iblis

Tipuan dari Sang Iblis

Tipuan dari Sang Iblis | Sahabat Abdullah Umi Maktum adalah seorang yang tidak bisa melihat. Suatu hari beliau berangkat jama’ah ke Masjid, di tengah jalan beliau tergelincir dan terjatuh hingga beliau terluka. Keesokan harinya beliau berangkat jama’ah lagi. Anehnya mendadak saja ada pemuda yang berbaik hati mau mendampingi beliau menuju masjid. Supaya sahabat Ibnu Maktum…

Lanjutkan

Cerpen: KEPADA BURUNG JENIS LAIN

Bayang senja surut mengiring langkah mentari sebagai tanda kepulangan para nelayan. Di tepi pantai, beberapa bangku tersusun rapi hiasi lautan. Pada salah satunya, seseorang terduduk takzim tanpa sedikitpun memandang laut dihadapannya. Ia tampak berjibaku dengan bias wasangka, seolah menerka selaksa masalah untuk diubahnya menjadi solusi.             Memang, masalah tak kenal waktu datang, tak pasti kapan…

Lanjutkan

KEBENARAN DI KELAS SYAMSUL

Kelas Syamsul sedang kosong, Bapak Mustahiq tidak masuk kelas, entah ke mana beliau. Syamsul sebagai ketua kelas maju membawa kitab, agar teman-temannya tidak ramai ia ingin mengajukan pertanyaan sebagai bahasan diskusi mereka untuk mengatasi kegabutan. “Menurut kalian, bagaimana arti kebenaran itu?” Sesampainya di depan, Syamsul lekas saja membuka percakapan. Teman-temannya tetiba diam, demi melihat Syamsul…

Lanjutkan
Cerpen

CERPEN: Elegi

Tubuh bergetar. Kegelapan menelan cahaya. Duka mencabik tawa. Kami harus kehilangan, lagi dan lagi. Tempat itu sangat mengerikan. Lebar dan dalam bagai gua, di bagian dalamnya terdapat jeruji-jeruji putih beraturan. Saat gua itu menutup, jeruji-jerujinya bergerak, mencabik-cabik tubuh teman kami tanpa kasih, hingga hancur tak berbentuk. “Kau lihat itu? Donat sudah dilumat habis!” seru Donat…

Lanjutkan

CERPEN: Guruku; Rimba-Raya

Semilir angin berkelit di antara jendela kelas, membuat rambutmu yang biasa disisir rapi terlihat memberontak bosan, berusaha bercengkrama dengan alam. Sedikitpun kau tak bergeming, tetap fokus pada buku pelajaran. Mendung di luar membuat seisi ruangan menjadi gelap. Kau suruh salah seorang muridmu menyalakan lampu meski saat itu masih pukul 10 pagi. “Cuaca akhir-akhir ini tak…

Lanjutkan
Tradisi haji dalam budaya terdahulu

Cerpen Santri : Kisah Yang Mengisahkan

Dalam kisah hidupku sampai saat ini, tak ada cerita yang menyenangkan. Setiap alurnya, aku selalu membencinya. Membenci setiap ceritanya. Engkau seharusnya mengerti, bukankah kau sendiri yang menciptakan gerak dalam kisah hidupku ini? Kau ciptakan aku sebagai lembaran-lembaran salaf , lembaran dengan makna yang tak pernah habis mereka kaji di sore senja. Bukankah seharusnya menyenangkan? Tapi…

Lanjutkan