Pendahuluan
Ketika lebaran akan tiba, banyak sekali sebagian dari kita yang merasa susah, baik dari faktor ekonomi, sosial dan lainnya. Alangkah lebih baik ketika kita mencegahnya dengan berdoa.
Lebaran yang menjadi momentum kebahagian bagi umat islam justru menurut sebagian orang yang sedang tertimpa musibah akan menjadi susah.
Untuk itu, penulis akan menyuguhkan bacaan doa agar kesusahan sirna bagi orang yang mengamalkannya, dan menjadikan momentum lebaran sebagaimana mestinya; kemenangan bukan kemuraman.
Lafadz doa
Dalam kitab Adzkar an-Nawawi, Imam An-Nawawi mengutip hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy’ari ra yang berbunyi:
قالَ رَسولُ اللّهِ ﷺ: “مَن أَصابَهُ هَمٌّ أَوْ حَزَنٌ فَلْيَدْعُ بِهَذِهِ الْكَلِمَاتِ، يَقُولُ:
اللَّهُمَّ أَنَا عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، فِي قَبْضَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِي حُكْمِكَ، عَدْلٌ فِي قَضَائِكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ اسْتَأثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِندَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ نُورَ صَدْرِي، وَرَبِيعَ قَلْبِي، وَجَلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي”.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang tertimpa kesedihan atau kegelisahan, hendaklah ia berdoa dengan kalimat-kalimat ini, yaitu:
‘Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari perempuan hamba-Mu, berada dalam genggaman-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, keputusan-Mu pasti berlaku padaku, dan hukum-Mu selalu adil. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau tetapkan untuk diri-Mu, yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, yang Engkau ajarkan kepada seorang makhluk-Mu, atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, agar Engkau menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam dadaku, sebagai kebahagiaan hatiku, sebagai penghapus kesedihanku, dan sebagai penyembuh kegelisahanku.'”
Jaminan Nabi bagi pengamal doa ini
Tak sampai itu saja, Baginda Nabi menjamin bahwa orang yang mengamalkan doa ini, kesusahan yang sedang menimpanya akan segera sirna.
فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: يَا رَسولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَغْبُونَ لَمَنْ غَبَنَ فِي هَذِهِ الْكَلِمَاتِ. فَقَالَ: “أَجَلْ، فَقُولُوهُنَّ وَعَلِّمُوهُنَّ، فَإِنَّهُ مَنْ قَالَهُنَّ تَلَمُّسًا لِمَا فِيهِنَّ أَذْهَبَ اللَّهُ تَعَالَى حُزْنَهُ، وَأَطَالَ فَرَحَهُ“.
Seorang lelaki dari kalangan sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang yang tertipu adalah orang yang tidak mengamalkan doa ini.” Rasulullah ﷺ menjawab: “Benar, maka ucapkanlah doa ini dan ajarkanlah kepada orang lain. Karena barangsiapa yang mengucapkannya dengan tulus, Allah akan menghilangkan kesedihannya dan memperpanjang kebahagiaannya.”
Penutup
Semoga bagi orang yang mengamalkan doa ini agar selalu dimudahkan urusannya oleh Allah swt. amiin.
Ikuti kami:
Baca juga:
Mengenang Peristiwa Badar: Pelajaran Untuk Umat Islam
