Kisah; Adilnya Kaisar Cina yang Tuli

kaisar cina

Setiap penguasa membutuhkan penasehat. Karena untuk menjaga kebeningan hatinya dalam menjalankan pemerintahan. Sebagaimana kebiasaan para raja terdahulu, mereka memanggil ulama, filsuf, ahli zuhud, atau golongan semacamnya untuk memberikan nasehat moral itu. Maka pada suatu masa, seorang ahli zuhud (zahid) diundang untuk datang ke istana seorang khalifah. Ia diminta untuk memberikan asupan bagi jiwa sang raja atau kaisar yang tengah kering.

Baca Juga: Kisah Imam Ibnu Hajar dan Seorang Yahudi Penjual Minyak

Kisah Kaisar Cina yang Tuli

Sang zahid kemudian memulai nasihatnya dengan bercerita. Ia mengisahkan perjalanannya ke suatu negara jauh, yakni Kekaisaran Cina.

Ketika ia sedang mengembara di sana, sang kaisar dari kerajaan negara cina itu tertimpa musibah. Telinganya tuli. Dia tak bisa mendengar apa-apa. Sampai kemudian sang ahli zuhud ini mengetahui bahwa pada suatu malam, sang kaisar ini merintih. Dia menangis. Mengadu pada tuhannya.

“Tuhanku, demi Dirimu. Tidaklah aku menangis karena kehilangan pendengaranku. Aku menangis karena aku telah dzalim kepada rakyatku. Kepada mereka yang berhenti di depan pintuku. Mereka meminta pertolonganku, tapi aku tak mendengar permintaan mereka.” Sang kaisar mengeluh, karena ia merasa tak bisa menjalankan amanah sebagai penguasa dengan cara sebaik-baiknya.

“Tetapi aku bersyukur, masih Engkau sisakan penglihatan yang sehat untukku.”

Baca Juga: Kisah Lucu Nuaiman dan Seorang Kakek Buta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses