Di tengah derasnya arus kehidupan modern seperti target pekerjaan, tekanan sosial, tuntutan keluarga, dan kekhawatiran masa depan. Manusia kerap terjebak dalam lingkaran stres yang seolah tiada ujung. Hati menjadi gelisah, pikiran terasa berat, dan ketenangan pun menjauh. Namun, Islam telah memberikan obat mujarab bagi keresahan ini: dzikir, mengingat Allah dalam setiap keadaan.
Hakikat Stres dalam Pandangan Islam
Dalam pandangan Islam, stres bukan sekadar gangguan psikologis, melainkan tanda bahwa hati sedang jauh dari sumber ketenangan sejati; Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ٢٨
Artinya :“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”(Ar-Ra’d: 28)
Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan hati bukan dari kesenangan duniawi, melainkan dari hubungan hati dengan Allah. Dzikir mengisi ruang batin yang kosong oleh hiruk-pikuk dunia, menuntun jiwa menuju keseimbangan dan kedamaian.
Baca Juga: Hukum Salat Jumat bagi Wanita
Sebagai Terapi Hati
Dzikir bukan hanya ibadah lisan, tetapi juga pengobatan spiritual. Saat seseorang berdzikir dengan penuh kesadaran (hudhurul qalb), ia sedang mengalirkan energi positif ke dalam jiwanya. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
Artinya :“Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dan orang yang tidak mengingat-Nya adalah seperti (perumpamaan) orang yang hidup dan orang yang mati.”[¹Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, ed. Muṣṭafā Dīb al-Bughā (Damaskus: Dār Ibn Kaṡīr dan Dār al-Yamāmah) hal. 2353 juz. 5]
Dzikir membuat hati hidup. Saat hati hidup, ia lebih kuat menghadapi tekanan hidup.
Baca Juga: Tata Cara Shalat Tahajud
Bentuk Dzikir yang Menenangkan Jiwa
1. Tasbih, Tahmid, dan Takbir
Rasulullah ﷺ bersabda kepada putrinya Fāṭimah r.a.:
أَلَا أُخْبِرُكِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكِ مِنْهُ؟ تُسَبِّحِينَ اللَّهَ عِنْدَ مَنَامِكِ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَتَحْمَدِينَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَتُكَبِّرِينَ اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ
Artinya :“Maukah engkau aku beritahu sesuatu yang lebih baik bagimu daripada itu? Bacalah tasbih kepada Allah tiga puluh tiga kali, tahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali, dan takbir kepada Allah tiga puluh empat kali ketika engkau hendak tidur.”[¹Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, ed. Muṣṭafā Dīb al-Bughā (Damaskus: Dār Ibn Kaṡīr dan Dār al-Yamāmah) hal. 2051 juz. 5]
Dzikir ini membantu hati dan tubuh untuk rileks sebelum istirahat, menenangkan pikiran dari penat dunia.
Baca Juga: Hukum Menghadiri Resepsi Pernikahan Tanpa Diundang
2. Dzikir Pagi dan Petang
Dzikir yang diajarkan Nabi di pagi dan sore hari menjaga hati dari kegelisahan dan memberi rasa aman. Allah berfirman:
فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَاۚ وَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى ١٣٠
Artinya :“Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. Bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari agar engkau merasa tenang.”(QS. Thaha: 130)
3. Istighfar (Memohon Ampun)
Selain membersihkan dosa, istighfar membawa ketenangan batin. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya :“Barang siapa yang senantiasa beristigfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesusahan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”[¹Abū Dāwūd, Sunan Abī Dāwūd ma‘a Syarḥih ʿAun al-Maʿbūd, oleh Syaraf al-Ḥaqq al-ʿAẓīm Ābādī (Delhi: al-Maṭba‘ah al-Anṣāriyyah) hal. 560 juz. 1]
Baca Juga: Lupa Rakaat Shalat? Ini Panduan Praktis Sujud Sahwi
Menemukan Ketenangan di Tengah Tekanan
Dzikir mengajarkan kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia, menundukkan ego, dan menyadari bahwa segala urusan berada dalam genggaman Allah. Saat lidah berdzikir, hati ikut tunduk, pada saat itu juga hati tunduk, jiwa menjadi lapang.
Baca Juga: Inilah Saat-Saat Doamu Tidak Ditolak
Penutup
Stres adalah realitas hidup yang tak bisa kita hindari, namun dzikir adalah cara untuk menghadapinya dengan tenang. Saat dunia menekan, jadikan dzikir sebagai pelindung hati. Ingatlah, ketenangan sejati bukan berarti bebas dari masalah, tetapi mampu tetap tenang di tengah badai, karena hati telah bersandar pada Dzat Yang Maha Tenang.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





