Amanah adalah sikap dapat dipercaya dengan menjaga dan menunaikan sesuatu yang dipercayakan kepada kita sesuai dengan ketentuan dan haknya. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, amanah tidak hanya berupa menjaga barang titipan, tetapi juga menjalankan tanggung jawab, menepati janji, menjaga rahasia, serta menggunakan jabatan, ilmu, waktu, dan kepercayaan dengan sebaik-baiknya. Maka dari itu khutbah kali ini membawakan tema: Menjaga Amanah dalam Kehidupan.
Khutbah Pertama: Menjaga Amanah dalam Kehidupan
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَنَا بِأَدَاءِ الْأَمَانَاتِ، وَنَهَانَا عَنِ الْخِيَانَةِ وَالْغِشِّ وَالْمُخَادَعَاتِ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَرَاقِبُوهُ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan, sehingga pada siang hari ini kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul menunaikan ibadah shalat Jumat.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw., kepada keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.
Baca juga: Khutbah Jumat: Kesabaran dalam Menghadapi Ujian Hidup
Selanjutnya, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada seluruh jamaah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, baik dalam keadaan sepi maupun ramai, baik ketika dilihat manusia maupun ketika tidak ada seorang pun yang melihat kita.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita merenungkan salah satu akhlak mulia yang menjadi fondasi kehidupan seorang Muslim, yaitu amanah.
Amanah secara bahasa berarti dapat dipercaya. Sedangkan secara istilah, amanah adalah menunaikan hak kepada pemiliknya dan melaksanakan tanggung jawab sebagaimana mestinya. Amanah tidak hanya berupa titipan harta, tetapi juga dapat berupa jabatan, pekerjaan, ilmu, waktu, rahasia, maupun kepercayaan yang diberikan orang lain kepada kita.
Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 58:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya.” (QS. An-Nisa: 58)
Baca juga: Khutbah Jumat: Hindari FOMO!
Ayat ini menunjukkan bahwa menunaikan amanah bukan sekadar anjuran, melainkan merupakan perintah dari Allah Swt.
Amanah mencakup banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Seorang pegawai yang diberi amanah untuk bekerja, wajib melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Seorang pedagang yang diberi kepercayaan oleh pembeli, wajib berlaku jujur dalam takaran dan timbangan serta tidak menyembunyikan cacat barang dagangannya.
Begitu pula seorang pemimpin, baik dalam keluarga, lembaga, maupun masyarakat. Ia diberi amanah untuk menjalankan tanggung jawab dengan adil, menjaga hak orang-orang yang dia pimpin, serta tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Rasulullah saw. juga menjelaskan betapa erat hubungan antara amanah dan keimanan. Beliau bersabda:
لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ، وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ
“Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji.” (HR. Ahmad)
Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya amanah dalam kehidupan seorang Muslim. Amanah bukan sekadar akhlak dalam hubungan sosial, tetapi merupakan bagian penting dari kesempurnaan iman.
Baca juga: Khutbah Jumat: Akhlak Rasulullah Adalah Al-Qur’an
Seseorang boleh saja rajin shalat, rajin puasa, dan rajin bersedekah. Namun, jika ia terbiasa berkhianat, mengingkari janji, atau menyalahgunakan kepercayaan orang lain, maka ada sesuatu yang perlu ia evaluasi dalam keimanannya.
Sebaliknya, khianat merupakan salah satu sifat yang diperingatkan oleh Rasulullah saw. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat.”
Karena itu, menjaga amanah merupakan perkara yang tidak boleh kita anggap remeh. Amanah harus kita jaga dalam setiap keadaan, mulai dari urusan yang besar hingga perkara yang terlihat kecil.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Di era digital seperti sekarang, bentuk amanah juga semakin luas. Data pribadi yang dipercayakan kepada kita adalah amanah. Rahasia keluarga, teman, maupun lembaga adalah amanah. Bahkan informasi yang kita terima melalui media sosial juga harus kita perlakukan dengan penuh tanggung jawab.
Baca juga: Khutbah Jum’at: Menjaga Lisan dan Adab Bermedia Sosial
Tidak semua informasi yang sampai kepada kita boleh langsung disebarkan. Sebelum menyampaikan sesuatu, hendaknya kita memastikan kebenarannya terlebih dahulu dan mempertimbangkan dampaknya. Jangan sampai sesuatu yang awalnya hanya berupa informasi, justru menjadi sebab tersebarnya fitnah, rusaknya hubungan, atau merugikan orang lain.
Allah Swt. berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)
Baca juga: Khutbah Jum’at: Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah saw
Maka, menjaga amanah di zaman sekarang bukan hanya tentang menjaga barang titipan. Menjaga amanah juga berarti menjaga ucapan, menjaga rahasia, menjaga informasi, menjaga kepercayaan, dan menjaga apa yang kita lakukan dengan waktu serta fasilitas yang diberikan kepada kita.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita jadikan amanah sebagai prinsip dalam kehidupan. Amanah kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya, amanah kepada keluarga dengan melaksanakan tanggung jawab kita, amanah dalam pekerjaan dengan mengerjakannya secara sungguh-sungguh, sedangkan amanah terhadap sesama manusia dengan menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada kita.
Baca juga: Khutbah Jumat: Cerita Keberkahan Mengagungkan Kelahiran Nabi Muhammad
Sebab, harta yang hilang masih mungkin dicari dan diganti. Namun, kepercayaan yang telah hilang sering kali jauh lebih sulit untuk dikembalikan.
Semoga Allah Swt. menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang amanah, yang mampu menjaga setiap kepercayaan, melaksanakan setiap tanggung jawab, dan senantiasa mendapatkan ridha-Nya.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah Kedua: Menjaga Amanah dalam Kehidupan
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
