Tag Archives: angkring

Metode Salat Khusyuk Hatim al-Asham

Dikisahkan, Hatim al-Asham ditanya mengenai salatnya. Ia pun berkata,

“Ketika sudah masuk waktu salat, aku menyempurnakan wudu, kemudian mendatangi tempat yang aku inginkan salat di situ sehingga seluruh tubuhku berkumpul (dalam semangat). Setelah itu aku mendirikan salatku. Kujadikan Ka’bah di depanku, Shirat di bawah kakiku, surga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, dan malaikat maut di belakangku. Aku merasa seorang itulah salatku yang terakhir. Aku berdiri di antara harapan dan ketakutan. Aku bertakbir dengan tenang, membaca surah dengan tartil, sujud dengan tenang, duduk tawarruk di atas kaki kiri, duduk iftirasy dengan mengeluarkan kaki kiri dan menegakkan kaki kanan yang ditopang jempol, dan disertai keikhlasan. Setelah itu, aku tidak tahu apakah salatku diterima atau tidak.”

Aku berkata, “Lantas bagaimana seseorang yang salat sambil menoleh kanan dan kiri, lupa, bermain-main, dan disertai rasa bosan dari awal sampai akhir?”

Ia berkata, “Hendaknya engkau memohon kepada Allah SWT agar dikaruniai kekhusyukan dan ketawaduan untuk taat kepada-Nya. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, baik yang kecil maupun yang besar.”


Disarikan dari kitab An-Nail al-Hatsits fi Hikayah al-Hadits, hal. 45-46, karya Abu Hafsh Umar bin Husein as-Samarqandi.

Baca juga:
RAHASIA AYAT KEEMPAT SURAT AL-FATIHAH

Follow juga:
ig @pondoklirboyo

Kisah Imam Ibnu Hajar dan Seorang Yahudi Penjual Minyak

Suatu hari al-Hafidz Imam Ibnu Hajar, seorang ulama ahli hadis yang juga merangkap sebagai Qadhi agung, berjalan melewati sebuah pasar bersama rombongannya.

Di tengah pasar, seorang Yahudi penjual minyak nekad menghadang rombongan tersebut. Dengan pakaian yang kotor penuh minyak, orang Yahudi tersebut bertanya kepada Imam Ibnu Hajar.

“Wahai Syaikhul Islam (julukan Ibnu Hajar), engkau telah menyatakan jika Nabi kalian telah berkata, ‘Dunia ini penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.’ Lantas di mana neraka yang kau rasakan dan mana surga yang aku rasakan sekarang?” tanya orang Yahudi tersebut.

Dengan santai, Imam Ibnu Hajar menjawab, “Keadaanku sekarang jika dibandingkan janji Allah di akhirat adalah sebuah penjara. Keadaanmu sekarang jika dibandingkan ancaman Allah dengan siksaan pedih di akhirat adalah sebuah surga.”

Mendengar jawaban tersebut, seketika itu orang Yahudi penjual minyak itu masuk Islam.


Disarikan dari kitab Faidh al-Qadir Syarh al-Jami’ ash-Shaghir (III/546) karya Syekh Muhammad Abdur Rauf al-Munawi.

Baca juga:
KISAH IMAM SYAFI’I MENINGGALKAN QUNUT SUBUH KARENA MENGHORMATI IMAM ABU HANIFAH

Subscribe juga:
Pondok Pesantren Lirboyo

Beserta keluarga channel kami untuk mendapatkan video-video terbau darinya

Santri Mengaji
LIM Production

Cangkruk bareng Cak Hids

LirboyoNet, Kediri – Jumat (27/09), bersama Tim Website lirboyo(dot)net dan Staf Ahli lainnya, Crew Mading Hidayah melaksanakan cangkruk bersama teman-teman santri yang dilaksanakan di gedung Rusunawa lantai I Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri.

Acara yang dihadiri lebih dari seratus santri ini diisi dengan teori-teori dasar seputar membuat esai, cerpen, opini, dan artikel.

Pemateri yang ikut menyemarakkan cangkruk itu antara lain; saudara Ackyl Mustavid, Hisyam Syafiq, Arif Rahman Hakim, Tubagus Godhonfar, serta Niqo Maimun Mahera.

“Menulis itu ga perlu bagus, untuk permulaan. Karena kalau mikirin bagus, tentu tidak akan bisa membuat karya,” Kata Ackyl saat menjelaskan seputat cerpen.

“Andrea Hirata karya yang terkenal adalah Laskar Pelangi, itu yang terkenal. Yang buruk sebelum itu apakah ada? Jelas banyak. Dan tidak dipublikasikan.” Pungkasnya.

Tujuan dilaksanakannya cangkruk ini tidak lain untuk menumbuhkembangkan, serta memancing semangat teman-teman santri untuk menulis. kegelisahan teman-teman mading seputar pentingnya diadakan cangkruk melihat banyaknya teman-teman santri yang antusias akan adanya Mading Hidayah dari tahun ke tahun, membuat Crew perlu bertemu dan paling tidak, memberikan mereka sesuatu yang bermanfaat selain doorprize buku.

Acara tersebut berakhir setelah adzan waktu Isya berkumandang, harapan dari acara cangkruk ini tidak lain adalah munculnya embrio menulis bagi teman-teman yang mengikuti cangkruk bersama mading hidayah.