Rahasia Doa yang Didengar: Adab Berdoa Menurut Ihya’ ‘Ulum ad-Din

orang berdoa doa

Imam al-Ghazali dalam kitabnya yang populer (Ihya’ Ulum ad-Din) menjelaskan banyak ihwal doa. Di antara yang akan penulis jelaskan di tulisan ini adalah beberapa dalil tentang doa dan adab berdoa.

Baca juga: Rahmat Allah pada Ahli Maksiat: Harapan di Balik Dosa.

Dasar Doa dalam Al-Qur’an dan Hadis

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ داخرين


“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60)

وروى النعمان بن بشير عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قال إن الدعاء هو العبادة ثم قرأ ادعوني أستجب لكم

Diriwayatkan dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya doa itu adalah ibadah.”, kemudian beliau membaca ayat ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.’ (HR. Tirmidzi)

وَرَوَى أَبُو هُرَيْرَةَ أَنَّهُ ﷺ قال ليس شيء أكرم على الله من الدعاء 

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa.” (HR. Tirmidzi)

وقال ﷺ إن العبد لا يخطئه من الدعاء إحدى ثلاث إما ذنب يغفر له وإما خير يعجل له وإما خير يدخر له

Beliau juga bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba tidaklah luput dari salah satu dari tiga hal dalam doanya: dosa yang Allah ampuni, kebaikan yang Allah segerakan, atau kebaikan yang Allah simpan untuknya.” (HR. Ahmad)

Baca juga: Menirakati Anak yang Mondok Agar Betah dan Sukses.

Adab dalam berdoa

Dalam berdoa sebaiknya seorang mukmin memperhatikan adab-adabnya, supaya lebih dekat untuk dikabulkan oleh Allah. Di antara adab dalam berdoa adalah:

1. Berdoa pada waktu-waktu ijabah. Ada beberapa waktu yang mendekatkan doa kita untuk segera dikabulkan. Menurut Imam al-Ghazali antara lain ialah Hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jum’at, waktu sahur, ketika turun hujan, dan di antara adzan dan iqamah.

2. Sembari menghadap kiblat dan mengadahkan tangan.

3. Melembutkan suara antara lirih dan keras.

4. Merendah diri pada Allah sembari khusuk, berharap dan takut pada Allah

5. Meyakini bahwa doa akan dikabulkan sembari berharap betul kepada Allah.

6. Mantapkan doa. Jangan sampai berdoa “Ya Allah ampunilah aku jika engkau menghendaki”

7. Mengulanginya berkali-kali. Karena kata sebagian ulama “Tanda doamu terkabul adalah engkau kembali diberi kesempatan untuk berdoa”

8. Mengawali doa dengan basmalah dan shalawat serta mengakhirinya dengan hamdalah dan shalawat.

9. Taubat terlebih dahulu sembari menghadap betul kepada Allah. Yang terakhir ini adalah adab batin dari doa. Ini juga merupakan dasar dikabulkannya doa.

Itulah kurang lebih adab-adab dalam berdoa. Dengan sekuat tenaga mari kita tingkatkan seni merayu Tuhan kita. Dengan izin Allah Sang Maha Pemurah insyaallah doa kita akan terkabul. Aamiin.

 Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses