santri lirboyo

Bolehkah Wanita yang Sedang Iddah Keluar Rumah?

Oleh: M. Syaeful Furqon (1 Aliyah) Dalam Islam, wanita yang ditalak atau ditinggal wafat oleh suaminya diwajibkan menjalani masa iddah. Masa ini bukan sekadar hitungan waktu, tetapi mengandung nilai ibadah, penjagaan kehormatan, serta perlindungan hak-hak perempuan. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah wanita yang sedang iddah boleh keluar rumah? Para ulama telah menjelaskan persoalan…

Lanjutkan
Salat Tahajud versi al ghazali

5 Kiat Jitu Agar Konsisten Melaksanakan Salat Tahajud: Trik Rahasia Imam Al-Ghazali

Oleh: Muhasibi Atha’illah (Mahasantri Semester IV tahun pelajaran 2025-2026) Salat Tahajud adalah salah satu salat sunah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Anjuran kuat untuk melaksanakannya tak lepas dari tingkat kesulitan dan pengorbanan yang dibutuhkan untuk bangun di tengah malam, menjadikannya ibadah dengan pahala yang sangat besar. Bagi seorang muslim, Tahajud bukan sekadar salat, melainkan…

Lanjutkan
Mengaji di Pesantren

Merawat Warisan Budaya dengan Mengaji di Pesantren

 “Santri seharusnya turut berperan penting dalam menjaga dan melestarikan sistem pendidikan yang telah dirancang sedemikian rupa, guna menjadikan manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang luhur, oleh para leluhur kita.” Bagi masyarakat, nama pesantren sudah tak asing lagi di telinga, pesantren merupakan pendidikan pertama Islam di Indonesia yang sampai detik ini tetap eksis. Pesantren juga…

Lanjutkan
Rahasia Kebahagiaan Ada di Ikhlas

Rahasia Kebahagiaan: Belajar Ikhlas Total dari Cara Kita Buang Hajat

Oleh: Nu’man Hasan Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo Semester V Tahun Pelajaran 2025-2026 Memahami Ikhlas Berdasarkan Ayat Suci وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ ۝٥ “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan…

Lanjutkan

Berbuat Baik terhadap Hewan: Cermin Keimanan Seorang Muslim

Oleh: Muhammad Talhah Hewan merupakan salah satu ciptaan Allah Swt. yang lahir dari sifat qudrah-Nya. Dengan kekuasaan-Nya, Allah mampu menciptakan berbagai jenis hewan dengan bentuk, fungsi, dan manfaat yang beragam. Dalam hal ini, Islam memberikan batasan yang jelas mengenai hewan yang boleh dimakan dan yang tidak. Akan tetapi, pembatasan itu bukan berarti Islam melarang untuk…

Lanjutkan

Peran Tiga Generasi Menuju Indonesia Emas atau Cemas?

Oleh: M. Kaisa Aqla (MA I-II) Indonesia tengah menapaki jalan menuju Indonesia Emas 2045. Momen saat bangsa ini genap berusia satu abad. Namun, keberhasilan atau kegagalan cita-cita besar itu sangat bergantung pada tiga generasi yang kini menjadi penggerak utama perubahan: Baca juga: Dimensi Ta’abbudi: Seni Tuhan Menguji Hamba-Nya Generasi Millenial: Pondasi penggerak Lahir antara 1981-1996,…

Lanjutkan

Mengenal Thariqah Ta’lim wa Ta’allum

Oleh: M. Maliki Ilham (III Tsanawiyah Bag. M. 03) Tersebarnya pondok pesantren di seluruh pelosok Indonesia merupakan wujud nyata dari ikhtiar para ulama dalam memperkokoh ajaran Islam di bumi Nusantara. Jika para Walisongo dahulu menyebarkan Islam melalui metode (thariqah) dakwah dan keteladanan mereka di tengah masyarakat. Maka para ulama setelahnya menanamkan ajaran Islam dengan cara…

Lanjutkan
Ta'abbudi Seni Tuhan Menguji Hambanya

Dimensi Ta’abbudi: Seni Tuhan Menguji Hamba-Nya

Dalam tradisi keislaman, ta’abbudi merupakan istilah yang merujuk pada ketaatan hamba kepada Allah secara mutlak, tanpa memperhitungkan manfaat duniawi atau alasan rasional yang jelas. Konsep ini menekankan dimensi penghambaan yang bersifat total — baik secara ritual, moral, maupun spiritual. Fenomena ta’abbudi menimbulkan pertanyaan mendasar terkait posisi akal dalam ketaatan: apakah ketaatan mutlak ini mengesampingkan fungsi…

Lanjutkan
Membaca Sebagai Pilar Peradaban

Membaca Sebagai Pilar Peradaban

Membaca Sebagai Pilar Peradaban | “Bacalah!” sebuah kalimat yang menjadi risalah pertama yang Rasulullah SAW terima. Dari sekian banyaknya kosa kata yang bangsa Arab miliki, Kata “Baca” Alllah SWT pilih sebagai permulaan dari firman-firman-Nya. Selain itu, sang pembawa pesan agung tersebut mengulang kalimat itu hingga tiga kali. Kebetulankah? Atau memang peristiwa ini mengandung arti yang…

Lanjutkan