HomeAngkringMengenal Dasar-Dasar Sujud Sahwi

Mengenal Dasar-Dasar Sujud Sahwi

0 4 likes 295 views share

Secara bahasa, Sahwi berarti lupa. Sujud Sahwi secara istilah diartikan dengan dua sujud yang dilakukan sebelum salam di akhir shalat karena melakukan sebab-sebab tertentu.

Hukum Sujud Sahwi

Hukum asal dari sujud Sahwi bagi seorang imam atau munfarid (sholat sendirian) adalah sunah. Adapun bagi makmum wajib melakukan sujud Sahwi dalam rangka Mutaba’ah (mengikuti imam) apabila imamnya melakukan sujud Sahwi.

Sebab-Sebab Sujud Sahwi

Sujud Sahwi sunah untuk dikerjakan apabila melakukan hal-hal berikut;

Pertama, meninggalkan salah satu sunnah Ab’adh dalam shalat. Contoh, meninggalkan duduk atau bacaan Tasyahud Awal dan Qunut. Sahabat Al-Mughirah bin Syu’bah Ra, dia mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنَ الرَّكْعَتَيْنِ فَلَمْ يَسْتَتِمَّ قَائِمًا فَلْيَجْلِسْ، فَإِذَا اسْتَتَمَّ قَائِمًا فَلاَ يَجْلِسْ وَيَسْجُدُ سَجْدَتَي السَّهْوِ

Jika salah seorang di antara kalian bangkit dari dua raka’at, dan belum berdiri dengan sempurna, maka hendaklah ia duduk. Namun, jika ia telah berdiri dengan sempurna, maka janganlah ia duduk. Dan hendaklah ia melakukan sujud sahwi dua kali” (HR. Ibnu Majah).

Kedua, melakukan pekerjaan yang apabila dilakukan secara sengaja dapat membatalkan shalat. Seperti berbicara dengan perkataan yang sedikit atau menambah jumlah rakaat dalam keadaan lupa. Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّهُ لَوْ حَدَثَ فِي الصَّلاَةِ شَيْءٌ أَنْبَأْتُكُمْ بِهِ وَلكِنْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ فَإِذَا نَسِيْتُ فَذَكِّرُوْنِي وَإِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلاَتِهِ فَلْيَتَحَرَّ الصَّوَابَ، فَلْيَتِمْ عَلَيْهِ ثُمَّ لِيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ

Sesungguhnya, jika terjadi sesuatu pada shalat, niscaya kalian aku beritakan. Akan tetapi aku hanyalah seorang manusia. Aku lupa sebagaimana kalian juga lupa. Jika aku lupa, maka ingatkanlah aku. Jika salah seorang di antara kalian ragu-ragu dalam shalatnya, maka hendaklah dia berusaha mencari mana yang benar. Lalu menyempurnakannya, setelah itu hendaklah dia sujud dua kali” (HR. Abu Dawud).

Ketiga, memindah rukun Qauli (ucapan) di selain tempatnya. Misalkan, membaca surah Al-Fatihah dalam ruku’ atau Tasyahud, atau membaca bacaan Tasyahud dalam keadaan berdiri.

Keempat, melakukan sebuah rukun Fi’li (gerakan) yang ada indikasi menambah rukun. Contohnya apabila seseorang ragu dalam bilangan rakaat, kemudian keraguan tersebut berlanjut sampai rakaat berikutnya, maka dia disunnahkan sujud Sahwi meskipun keraguannya tersebut hilang sebelum salam. Rasulullah Saw pernah bersabda:

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِـيْ صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى؟ ثَلاَثًا أَوْ أَرْبَعًـا؟ فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَـا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ. فَإِنْ كَـانَ صَلَّى خَمْسًا شَفِعْنَ لَهُ صَلاَتُهُ، وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا ِلأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيْمًا لِلشَّيْطَانِ

Jika salah seorang di antara kalian ragu dalam shalatnya. Sehingga dia tidak tahu berapa raka’at yang telah dia kerjakan, tiga raka’at ataukah empat raka’at. Maka hendaklah ia tepis keraguan itu, dan ikutilah yang dia yakini. Setelah itu, hendaklah dia sujud dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia mengerjakan lima raka’at, maka dia telah menggenapkan shalatnya. Namun, jika dia mengerjakan empat raka’at, maka dua sujud tadi adalah penghinaan bagi syaitan” (HR. Ahmad).

Catatan: Sujud Sahwi tetap sunah dilakukan satu kali (dua kali sujud) meskipun disebabkan oleh melakukan lebih dari satu penyebab sujud Sahwi.

Tata Cara melakukan Sujud Sahwi

Dalam prakteknya, sujud Sahwi sama persis dengan dua sujud yang menjadi rukun shalat, baik dari segi syarat, kewajiban, dan sunah-sunahnya. Namun yang menjadi perbedaan paling mendasar adalah dari dua hal, yakni;

Pertama, dari sisi niat. Bagi Imam atau seorang munfarid (sholat sendirian) untuk berniat di dalam hati (tanpa diucapkan) untuk melakukan sujud Sahwi. Adapun bagi makmum tidak diharuskan niat, karena sudah dicukupkan dengan keikutsertaannya kepada imam.

Kedua, dari sisi bacaannya. Di dalam sujud Sahwi disunnahkan untuk membaca tasbih berikut ini:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْ

Maha suci Dzat yang tak pernah tidur dan tak pernah lupa”.

Menurut sebagian ulama, bacaan tasbih di atas hanya diperuntukkan bagi mereka yang lupa dalam melakukan sebab-sebab sujud Sahwi. Adapun bagi yang sengaja melakukan sebab-sebab sujud Sahwi, bacaan yang paling tepat dalam sujud Sahwinya adalah bacaan istighfar.[]waAllahu a’lam

Referensi:

Al-Yaqut An-Nafis, hlm 46, cet. Al-Haromain.

Hasyiyah Al-Bajuri, I/189, cet. Al-Hidayah.

Shahih Muslim, I/404.

Syarh Al-Mahalli ‘ala Al-Minhaj, I/225.