Lupa Kunjungi Media Sosial Pondok Pesantren Lirboyo : InstagramFacebookYoutube.

Nabi Musa Pernah Sakit Gigi, Begini Kisahnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses