Membaca Sholawat Sebelum berdoa

Membaca salawat di dalam doa Membaca salawat di dalam doa

Salah satu adab dalam berdoa adalah dengan menyertakan sholawat kepada Nabi Muhammad saw. di dalamnya. Hal ini menjadi penting. Sebab, boleh jadi dengan kita memperhatikan detail-detail kecil adab berdoa, maka Allah akan mengabulkannya. Berikut adalah sedikit tulisan perihal membaca sholawat sebelum berdoa.

Hadis Nabi terkait Hal Ini

Dalam kitab Al-Adzkar an-Nawawiyah, ada satu keterangan mengenai betapa tergesanya seseorang saat berdoa tanpa memuji Allah dan bersholawat kepada rasul-Nya. Hal itu berasal dari hadis riwayat Fadhalah bin ‘Ubaid ra. Yang berkata:

سمع رسول الله صلى الله عليه واله وسلم رجلًا يدعو في صلاته لم يمجد الله تعالى، ولم يصلِّ على النبي صلى الله عليه وآله وسلم، فقال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم: عَجلَ هَذَا، ثم دعاه فقال له أو لغيره: إذا صَلى أحَدُكُم فَلْيَبْدأ بِتَحْمِيدِ ربهِ سُبْحانَهُ وَالثنَاءِ عَلَيه، ثم يُصَلّي على النبي, ثم يَدعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ

Rasulullah saw. mendengar seseorang berdoa dalam salatnya, tapi ia tidak memuji Allah. Dan tidak pula bersholawat kepada Nabi saw.

Maka Rasulullah saw. bersabda: ‘Orang ini tergesa-gesa

Kemudian beliau memanggil dan berkata kepadanya, atau kepada orang lain:

Apabila salah seorang dari kalian berdoa, hendaknya ia memulai dengan memuji Tuhannya, Mahasuci Dia, dan menyanjung-Nya. Kemudian hendaknya ia bersholawat kepada Nabi saw. setelah itu, barulah ia berdoa dengan apa yang ia kehendaki.’”

Baca juga: Sholawat Munjiyat Teks Arab, Latin, dan Terjemahnya Lengkap

Berdoa Jangan Tergesa-gesa

Selanjutnya, ada pula keterangan tambahan dalam kitab Futuhat ar-Rabbaniyah terkait hadis di atas. Di antaranya adalah penjelasan Imam Qasthalani dari Imam Al-Baidhawi soal sabda Nabi saw. “Orang ini tergesa-gesa”.

قال القسطلاني في قوله عجل هذا, الإشارة إلى أن من شرط السائل أن يتقرب إلى المسؤول منه قبل طلب الحاجة بما يوجب لديه الزلفى. ويتوسل بشفيع له بين يديه ليكون أطمع في الإسعاف. فمن عرض السؤال قبل الوسيلة فقد استعجل قاله القاضي البيضاوي

Imam Al-Qasthalani berkata mengenai sabda Nabi saw.: ‘Orang ini tergesa-gesa’. Isyarat tersebut menunjukkan bahwa di antara adab orang yang memohon adalah terlebih dahulu mendekatkan diri kepada pihak yang dimintai sesuatu, sebelum menyampaikan permintaannya, dengan melakukan sesuatu yang dapat mendatangkan kedekatan dan keridhaan di sisinya. Ia juga hendaknya menggunakan perantara yang dapat memberikan syafaat baginya di hadapan pihak tersebut, agar permohonannya lebih besar kemungkinan untuk dikabulkan. Adapun orang yang menyampaikan permintaannya sebelum melakukan perantara tersebut, maka ia tergesa-gesa. Demikian yang al-Qadhi al-Baidhawi katakan.”

Baca juga: Ksatria Shalawat: Festival Shalawat Lirboyo

Kenapa membaca Sholawat Dulu?

Hal berikutnya yang menarik untuk kita bahas adalah alasan kenapa harus menyertakan sholawat di tiap doa. Tentu hal ini tidak akan lepas dari keistimewaan membaca sholawat kepada Nabi. Masih dalam kitab Futuhat ar-Robbaniyah, ada keterangan yang mengatakan bahwa saat berdoa kepada Allah itu kita ibarat bertamu. Lebih tepatnya bertamu kepada seorang raja. Oleh karenanya, sepantasnya saat kunjungan tersebut kita tidak lupa membawa hadiah untuk orang paling istimewa di sisi raja. Dalam konteks berdoa, Nabi Muhammad saw. adalah sosok paling istimewa di sisi Allah Swt. Oleh karenanya, sholawat yang kita panjatkan ini menjadi hadiah untuk beliau.

وقال غيره إنما تقدم الصلاة عليه لأن من أتى باب الملك لا بد له من التحفة بخاصة وأخص خواصه هو النبي – ﷺ – وتحفته الصلاة عليه ولأن تقديمها على الدعاء أقرب إلى الإجابة لأن الصلاة عليه – ﷺ – مستجابة وما مع الدعاء المستجاب يرجى أن يستجاب لأن الكريم بعد إجابته بعض المسؤولات لا يرد باقيها اهـ[1]

Ulama lain berkata: ‘Shalawat kepada Nabi saw. didahulukan karena seseorang yang datang ke pintu seorang raja, tentu harus membawa hadiah untuk orang yang paling dekat dan paling istimewa di sisi raja tersebut. Dan orang yang paling istimewa di antara orang-orang yang dekat dengan Allah adalah Nabi saw., sedangkan hadiah untuk beliau adalah bershalawat kepadanya.’

Baca juga: Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H. di Ponpes. Lirboyo

Selain itu, mendahulukan shalawat atas doa lebih memungkinkan terkabulnya doa. Sebab, shalawat kepada Nabi saw. merupakan amalan yang pasti diterima. Maka, ketika shalawat yang menyertai doa itu telah diterima, diharapkan doa tersebut juga diterima. Hal ini karena Dzat Yang Mahamulia, setelah mengabulkan sebagian permohonan, tidaklah menolak bagian permohonan yang lainnya.”


[1] الفتوحات الربانية على الأذكار النواوية – ابن علان ٣ ‏/ ٣٣٣

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses