Kepengurusan Pesantren Lirboyo Kian Solid

lirboyo.net. Ditandai ketukan palu tiga kali menandakan bahwa kepengurusan Pondok Pesantren lLirboyo masa bakti 2013-2014 M. kemarin hari Senin malam selasa 03 Juni 2013. telah resmi dilantik, bersamaan itu pula kepengurusan P2L periode 2012-2013 M. telah dinyatakan demisioner. Acara pembubaran dan pelantikan tersebut dikemas dalam Rapat Paripurna. Prosesi acara disamping berjalan dengan khidmat, hadirin anggota sidang juga diliputi…

Lanjutkan

Ilmu yang Bermanfaat

KH. Marzuqi Dahlan (1906-1975) pernah dhawuh, “Yang dinamakan santri yang manfaat ilmunya, adalah santri yang ilmunya bisa menuntun mereka meraih ridho Allah subhanahu wa ta’ala. Masalah keadaan tiap-tiap santri di rumahnya kelak terserah gusti Allah.” *Disampaikan oleh KH. Abdul Aziz Manshur dalam penutupan bahtsul masail LBM PP. Lirboyo.

Lanjutkan

Mengenal Fikih Tematis dalam Kitab Mutun Asy-syarif Syaikhona Kholil

Selama ini, literasi kitab fiqh sepertinya terus beralienasi dengan waktu. Pertama, kitab fiqh bercorak deskruktif. Maksudnya, pembahasan masalah berikut penjabarannya (syarah). Kemudian hadir fiqh adaptif, literasi kitab fiqih yang menawarkan lebih sistematis dan sesuai dengan kebutuhan. Seperti  hadirnya  Fiqhul Mâbadi’, kajian fiqh untuk kalangan pemula atau Fiqh al Wadih, yang merespon setiap permasalahan dengan demikian…

Lanjutkan

Menuju Pesantren Berbahasa Arab

Di mata masyarakat umum, pesantren dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang out putnya adalah santri yang –setidaknya- tahu bahasa Arab. Kitab-kitab berbahasa Arab menjadi makanan sehari-hari, pelajarannya juga tentang bahasa Arab (nahwu shorof), bahkan tak sedikit pesantren yang menerapkan bahasa Arab sebagai bahasa keseharian. Namun demikian ternyata tidak dengan Lirboyo. Boleh saja asumsi khalayak mulai…

Lanjutkan

Silaturrahim PP. Ar-Raudlotul Hasanah Medan

(lirboyo.net)  Pondok Pesantren Lirboyo kedatangan tamu dari Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudlatul Hasanah dari Medan Sumatera Utara berjumlah tujuh orang yang merupakan Pimpinan Pondok dan lembaga-lembaga yang ada di Pondok tersebut. Sekitar pukul 17.00 WIB rombongan tiba di Pondok Lirboyo dengan menggunakan mobil mini bus. Kemudian langsung bersilaturrohim dengan para masyayikh. Agenda selanjutnya  mengadakan studi…

Lanjutkan

Workshop HIPSI dan Liputan TVRI

LirboyoNet, Kediri – Sabtu pagi (30/13/2013) Pondok Pesantren Lirboyo kembali menjadi tempat untuk even yang cukup besar dan rujukan untuk pengembangan pendidikan. Sabtu pagi Aula Muktamar cukup ramai, pasalnya gedung tersebut dijadikan tempat pelaksanan Pelatihan/Workshop yang diadakan oleh RMI (Robithoh Ma’ahid Islamiyah) Kota dan Kabupaten kediri. Peserta dari Pondok Pesantren, Badan Otonom NU, dan lembaga pemerintahan yang…

Lanjutkan

Takut Jadi Kiai dan Orang Kaya

Saat mengaji kitab Nashaihuddiniyyah di hadapan para santri KH. Mahrus Ali dhawuh, “Santri-santri, aku biyen neng pondok gak pernah mbayangke iso dadi kiai. Gak pernah mbayangke iso dadi wong sugih lan mulyo. Akhire dadi koyo ngene iki aku wedi, ojok-ojok bagianku iki thok, akherat ga entuk.” (Santri-santri, saya dulu waktu di pondok tidak pernah membayangkan…

Lanjutkan

Dawuh KH. M. Abdul Aziz Manshur

Pondok Pesantren tidak bisa diada-adakan, dan kalau ada tidak bisa dihindari. Salah satu pesan KH. Abdul Karim, santri pulang harus bisa jadi paku. Artinya, paku digunakan untuk membangun rumah sebagai tempat berteduh. Demikian juga santri, ketika pulang dari pondok dia ibarat orang yang membuat rumah yang bisa mengayomi masyarakat. Para pengurus diharapkan ikhlash dalam mengabdi…

Lanjutkan

Dawuh KH. Ahmad Idris Marzuqi

Dawuh KH. Idris Marzuqi kepada para santri. PERTAMA, agar berusaha sekuat tenaga menamatkan jenjang pendidikan di pondok pesantren Lirboyo. Kunci kesuksesan belajar di Lirboyo selain mempeng adalah harus menamatkan madrasah. Meskipun ketika mondok itu seperti tidak dapat apa2, namun jika tamat insya Allah ada nilai tersendiri. KEDUA, setelah tamat harus lebih memprioritaskan memperjuangkan ilmu dulu. Jika…

Lanjutkan

KH. Mashum Jauhari

Betapa banyaknya orang yang alim, tapi ilmunya manfaat tidak, barokahpun tidak. Semua itu disamping takdir, dipengaruhi juga oleh sepak terjang, tingkah laku juga perangai waktu di pondok. Mungkin mereka sombong, pongah, congkak, takabbur dan mungkin pula mereka tinggi hati. Namun juga sebaliknya, banyak orang yang ilmunya sedang-sedang saja, tapi betapa hebat manfaat & barokahnya. Karena…

Lanjutkan