Tag Archives: NU

Maulid Nabi di Yaman.

Di belahan dunia yang lain, tepatnya di Negara Yaman, peringatan Malam Ta’dzim Maulid Nabi sekaligus kirim do’a untuk Masyayikh Lirboyo pun dilaksanakan sebagai bentuk senantiasa menjalin ‘alaqoh bathiniyah (hubungan batin) dengan para guru.

Acara ini dilaksanakan oleh Himasal (Himpunan Alumni Santri Lirboyo) yang berada di sektor Mukalla, Yaman.

Dilaksanakan malam Kamis pukul 20:00 KSA (waktu setempat) yang berketepatan dengan 10 Robiul awal (06/10), acara diawali dengan pembacaan Maulid Simtud Duror yang dilanjutkan dengan pembacaan tahlil.

Baca juga Kupas Tuntas Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam acara tersebut juga diadakan pemilihan Ketua Himasal sektor Mukalla.

Acara tersebut dihadiri oleh segenap Himasal Yaman sektor Mukalla yang saat ini berjumlah sekitar 20 orang, serta dalam rangka mengumpulkan anggota Himasal dalam satu wadah agar bisa tetap menjalin ukhuwah antar sesama anggota. Tahun ini adalah pertama kalinya diadakan kumpul bersama Himasal sektor Mukalla.

Lihat acara Maulid Nabi di Pondok Pesantren Lirboyo

Santri Culture Night Carnival

LirboyoNet,Surabaya- Sebanyak 50-an santri Lirboyo siang kemarin (27/10), berangkat menuju Surabaya menggunakan bus yang telah disediakan oleh PWNU Jawa Timur. Mereka akan menghadari perhelatan akbar yang diadakan PWNU Jawa Timur yang mengusung tema Santri Culture Night Carnival (SCN) 2019. semacam karnaval budaya santri pertama kali di Nusantara. Acara ini merupakan rangkaian puncak peringatan Hari Santri Nasional 2019.

Dihadiri oleh Wakil Presiden terpilih KH. Ma’ruf Amin, beberapa Menteri maupun Wakil Menteri yang baru dilantik beberapa hari lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran kepengurusan PWNU dan beberapa PCNU yang ada di Jawa Timur dan Forkopimda.

Dalam sambutannya, ketua pengurus PWNU Jawa Timur KH. Marzukqi Mustamar berpesan kepada Wakil Menteri Agama baru yang berkesempatan hadir agar lebih berhati-hati mengenai buku-buku pelajaran di sekolah-sekolah supaya jangan sampai lagi terselip materi-materi yang menyimpang dari ajaran Aswaja.

Sambutan berikutnya dari Wakil Presiden yang menyampaikan terima kasihnya kepada warga Jawa Timur yang telah mendukungnya, sehingga bisa terpilih menjadi Wakil Presiden, beliau juga memberi semangat kepada para santri dalam belajar. “Sekarang sudah banyak santri yang menjadi menteri, bahkan menjadi wakil presiden, kedepannya semoga ada santri yang menjadi presiden” Seketika riuh sahutan amiin.

Beliau juga berharap dikalangan santri ada yang ‘pergi keluar’, santri jangan hanya mengetahui seluk-beluk permasalahan keagamaan saja, termasuk juga harus ada santri yang menjadi preneur agar ekonomi dan dunia bisnis tidak hanya dikuasai oleh segelintir orang saja yang ternyata tidak dari kalangan santri. beliau mencontohkan pendahulu kita dahulu yang sukses mengkompakkan pengusaha dalam satu wadah perjuangan, “Nahdlatu Tujjar”.

sedangkan Ibu Gubernur dalam sambutannya menyampaikan terimakasih Kepada Wapres yang telah menjadikan Jawa Timur ini sebagai kunjungan kehormatan pertamanya setelah pelantikan. Beliau juga berharap dari acara SCNC 2019 ini akan menumbuhkan jiwa interpreneur dikalangan santri dan pesantren di Jatim dengan semangat program barunya, One Pesantren One Product.

Keinginan Ibu Gubernur ini disambut baik oleh Wapres, Kyai Ma’ruf mengagendakan gerakan ekonomi yang beliau istilahkan “Gus Iwan” singkatan dari “santri bagus pinter ngaji usahawan”.

Acara ditutup dengan doa oleh KH. Anwar Manshur kemudian pertunjukan antraksi dan kesenian dibuka oleh Wapres dengan pukulan bedug. Festival berlangsung meriah dengan penampilan memukau dari perwakilan beberapa PCNU yang ada di Jawa Timur, seperti PCNU Banyuwangi yang menampilkan tarian Gandrung Santri, PCNU Sumenep dengan seni musik Ul Daul dan masih banyak lagi penampilan lainnya seperti Grup Drumb Band Akademi Angkatan Laut.

Sebagai pamungkas acara sambil menunggu nasi liwetan yang akan dibagi, panitia pengundian dari kupon-kupon yang telah dikumpulkan oleh para peserta dengan hadiah beberapa paket umroh dan hadiah menarik lainnya, namun ternyata kang-kang santri tidak meminatinya, mereka memilih segera menuju ke lokasi parkir bus ingin cepat pulang. [ABNA]

Ketika Rasulullah Saw. Membenarkan Nasionalisme

Jiwa nasionalisme yang dimiliki Rasulullah Saw. terurai jelas dalam salah satu hadis yang menjelaskan tentang kecintaannya kepada kota Madinah:

كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ المَدِينَةِ، أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا

Ketika Rasulullah Saw pulang dari bepergian dan melihat dinding kota madinah, beliau mempercepat laju ontanya. Dan bila mengendarai tunggangan (seperti kuda), maka beliau menggerak-gerakkan karena cintanya kepada Madinah.” (HR. al-Bukhari)[1]

Substansi kandungan hadis tersebut dikemukakan oleh pakar hadis kenamaan, al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolani dalam kitabnya yang berjudul Fath Al-Bari. Ia menegaskan bahwa dalam hadis tersebut terdapat petunjuk atas keutamaan Madinah dan disyariatkannya mencintai tanah air serta merindukannya.[2] Bahkan di beberapa hadis, Rasulullah Saw selalu menjunjung tinggi bangsa Arab dan menunjukkan kecintaannya.

Dalam penerapannya, semangat nasionalisme mampu menciptakan dialog kehidupan yang rukun dan damai. Bahkan semangat itu sangat diperlukan untuk memperkuat sendi-sendi kenegaraan dari berbagai paham radikalisme, ekstremisme, dan semacamnya yang merongrong kebhinnekaan bangsa ini. Sahabat Umar bin Khattab Ra pernah menuturkan:

لَوْلَا حُبُّ الْوَطَنِ لَخَرُبَ بَلَدُ السُّوْءِ فَبِحُبِّ الْأَوْطَانِ عُمِرَتِ الْبُلْدَانِ

Seandainya tidak ada cinta tanah air, niscaya akan semakin hancur negeri yang terpuruk. Maka dengan cinta tanah air, negeri-negeri termakmurkan.[3]

Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Saw, sudah saatnya rakyat Indonesia terus mengokohkan semangat nasionalisme atas bangsa Indonesia dengan modal empat pilar bangsa, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

[]WaAllahu a’lam


[1] Shahih al-Bukhari, vol. III hlm. 23.

[2] Fath al-Bari, vol. III hlm. 705.

[3] Tafsir Ruh al-Bayan, vol. VI hlm. 320, CD. Maktabah Syamilah

Pembekalan Wajib Khidmah

LirboyoNet, Kediri—Dalam rangka mempersiapkan program wajib khidmah bagi mahasantri semester akhir Ma’had Aly Lirboyo, Pondok Pesantren Lirboyo bekerjasama  dengan Lembaga Itihadul Mubalighin (LIM) Lirboyo mengadakan acara pengukuhan & pembekalan wajib khidmah (23/3) kepada para mahasantri jenjang akhir Ma’had Aly Lirboyo. Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilaksanakan menjelang akhir semester 7.

Acara yang bertempat di Aula Muktamar ini turut dihadiri pula para pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, MHM & LIM Lirboyo. Acara diawali dengan pembekalan oleh Pimpinan Madrasah Hidayatul Mutadiin sekaligus Ma’had Aly Lirboyo Agus H. M Dahlan Ridlwan.

“Masa khidmah yang cuma 1 atau 2 tahun ini hanya masa uji coba kalian (santri) dalam berkhidmah, artinya dalam satu dua tahun ini adalah masa uji coba sejauh mana yang bisa kalian lakukan setelah sekian tahun belajar di pondok pesantren. Dan khidmah yang sesungguhnya adalah ketika kalian kembali ke masyarakat”. Tutur beliau.

Lebih lanjut beliau mengatakan, “mengawali pembekalan dalam berkhidmah yang perlu kalian persiapkan adalah dengan menguatkan mental, semangat juang, menata hati dan niat, dalam rangka menghadapi khidmah ditengah masyarakat. Caranya adalah dengan menanamkan dalam hati kita pentingnya amanah berkhidmah kepada masyayikh dan ilmu yang telah kita pelajari dipondok pesantren. Dan khidmah adalah bagian yang sangat penting bagi seseorang yang mempelajari ilmu”.

Pembekalan selanjutnya oleh pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo sekaligus pimpinan LIM Lirboyo Agus Abdul Qodir Ridlwan. Dalam kesempatan ini beliau lebih tepatnya menyampaikan teknis dan aturan dalam program wajib khidmah. Dan acara inipun diakhiri dengan do’a penutup oleh Agus H. M Dahlan Ridlwan.

Musyawarah Kerja DEMA AMALI Jatim

LirboyoNet, Kediri—Mahad Aly adalah perguruan tinggi keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Kitab kuning yang dimaksud adalah kitab keislaman berbahasa Arab yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren. Adapun tujuan Mahad Aly adalah menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang ilmu agama Islam, dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning.

Dewan Mahasantri Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (Dema Amali) wilayah Jawa Timur I mengadakan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) pertama yang berlangsung di Ma’had Aly Lirboyo Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur, Kamis-Jumat (14-15/3).

Dema Amali merupakan organisasi kemahasantrian di bawah naungan Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (Amali) yang dibentuk tim panitia 9 dan diresmikan pada bulan lalu pada Kongres I Ma’had Aly Indonesia di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang Jawa Timur.

Acara tersebut dihadiri delegasi dari beberapa Ma’had Aly yang berada di wilayah Jawa Timur diantaranya; MA Lirboyo, MA at-Termasi, MA Hasyim Asy’ari, MA Darul Ihya Lilulumuddin, MA al-Zamachsary, dan MA al-Fitrah.

Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut guna membahas susunan pengurus DEMA AMALI wilayah Jawa Timur dan juga program-program kerja yang tujuannya adalah untuk menjalin silaturohim antar Ma’had aly dan mensosialisaikan Ma’had Aly kepada masyarakat umum melalui media sosial, kajian-kajian, dan menerbitkan kumpulan karya ilmiah.