Fatwa Transnasional

Permasalahan fatwa bukanlah duduk perkara yang sederhana, perlu rihlah ilmiah dan “tempaan kedisiplinan” yang panjang sebelum orang bisa bergelar mufti. Perlu pendidikan formal keagamaan yang lama dan berlarut-larut sampai orang bisa dijadikan rujukan. Menguasai disisplin fiqh, ushul fiqh, kaidah fiqh, dan maqashid syar’iyyah adalah bawaan mutlak. Mufti sudah setara jabatan ajaib yang tak bisa disandang…

Lanjutkan

Santri Bicara Nasionalisme

Pembahasan tentang nasionalisme menjadi agak mainstream akhir-akhir ini di pondok pesantren Lirboyo. Menyusul “diturunkannya” as’ilah Bahtsul Masail tingkat pondok oleh Lajnah Bahtsul Masa’il P2L yang membahas tentang isu “Urgensi Bela Negara dan Nasionalisme”. Ya, tema ini sama dengan tema multaqo ulama sufi internasional yang digelar di Pekalongan pertengahan Januari silam. Banyak kajian mewarnai saharul layali,…

Lanjutkan
adat budaya jawa wayangan pada bulan muharram

Lihat, Bagaimana Islam Menghargai Budaya

Islam lahir ditengah-tengah bangsa Arab yang punya ikatan kesukuan yang kuat. Satu sama lain saling membenaggakan dan mengunggulkan suku dan jasanya. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi semacam “ikatan rantai kuat”, namun sayang masih terpisah-pisah dan independen. Baru, setelah agama islam tersebar, nabi Muhammad SAW mengubah semangat kesukuan mereka, diubah menjadi semangat persaudaraan atas nama satuagama, agama…

Lanjutkan

Pentingkah Mendirikan Negara Islam?

Beberapa waktu lalu, kita dikejutkan dengan pembakaran rumah-rumah eks Gafatar, Gerakan Fajar Nusantara di Kalimantan. Tindakan sepihak masyarakat ini sebagai bentuk puncak keresahan masyarakat tentang keberadaan aliran-aliran yang kian meresahkan. Gafatar sendiri, jika dilihat dari doktrin-doktrinnya jelas sesat. Gafatar, konon adalah “reinkarnasi” dari NII, Negara Islam Indonesia. Sebuah kelompok organisasi lama yang sepak terjangnya sudah…

Lanjutkan

Terorisme Berkedok Jihad

Kemarin, 14 Januari 2016, Jakarta digegerkan dengan serangan bom. Insiden di Jl. MH. Thamrin  yang menewaskan tujuh orang dan menyebabkan belasan korban luka-luka ini, diduga kuat didalangi oleh kelompok radikal, sebuah organisasi Islam garis keras yang mengatas namakan Islam. Sebuah organisasi yang semakin membuat nama Islam terpuruk dimata dunia, dengan aksi-aksi brutal dan tak berperikemanusiaannya….

Lanjutkan

Di Manakah Perdamaian?

Oleh: Radhi Rodliyuddin Sungguh amat celaka bila semua nurani manusia seolah telah tersingkir dan ditinggalkan oleh nilai-nilai kasih sayang. Hawa nafsu yang bermuara pada kekejaman dan kebiadaban di muka bumi ini kian menggejala. Kesepakatan untuk menjunjung tinggi kemanusiaan semakin luntur. Sementara itu, kemajuan teknologi yang merupakan prestasi prima karsa manusia ternyata mempunyai sifat ambivalen (bertentangan)….

Lanjutkan

Menuju Ekonomi Yang Lebih Baik

Manusia, sebagaimana fitrahnya, adalah makhluk Allah SWT. yang memiliki dua dimensi sekaligus. Di satu sisi, ia adalah makhluk sosial, disamping juga merupakan pribadi yang berdiri secara independen, sebagai unit dari lingkungan sosialnya. Dari perspektif yang berbeda, manusia juga merupakan kombinasi unik dari tubuh (baca; materi) dan jiwa (moral, spiritual). Karena itu, sangat wajar jika kemudian…

Lanjutkan

Kelahiran Ahlussunnah

Abu Hasan Al-Asy’ari, tokoh yang berjasa mempopulerkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, adalah seorang mantan Imam Agung aliran mu’tazilah. Hujjah-hujjahnya adalah oase bagi jamaah mu’tazilah yang setiap subuhnya berjumlah ribuan itu. Suatu hari di bulan Ramadlan, Rasulullah mendatangi beliau dalam mimpi. “Tolonglah ajaranku,” perintah Rasulullah kepada Ali bin Ismail, nama asli beliau. Lantas, beliau memberhentikan pengajian selama…

Lanjutkan

Penjelasan Islam Nusantara

Pada hari Senin 17 Agustus 2015, alhamdulillah guru kita yang mulia Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun akhirnya sampai di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Suci, Gresik. Walaupun pertemuan dengan beliau tidak terlalu lama, akan tetapi hal itu cukup menghibur: karena sudah lama tidak berjumpa dengan beliau. Dan alhamdulillah dalam pertemuan yang sebentar itu kita dapat menimba…

Lanjutkan
Jihad Para Santri Lirboyo

Jihad Para Santri Lirboyo

Awal Mula Pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 setelah Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Bangsa Indonesia, pasca menyerahnya tentara Jepang tanpa syarat. Tak lama kemudian Mayor Mahfud yang saat itu menjadi Sudanco (komandan seksi) di daerah Kediri menyampaikan berita gembira kemerdekaan itu kepada KH. Mahrus Aly, dilanjutkan dengan pertemuan para santri di…

Lanjutkan