Nabi dan Masyarakat Madani

Madinah Al-Munawwaroh, kota yang diterangi cahaya Nabi, demikian nama yang disematkan kepada Yastrib setelah kepindahan Nabi dari Mekah ke kota tersebut. Kota berjarak sekitar 560 KM di utara Mekah ini adalah salah satu kota yang memainkan peran sangat penting dalam perkembangan peradaban Islam di masa mendatang. Di kota ini “terlahir” banyak sahabat-sahabat besar dibawah bimbingan…

Lanjutkan

Konsep Mashlahat, Penangkal Jitu Radikalisme

Radikalisme semakin menjadi bahaya laten, seolah semakin sulit dijinakkan karena membawa-bawa nama islam itu sendiri. Radikalisme ibarat berbaur ditengah pemahaman yang kompleks bahwa dulupun katanya “islam juga menyebar dengan pedang”.  Dengan argumen yang tidak dipahami secara kontekstual ini, citra islam semakin tepuruk sebagai agama yang identik dengan kekerasan dimata pemeluk agama lain. Mengembalikan citra islam…

Lanjutkan

Jangan Pertajam Perbedaan Fiqh

Fiqh adalah kebutuhan. Dinamikanya berubah dan fleksibel. Hukum negara jelas kontras dengan gagasan tentang kearifan hukum fiqh. Dimana norma dalam sebuah negara paten dan mapan. Punya konstruksi yang bertendensikan musyawarah mufakat “para petinggi”. Namun fiqh berfungsi juga untuk “menjawab”. Mengadapi budaya apapun, tentu fiqh tetap siap. Fiqh adalah mahallul ijtihad, objeknya. Dimana dari teori ushul…

Lanjutkan

Fatwa Transnasional

Permasalahan fatwa bukanlah duduk perkara yang sederhana, perlu rihlah ilmiah dan “tempaan kedisiplinan” yang panjang sebelum orang bisa bergelar mufti. Perlu pendidikan formal keagamaan yang lama dan berlarut-larut sampai orang bisa dijadikan rujukan. Menguasai disisplin fiqh, ushul fiqh, kaidah fiqh, dan maqashid syar’iyyah adalah bawaan mutlak. Mufti sudah setara jabatan ajaib yang tak bisa disandang…

Lanjutkan

Berhentinya Adzan Di Langit Andalusia

Bumi Andalusia, secara etimologis nama ini punya kaitan dengan kaum Vandal, orang-orang yang sudah lebih dulu menghuni semenanjung Eropa Barat jauh sebelum orang-orang Arab. Tanah taklukan ini sempat bersinar oleh cahaya Islam, dimana pada masa jayanya, ketika tiba waktu salat, suara adzan akan datang bersahut-sahutan silih berganti di seluruh penjuru negeri. Andalusia memancarkan kharisma dan…

Lanjutkan

Penjelasan Islam Nusantara

Pada hari Senin 17 Agustus 2015, alhamdulillah guru kita yang mulia Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun akhirnya sampai di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Suci, Gresik. Walaupun pertemuan dengan beliau tidak terlalu lama, akan tetapi hal itu cukup menghibur: karena sudah lama tidak berjumpa dengan beliau. Dan alhamdulillah dalam pertemuan yang sebentar itu kita dapat menimba…

Lanjutkan

Kunjungan Pimpinan Dayah Aceh

LirboyoNet, Kediri – Kembali, Pondok Pesantren Lirboyo menjadi salahsatu tujuan rujukan studi banding rombongan dari perwakilan Badan Pendidikan Dayah Provinsi Daerah Istimewa Aceh.  Sekitar pukul 15.30 WIB kemarin (20/10/2015) mereka tiba di kompleks Pondok Pesantren Lirboyo. Segenap Pimpinan Pondok menyambut hangat kedatangan rombongan yang  tidak lebih dari 37 orang, sebagian dari mereka adalah perempuan. Kebanyakan dari…

Lanjutkan

Pesan dan Harapan KH. A. Idris Marzuqi

Harapan saya, setelah Pondok Pesantren Lirboyo mencapai usia satu abad ini mudah-mudahan para keluarga tetap menjaga keharmonisan dan keberlangsungan pondok. Selain itu, semoga mereka mampu menjaga apa yang diwariskan oleh sesepuh dahulu. Yang dimaksud warisan di sini berupa ilmu pengetahuan, bukan bentuk fisik pondok. Salah satu alasan mengapa Lirboyo tetap mempertahankan metode salafiyahnya hingga saat…

Lanjutkan

Masa Orientasi Santri Baru

LirboyoNet, Kediri – Kemarin siang, Senin (28/09) seluruh siswa kelas IV Ibtida’iyyah Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (MHM) berkumpul di Aula Al-Muktamar Lirboyo. Aula ini merupakan ruangan terbesar yang dimiliki Pesantren Lirboyo yang berdiri megah di bagian barat pesantren. Selain untuk rutinitas para santri, gedung ini juga disewakan kepada umum (dengan catatan acara yang digelar harus memenuhi syarat…

Lanjutkan

Ilmu yang Bermanfaat

KH. Marzuqi Dahlan (1906-1975) pernah dhawuh, “Yang dinamakan santri yang manfaat ilmunya, adalah santri yang ilmunya bisa menuntun mereka meraih ridho Allah subhanahu wa ta’ala. Masalah keadaan tiap-tiap santri di rumahnya kelak terserah gusti Allah.” *Disampaikan oleh KH. Abdul Aziz Manshur dalam penutupan bahtsul masail LBM PP. Lirboyo.

Lanjutkan