All posts by Niqo Maimun Mahera

Pembukaan Aktivitas Lajnah Bahtsul Masail

LirboyoNet, Kediri – Para aktivis bahtsul masail Pondok Pesantren Lirboyo, menghadiri acara Pembukaan Aktivitas musyawarah di gedung Lajnah Bahtsul Masail (LBM). Acara yang diselenggarakan Jum’at siang (05/07) itu berlangsung lancar.

Bersama Dewan Rais Am LBM dan masyayikh, para santri diberikan wejangan, agar kegiatan musyawarah selama satu tahun bisa maksimal.

Agus HM. Ibrahim Ahmad Hafidz, selaku Rais Am LBM Pondok Pesantren Lirboyo menegaskan bahwa “Musyawarah adalah budaya turun temurun dari generasi ke generasi. Dari musyawarah kita bisa mempelajari hal sedikit. Namun dapatnya banyak.”

Beliau juga menasihati para aktivis, agar kembali menata niat dalam bermusyawarah perihal mujadalah (adu argumentasi) di dalamnya, “Jangan sampai dalam prakteknya mujadalah kita dalam musyawarah tujuannya Sum’ah (mencari popularitas), atau Hubbul jah (mencari pangkat/jabatan),” tutur beliau. “Kita niati tholabul ilmi.”

Baca Juga: Dawuh KH. AHS Zamzami Mahrus: Jangan pernah putus asa

Dalam kesempatan kali ini. KH. AHS Zamzami Mahrus pun memberikan wejangan dan menutup acara dengan doa. Ashar tiba bersama selesainya acara.[]

Dawuh KH. AHS Zamzami Mahrus: Jangan pernah putus asa

Dalam acara pembukaan aktifitas Lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo, KH. AHS Zamzami Mahrus memberikan wejangan perihal belajar di Pondok Pesantren.

“Di dalam Pondok Pesantren yang kita cari tidak lain adalah ilmu dan barokah. Keduanya bisa kita dapatkan dengan melakukan empat hal.

Pertama,bersunggung-sunggung. Mempeng. Karena mempeng itu penting sekali. Adakala santri memang susah dalam memahami dan menghafal. Jika seperti itu, seharusnya tidak lantas membuat kita putus asa. Semangat dalam mencari ilmu meski dengan susah payah. Mbah Abdul Karim dulu ketika mondok rekoso (kesulitan; red) luar biasa, itu sebabnya ilmu beliau barokah.

Kedua menghormati guru, sebagai murid kita dituntut untuk menghormati guru. Salah satunya adalah dengan selalu husnudzon kepada guru. Ketika guru melakukan kesalahan, tetap harus husnudzon. Karena kesalahan adalah manusiawi.

Ketiga, memuliakan orang tua, berbicaralah kepadanya dengan baik dan santun. Bantu mereka ketika kita di rumah. Ke empat, tidak lupa mendoakan tiga hal diatas. Karena setelah kita ikhtiar, kita juga harus berdoa.

Ada empat hal lagi yang bisa menjadikan budak seperti sayid.

Pertama, ilmu. Karena orang yang mempunyai ilmu dan tidak jelas berbeda bobotnya. Kedua, amanah. Ketika kita diberi tanggungjawab kita melaksanakannya semaksimal mungkin. Salah satunya adalah tanggungjawab musyawarah.

Ketiga, jujur. Kejujuran adalah kunci dari derajat seseorang. Seperti dalam sebuah hadits;

 إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى البِرِّ، وَإِنَّ البِرَّ يَهْدِي إِلَى الجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا. وَإِنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ، وَإِنَّ الفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا 

“Sesungguhnya kejujuran akan menujukan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menghantarkan menuju syurga. Seseorang yang jujur akan dicatat oleh Allah sebagai orang yang jujur. sesungguhnya kebohongan menujukan kepada kelaliman, dam kelaliman itu akan membawa ke neraka. Seseorang yang terus menerus berbuat bohong akan dicatat oleh Allah sebagai seorang pembohong.” (HR. Bukhari – Muslim)

ke empat, adalah Akhlaqul Karimah. karena percuma ketika kita memiliki banyak ilmu namun kita tidak mempunyai etika. empat hal ini harus saling melengkapi jika ingin derajat yang luhur, entah itu di sisi Allah atau manusia.

Jangan lupa pula untuk menjalankan sholat berjamaah. Karena sholat jamaah sebagian dari asbabul futuh seseorang.

*disampaikan dalam acara Pembukaan Aktivitas Lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri.

Majelis Dzikir wa Maulidurrosul & Haul Masyayikh Lirboyo

LirboyoNet, Kediri – Kamis malam Jumat (27/06) ribuan santri putra dan putri menghadiri acara Majelis Dzikir wa Maulidurrosul & Haul Masyayikh Lirboyo di Aula al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri.

Acara yang dimulai setelah maghrib itu diawali dengan membaca manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani bersama hingga pukul sepuluh malam.

Silah (hubungan) kita dengan wali-wali Allah adalah dengan cara Manaqiban”, tutur KH. Melvin Zainul Asyiqin Imam dalam sambutan beliau. Dalam artian, semua hal yang ada di dunia ini selalu membutuhkan sebuah koneksi dengan orang-orang alim, terlebih dengan para Wali dan Nabi Allah Swt, Silah kita kepada nabi tidak lain adalah dengan membaca sholawat sebanyak-banyaknya.

Baca juga; Dawuh KH. M. Anwar Manshur : Perintah Rasulullah untuk para pelajar.

Beliau juga berpesan kepada para santri agar menguatkan kembali tekad belajar di pesantren, terutama untuk santri-santri yang baru masuk ke pesantren.

Manaqiban menjadi acara rutinan setiap tahunnya, yang diadakan oleh yayasan al-Mahrusiyah Lirboyo.

Acara itu ditutup dengan mauidzoh hasanah dan doa yang disampaikan oleh Al-Habib Syekh bin Mustofa Ba’abud hingga pukul sebelas malam.[]

Pelepasan Guru Bantu

LirboyoNet, Kediri- 24 Juni 2019 M., Pelepasan Guru Bantu yang bertugas di Pondok dan Madrasah dari berbagai daerah dilaksanakan pukul dua siang di gedung Lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo.

Menjadi Guru Bantu merupakan kurikulum Ma’had Aly di semester tujuh dan delapan, sehingga seperti yang dikatakan oleh Agus H. Abdul Qodir Ridlwan selaku Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo “Orientasi Guru Bantu di pondok yang akan ditempati adalah dalam hal pendidikan dan mengajar,”

Sebanyak 190 guru bantu yang siap dikirimkan ke 98 lembaga pendidikan yang mengajukan permohonan kepada Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam acara tersebut KH. M. Anwar Manshur berpesan “Jangan sampai mengecewakan pondok, caranya adalah dengan akhlakul karimah.” Juga “Ikhlas, karena ini adalah perintah Allah SWT dalam menyampaikan ilmu serta mengamalkannya.”

Pihak pemohon dan delegasi masing-masing dipertemukan di akhir acara setelahmauidzoh hasanah dan doa yang disampaikan oleh KH. M. Anwar Manshur tersebut.[]