Lafal Niat Shalat Tarawih dan Doa Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

seseorang sedang takbiratul ihram

Pendahuluan

Shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang ada pada bulan Ramadhan. Meskipun begitu, shalat Tarawih bukan sekadar ritual malam hari, tetapi sarana penghidupan hati, penguat keimanan, dan wujud cinta seorang hamba kepada Rabb-nya. Di antara kesempurnaan ibadah ini terletak pada niat yang lurus serta doa yang dipanjatkan dengan penuh kesadaran dan pengharapan.

Para ulama menegaskan bahwa amal ibadah tidak akan bernilai tanpa niat, dan doa adalah ruh yang menghidupkan shalat itu sendiri.

Makna Niat dalam Shalat Tarawih

Niat secara bahasa berarti al-qashd (kehendak dan tujuan). Secara istilah, niat adalah kehendak hati untuk melakukan ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Rasulullah ﷺ bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ، وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya :“Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”[¹ Muslim bin al-Ḥajjāj, al-Jāmi‘ al-Ṣaḥīḥ (Ṣaḥīḥ Muslim). juz. 6 hlm. 49]

Baca juga: KH. Athoillah S. A.: Memanfaatkan Waktu Liburan

Hadist ini menjelaskan bahwa Niat Shalat Tarawih itu ada bukan karena paksaan, tapi karena keinginan kita untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta, tanpa Niat yang tulus, ibadah kita bisa sia-sia.

Lafal Niat Shalat Tarawih

Para ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati, bukan lisan. Namun melafalkan niat hukumnya sunnah menurut sebagian ulama, untuk membantu menghadirkan kesadaran hati.

Lafal Niat Shalat Tarawih Sendiri

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatat-tarāwīḥi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya :“Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Baca juga: Lirboyo Berangkatkan 3.450 Delegasi Safari Ramadan

Lafal Niat Shalat Tarawih Berjamaah (Makmum)

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatat-tarāwīḥi rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya :“Saya niat salat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta‘ala.”

Doa dalam Shalat Tarawih

Para Ulama menganjurkan memperbanyak doa di sela-sela shalat dan setelahnya, karena Ramadhan adalah bulan ijabahnya doa serta Bulan penuh ampunan.

Salah satu doa yang sering dibaca dan sarat makna adalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَتَقَبَّلْ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عُتَقَائِكَ مِنَ النَّارِ

Allāhumma ighfir lanā dzunūbanā, wa taqabbal ṣiyāmanā wa qiyāmanā, waj‘alnā min ‘utaqā’ika minan-nār.

Artinya :“Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, terimalah puasa dan shalat malam kami, dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang Engkau bebaskan dari api neraka.”

Baca juga:  Kubur Tidak Bertanya Nasab: Refleksi dari Wafatnya Sayyidah Fatimah

Penutup

Niat yang ikhlas dan doa yang tulus adalah dua pilar penting dalam shalat tarawih. Keduanya menjadikan tarawih bukan sekadar rangkaian rakaat, melainkan perjalanan ruhani menuju ampunan dan ridha Allah SWT.

Semoga setiap langkah kita menuju shalat tarawih, setiap niat yang terpatri di hati, dan setiap doa yang terucap, dicatat sebagai sebab diangkatnya derajat dan diampuninya dosa-dosa kita.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses