17 views

Keluarga Era Sebelum Islam

Keluarga Era Sebelum Islam

Keluarga sebelum era Islam tercerai-berai, tidak ada silaturahim, tidak ada saling tolong-menolong dalam kerabat. Yang ada hanya rasa dengki dan permusuhan. Juga tidak ada harga diri dan kemuliaan di sisi perempuan.

Sebagai contoh, perempuan di zaman Yunani Kuno dicap sebagai pemuas kesenangan. Sampai mereka diperjual belikan di pasar-pasar.

Menurut orang-orang Eropa, perempuan tidak memiliki hak sama sekali dalam dirinya. Ia seperti diciptakan hanya untuk melayani laki-laki, ia tidak memiliki hak berpakaian, tidak memiliki hak dalam hartanya, walaupun itu hasil keringatnya sendiri.

Di kalangan orang Arab lebih parah lagi, mereka membunuh anak-anak perempuan. Seperti yang difirmankan oleh Allah dalam surah an-Nahl ayat 58-59:

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ # يَتَوَٰرَىٰ مِنَ ٱلْقَوْمِ مِن سُوٓءِ مَا بُشِّرَ بِهِۦٓ ۚ أَيُمْسِكُهُۥ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُۥ فِى ٱلتُّرَابِ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaa,n ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.

Sebagian orang Arab juga menjadikan istri ayahnya seperti harta benda, diwariskan pada anak-anak mereka, dengan arti perempuan-perempuan itu menjadi istri anak mereka setelah diwariskan.

Hak-hak perempuan

Hak waris bagi perempuan pun diatur dalam Islam. Dalam firman Allah dalam surah An-Nisa ayat 7 tertera :

لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا

Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.”

Juga larangan mendapatkan waris istri dari ayah-ayah mereka. Masih dalam surah An-Nisa ayat 22, Allah berfirman :

وَلَا تَنكِحُوا۟ مَا نَكَحَ ءَابَآؤُكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَمَقْتًا وَسَآءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).”

Semua hal di atas merupakan sistem kekeluargaan yang rusak sebelum Islam. Lalu Islam hadir dengan memberikan hak-hak pada perempuan. Menjadikan perempuan sebagai dasar dalam hal kekeluargaan. Islam datang menolong perempuan, dan menjaga semua kehormatannya.

Banyak sekali ayat yang melarang kebiasaan orang Arab dahulu, dalam menyikapi kehadiran perempuan di tengah-tengah mereka.

Dengan demikian, budaya orang-orang terdahulu dalam menyikapi keberadaan perempuan, semuanya dirubah karena hadirnya Islam. Kehadiran Islam semata-mata bukan untuk merusak tatanan yang ada, justru sebaliknya; memperbaiki budaya yang jahiliyah tersebut.

Begitu mulianya perempuan dalam Islam, hak-hak yang tidak mereka dapatkan di era sebelum Islam, kembali mereka peroleh setelah syariat Islam hadir. Semoga dengan hak-haknya, perempuan-perempuan dalam Islam bisa menjadi teladan untuk masa depan perempuan.

Baca juga: Berkah Pernikahan
Batas Minimal Usia Pernikahan
Simak juga:
KH. M. ANWAR MANSHUR | PEREMPUAN TIANG NEGARA

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.