123 views

Membangunkan Orang yang Belum Salat

Membangunkan Orang yang Belum Salat

Assalamu’alaikum wr. wb.

Admin yang saya hormati, saya ingin menanyakan tentang kewajiban salat seseorang yang tidur sebelum melaksanakannya, apakah kita yang sedang terjaga wajib membangunkannya?
Sekian, terima kasih.

Fajar, Madiun.

Admin – Wa’alaikumsalam wr. wb.

Memang sering kita jumpai hal semacam ini, teman atau siapa pun yang tidur sebelum melaksanakan salat. Pada dasarnya, orang yang tengah tidur termasuk orang yang tidak terkena taklif (tuntuntan) untuk mengerjakan kewajiban dari syariat yang dibebankan kepadanya.

Kalau kita perinci, tidurnya orang yang belum melaksanakan salat ada dua kemungkinan, pertama dia tidur saat waktu salat telah masuk, kedua sebaliknya. Dan kedua kondisi ini memiliki porsi hukum yang berbeda dari kalangan ulama, selain juga ada beberapa kondisi lainnya yang menjadi pertimbangan.


وَأَمّا إِيْقَاظٌ النَّائِمِ الّذِيْ لَمْ يُصَلِّي فَالْأَوْلَ وَهُوَ الْذِي نَامَ بَعْدَ الْوُجُوْبِ يَجِبٌ إِيْقَاظُهٌ مِنْ بِابِ النَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأَمَّا الَّذِي نَامَ قَبْلَ الْوَقْتِ فَلَا لِأنَّ التَّكْلِيْفَ لَمْ يَتَعَلَّقْ بِهِ لَكِنْ إِذَا لم يُخْشَ عَلَيْهِ ضَرَرٌ فَالْأَوْلَى إِيْقَاظُهُ لِيَنَالَ الصَّلَاةَ فِى الْوَقْتِ.

Membangunkan orang sedang tidur yang belum melaksanakan salat (maka ada dua kondisi) yang pertama yakni orang tidur setelah masuknya waktu, maka membangunkannya itu wajib dalam rangka nahi munkar.

Kondisi kedua yakni orang tidur sebelum masuk waktu, maka tidaklah wajib untuk membangunkannya. Sebab taklif untuk menjalankan kewajiban syariat terlepas darinya. Tetapi jika tidak dikhawatirkan akan terjadi dlarar (hal yang tidak diinginkan), maka sebaiknya dibangunkan,agar salat bisa didirikan di dalam waktunya.”

Perinciaan:

Jika seseorang tidur sebelum masuk waktu, maka sunah dibangunkan. Sedangkan ketika tidurnya setelah waktu salat tiba, bagi kita yang mengetahui tidurnya setelah masuk waktu, wajib membangunkannya. Dengan catatan, tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan saat membangunkan. Entah menimpa diri kita maupun orang yang kita bangunkan.

Hukum sunah akan menjadi lebih ditekankan jaka mengingat waktu yang tersisa untuk mendirikan salat sudah hampir habis.

(تنبيه) يُسَنُّ إِيْقَاظُ النَّائِمِيْنَ لِلصَّلَاةِ لاَسِيَمَا عِنْدَ ضَيْقِ وَقْتِهَا فَإِنْ عَصَى بِنَوْمِهِ وَجَبَ عَلَى مَنْ عَلِمَ بِحَالِهِ إِيْقَاظُهُ

“Disunahkan membangunkan orang yang tidur untuk mendirikan salat, terlebih ketika waktu hampir habis, sedang jika orang tersebut tidur dalam keadaan maksiat (tidur setelah masuk waktu), maka bagi yang mengetahui status kemaksiatannya wajib membangukan.”

Sekian, allahu a’lam.[]

Simak juga: Keutamaan Membaca Dalailul Khoirot | KH. Ahmad Idris Marzuqi
Baca juga: Hukum Tidur di Masjid

1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.