Tulungagung— Puluhan santri kelas III Aliyah MHM hingga mahasantri Ma’had Aly Pondok Pesantren Lirboyo menggelar praktik pengamatan hilal (rukyatul hilal) di Pantai Molang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (12/09/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Seksi Pengembangan Sumber Daya Santri (PESDA) bekerja sama dengan Lembaga Falakiyyah Lirboyo guna menentukan awal bulan Rabiul Akhir 1448 Hijriah sekaligus mengasah kemampuan teknis santri.
Koordinator Kursus Falakiyah PESDA Lirboyo, Bpk. Akmal Lulail, menjelaskan bahwa agenda tahunan ini diikuti oleh 66 peserta. 55 santri terdiri dari peserta kursus ilmu falak dan 11 perwakilan mahasantri semester VI.
“Tujuan diadakan agenda ini adalah melatih para peserta agar dapat melakukan praktik rukyah sendiri. Yang kedua untuk menentukan awal bulan Rabiul Akhir,” kata Bpk. Akmal, Sabtu (12/09/2026).
Baca juga: Dauroh Ilmiah Ma’had Aly Lirboyo bersama Prof. Dr. Syekh Muhyiddin Awwamah
Pemilihan Lokasi Strategis dan Persiapan Teknis
Pantai Molang dipilih sebagai lokasi pemantauan selama beberapa tahun terakhir karena memiliki horizon barat yang terbuka. Kondisi geografis ini memungkinkan peserta mengamati posisi matahari terbenam dan posisi hilal secara langsung tanpa terhalang hamparan pegunungan atau bangunan.
Sebelum terjun ke lapangan, para peserta diwajibkan mengikuti kursus intensif selama kurang lebih enam bulan. Materi yang diajarkan mencakup metode perhitungan klasik hingga tahap tahqiqi (kontemporer) dengan tingkat akurasi tinggi.
Ketua Peserta Kursus Falakiyah, Denni Faizal, mengungkapkan bahwa latar belakang peserta umumnya didorong oleh ketertarikan pada sains dan matematika. “Kebanyakan yang ikut Kursus Falakiyah ini adalah para santri yang menyukai hal berbeda di Lirboyo, alias suka hitung-menghitung atau matematika,” ujarnya.
Baca juga: Di Acara Ta’dhim Maulid, Kiai Kafabihi Imbau Santri Tekuni Hadis dan Contoh Akhlak Rasulullah

Rangkaian Kegiatan dan Harapan Agus Reza Zakaria
Rombongan peserta tiba di lokasi setelah sempat beristirahat dan melaksanakan shalat jamak di Masjid Al-Muksin, Gambiran, Besole, Kec. Besuki, Kabupaten Tulungagung. Dalam kesempatan tersebut, salah satu Perwakilan Lajnah Falakiyah Lirboyo, Bpk. Asmujib, menekankan pentingnya ketelitian dalam menghitung awal bulan.
Tiba di lokasi pantai sekitar pukul 14.45 WIB, para peserta langsung menyiapkan peralatan teknis seperti teleskop, tripod, dan gawangan, serta melakukan perhitungan arah kiblat dan arah haqiqi.
Perwakilan Lajnah Falakiyah Lirboyo, Agus Reza Zakaria, berharap para lulusan kursus ini dapat berkontribusi langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam penentuan arah kiblat, waktu shalat, dan penentuan awal bulan Hijriah. Beliau juga mencatat beberapa alumni kursus ini telah aktif menjadi staf di Lajnah Falakiyah PBNU di antaranya Ustad Ihwanudin asal Jakarta Utara.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
