Saat Langit Menjawab Doa Nabi: Kisah Agung Perpindahan Kiblat di Bulan Sya’ban

Pada suatu masa yang tenang di Madinah, ketika umat Islam masih menghadap ke Baitul Maqdis dalam setiap sujudnya, Rasulullah ﷺ menyimpan harapan yang tidak pernah padam. Ada rindu yang diam-diam beliau gantungkan ke langit—rindu agar kiblat kembali berpindah menghadap Ka‘bah, kiblat Nabi Ibrahim, pusat tauhid dan jejak para leluhur. Baca juga: Inilah Syarat-Syarat Agar Sebuah…

Lanjutkan

Inilah Syarat-Syarat Agar Sebuah Peristiwa Dinamai Mukjizat

Mukjizat merupakan bagian dari khawariq li al-adat yang ada pada diri Nabi atau Rasul. Banyak ulama yang mendefinisikan bahwa mukjizat  adalah: أَمْرٌ خَارِقٌ لِلْعَادَةِ مَقْرُونٌ بِالتَّحَدِّي مَعَ عَدَمِ الْمُعَارَضَةِ “Kejadian yang melampaui batas-batas kebiasaan (keumuman), didahului dengan pengakuan sebagai seorang nabi, dan tanpa ada tandingan.” (Muhammad bin Ahmad ad-Dasuqi, Hasyiyah ad-Dasuqi ala Syarh Umm al-Barahin,…

Lanjutkan

Kisah Perempuan yang Membaca Surat Al-Ikhlas di Bulan Rajab

Rajab adalah bulan yang mulia. Namanya berasal dari kata tarjīb, yang bermakna pengagungan dan pemuliaan. Sejak penamaannya saja, Rajab telah menandai dirinya sebagai waktu istimewa—bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum spiritual yang sarat makna. Baca juga: Pandangan Imam al-Ghazali tentang Kemuliaan Mengajar dan Politik Memperbaiki Jiwa Manusia Sebutan bulan Rajab Rajab juga mempunyai sebutan al-Aṣabb,…

Lanjutkan
Jurumiyyah Dan Keikhlasan Penulis

Dominasi Matan Al-Ajurumiyyah dalam Kurikulum Pesantren & Cerita Ikhlas Penulisnya

Ilmu yang disampaikan secara verbal dan yang dikodifikasi dalam bentuk karya tulis memiliki bobot dan jalur manfaat yang berbeda. Namun, ada kalanya sebuah karya tulis, meski ringkas, mampu mencapai kemanfaatan universal yang melampaui karya-karya tebal lainnya. Inilah yang terjadi pada Matan Al-Ajurumiyyah, sebuah muqaddimah (pengantar) nahwu (gramatika bahasa Arab) yang ditulis oleh Abu ‘Abdillah Muhammad…

Lanjutkan
Refleksi-dari-Wafatnya-Sayyidah-Fatimah

Kubur Tidak Bertanya Nasab: Refleksi dari Wafatnya Sayyidah Fatimah

Dikisahkan dalam salah satu kitab mauidzah klasik, Durratun Nāshiḥīn fī al-Wa‘ẓi wa al-Irsyād karya Syekh ‘Utsmān bin Ḥasan al-Khaubāwī, sebuah peristiwa yang mengguncang hati terjadi saat wafatnya Sayyidah Fatimah az-Zahrā’, putri tercinta Rasulullah saw. Baca juga: Kisah Tsa’labah bin Hatib: Ketika Kaya Justru Menjauhkan dari Agama Ketika liang lahat Sayyidah Fatimah berbicara Malam itu, jenazah…

Lanjutkan

Kisah Tsa’labah bin Hatib: Ketika Kaya Justru Menjauhkan dari Agama

“Kalau nanti aku kaya, aku pasti banyak bersedekah.”Kalimat begitu biasanya pernah terlintas di benak kita. Tujuannya memang baik. Namun, benarkah semua orang akan menepati janji itu? Baca juga: Pandangan Imam al-Ghazali tentang Kemuliaan Mengajar dan Politik Memperbaiki Jiwa Manusia Kisah Tsa’labah bin Hatib Ada seorang sahabat Rasulullah bernama Tsa’labah bin Hatib. Ia dikenal selalu melaksanakan…

Lanjutkan

Pandangan Imam al-Ghazali tentang Kemuliaan Mengajar dan Politik Memperbaiki Jiwa Manusia

Dalam kitab monumentalnya, Ihya’ Ulum ad-Din, Imam al-Ghazali punya pandangan yang sangat menarik tentang pekerjaan paling mulia di dunia. Menurut beliau, tak ada profesi yang lebih tinggi derajatnya daripada mengajarkan ilmu. Tapi sebelum sampai ke sana, Imam al-Ghazali lebih dulu bicara soal apa yang ia sebut sebagai politik dalam memperbaiki manusia—bukan politik dalam arti rebutan…

Lanjutkan

Makna Kesejahteraan Menurut Ibnu Khaldun: Harmoni Sosial dan Spiritualitas

Menurut Ibnu Khaldun, kesejahteraan bukan sekadar tentang kemakmuran materi, tetapi tentang harmoni sosial dan spiritualitas. Ia menyebut konsep ini sebagai ‘umran—yakni peradaban yang tumbuh dari kerja sama (ta‘āwun) dan keadilan (‘adl). Keduanya menjadi fondasi bagi keberlangsungan hidup manusia. Baca juga: Makna dan Peristiwa Penting di Bulan Jumadil Awal Pandangan Ibnu Khaldun Ibnu Khaldun menulis: وإذا…

Lanjutkan

Anak yang Menyendiri Bersama Al-Qur’an: Awal Kisah Keagungan Imam Nawawi

Bayangkan seorang anak kecil berusia sepuluh tahun, berlari menjauh sambil menahan tangis karena diejek teman-temannya. Namun alih-alih membalas, ia berhenti di tempat sunyi, membuka mushaf lusuh, lalu membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan suara lirih tapi penuh ketenangan. Dari bibir mungil itu, mengalir bacaan yang kelak menggetarkan dunia Islam. Anak kecil itu bernama Yahya bin Syaraf an-Nawawi—yang…

Lanjutkan

Hari Santri Nasional: Mari Renungkan Perjuangan Pesantren Lirboyo di Masa Penjajahan

Sejak tahun 2015, setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015, yang ditandatangani langsung oleh Presiden ke-7, Ir. H. Joko Widodo, di Masjid Istiqlal Jakarta. Peringatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap para santri dan pesantren yang telah berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan…

Lanjutkan