HomeArtikelHaji dalam Tradisi Bangsa-Bangsa Terdahulu

Haji dalam Tradisi Bangsa-Bangsa Terdahulu

0 1 likes 128 views share

Selain agama Islam, tradisi haji juga dilakukan oleh bangsa-bangsa terdahulu, jauh sebelum agama Islam lahir dan berkembang. Apa saja bangsa itu? Bagaimana tradisi itu berjalan?

Mesir

Dahulu kala, masyarakat bangsa ini di dalam tradisi keagamaannya memiliki sejumlah berhala sebagai sesembahan mereka. Setiap berhala memiliki rumah sendiri. Rumah, atau Haikal dalam istilah Arab, disediakan oleh masyarakat Mesir demi menyimpannya dan menghargainya sebagai sesembahan yang sakral. Di Haikal inilah masyarakat Mesir melaksanakan hajinya, untuk melakukan persembahan sesuai dengan adat mereka kepada berhala terkait. Berhala itu, diantaranya bernama Izir, Fattah, yang berada di kota Minfis (Menphis), dan Amun (Amon) yang berada di daerah Thibah, dan lain sebagainya.

Hari-hari pelaksanaan haji mereka ini dinilai sebagai hari paling mulia, hari Kebajikan dan Keberuntungan. Di hari-hari itu, mereka memperbanyak doa dan ibadah, serta amal-amal kebaikan lainnya. Bahkan, karena begitu sakralnya hari itu di mata mereka, setiap bayi yang lahir di hari itu oleh mereka disebut sebagai bayi yang paling beruntung. Bukan itu saja. Mereka juga menyangka bahwa bayi yang lahir itu adalah titisan manusia mulia, yang di suatu hari nanti akan menjadi pembesar bangsa Mesir.

Yunani

Adat yang serupa juga dilakukan oleh bangsa Yunani. Adat ini berlaku sejak 50 kurun zaman sebelum nabi Isa, hingga hanya dua kurun sebelum nabi Isa terutus. Seperti halnya bangsa Mesir, mereka juga menunaikan ibadah haji di suatu Haikal, atau tempat khusus bagi peribadatan mereka. tempat-tempat sakral yang menjadi pusat kegiatan haji mereka itu masih bisa kita saksikan sekarang. Diantaranya adalah Minerva yang ada di Athena, juga Jupiter di gunung Olympus.

Hindia

Pengalaman religius bangsa India juga memiliki ritual haji, sama seperti dua bangsa pendahulunya. Haikal mereka terletak di berbagai daerah. Yang terkenal diantaranya Haikal Wara, di sebuah dataran di Hederabad. Mereka juga menunaikan haji ke Haikal Budha di dataran Manna. Semua Haikal ini mereka sucikan, layaknya berhala sesembahan mereka.

 

Disarikan dari kitab Hikmah at-Tasyri; wa Falsafatuh, bab al-Hajj ‘inda al-Umam fi az-Zaman al-Ghabir (Haji dalam Tradisi Umat-Umat Terdahulu).