Abdul Hamid Sa’ad; Pemimpin yang Menanggung Kebutuhan Rakyat

Dulu, musim kemarau panjang pernah melanda beberapa wilayah di negara Mesir. Pada saat itu, Abdul Hamid bin Sa’ad menjadi kepala pemerintahannya. Abdul Hamid pun berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku telah memberitahukan kepada setan bahwa akulah musuhnya.” Kemudian, seluruh kebutuhan rakyat ditanggung olehnya. Ia berhutang kepada para saudagar yang kaya raya. Total hutang yang menjadi tanggungan…

Lanjutkan

Gus Dur dan Peran Dramatis Kyai Idris

Saat Muktamar NU 29 di Cipasung Tasikmalaya, orde baru masih sangat perkasa dan karena ketidaksukaan penguasa kepada Ketua Umum PBNU saat itu yaitu Gus Dur, dalam muktamar ini penguasa ingin figur lain untuk menjadi ketua, banyak kyai yang dianggap bisa menyaingi Gus Dur ditawari bahkan dipaksa untuk mau mencalonkan diri tapi menolak. Akhirnya bersedialah seseorang…

Lanjutkan

Tiga Rahasia dalam Lirboyo Bersholawat

Malam itu, puluhan ribu orang orang berbaju putih duduk memadati tanah lapang nan luas. Di bawah sinar lampu dan temani terpaan sinar rembulan, mereka melantunkan bait-bait pujian kepada Sang Pujaan demi mendapatkan syafaat di hari pertolongan. Sekelumit kalimat itu telah sedikit menggambarkan bagaimana suasana yang ada di setiap momentum Lirboyo Bersholawat. Lirboyo Bersholawat merupakan agenda…

Lanjutkan

Nasihat Ulama Agar Hasil Pekerjaan Kita Berkah

Layaknya manusia yang normal, kita pasti menginginkan hidup yang berkecukupan, rizki yang baik dan semacamnya. di samping itu, karena mencari penghidupan juga merupakan keharusan bagi seseorang yang menjadi tulang punggung kelauarga, maka sudah selayaknya hal itu dilakukan dengan penuh nilai-nilai keluhuran agar kita sebagai manusia tidak terjebak menjadi robot yang hanya terus bekerja dan bekerja…

Lanjutkan

Pembunuhan di Masjid pada Masa Sahabat

Fajar mulai menunjukkan sinar emasnya di ufuk timur.  Umar bin Khattab ra. berjalan menuju masjid. Di dalam masjid, tampak para jamaah sudah ramai. Sang Khalifah menunaikan salat sunah Fajar. Sesaat kemudian muadzin melantunkan iqamat. Sang Khalifah berjalan menuju mimbar dan memberikan instruksi kepada jamaah untuk meluruskan dan merapatkan barisan. Para jamaah sudah bersiap-siap menunggu takbir…

Lanjutkan
bulan di hari tasyriq

Aisyah dan Rembulan yang Jatuh di Rumahnya

Rumah Sayyidah Aisyah menjadi rumah terakhir yang ditinggali Rasulullah, sebelum beliau wafat. Dan Aisyah pun menjadi satu-satunya tumpahan isi hati Rasulullah menjelang kepergiannya. Di hari-hari akhir itu, Rasulullah berbisik kepada Aisyah. “Tidak ada seorang nabi pun yang dicabut nyawanya, kecuali setelah ia diperlihatkan tempatnya di surga kelak.” Beberapa waktu kemudian, kala detik terakhir hampir tiba,…

Lanjutkan

Perempuan yang Dimuliakan di Bulan Rajab

Kemuliaan bulan Rajab bukan hanya milik manusia-manusia di Makkah. Atau orang-orang yang shalat di depan Ka’bah. Bulan Rajab itu, di sudut Baitul Makdis, seorang perempuan dengan tekun menghadap tuhannya. Bukan hanya bulan Rajab sebenarnya. Ia juga rajib beribadah di bulan-bulan sebelumnya. Namun khusus bulan itu, ia membaca surat al Ikhlas sebelas kali setiap harinya. Demi…

Lanjutkan

Hari-Hari Pertama Rasulullah Saw di Madinah

Saat hijrah dari Mekah, tatkala beliau sampai di Madinah, gegap gempita mewarnai suasana Madinah kala itu, penduduknya berhamburan ke jalan-jalan, menyambut manusia yang paling mereka cintai. Mereka membuka lebar-lebar pintu rumahnya, berharap sang manusia mulia itu tinggal di rumahnya. “Menempatlah di rumah kami, duhai Rasulullah” Begitu pinta para penduduk Madinah. “Biarkan unta ini yang memilih,…

Lanjutkan

Rahasia Para Istri Ulama

Pada suatu hari, istri Imam Ibnu Hajar berkeinginan untuk mandi di pemandian. Namun Imam Ibnu Hajar tidak mampu membelikan tiket masuk. “Bersabarlah wahai istriku, sampai aku dapat mengumpulkan uang untuk membayar tiket masuknya.” kata Ibnu Hajar menghibur. Setiap kali mendapat rezeki, Ibnu Hajar menabung untuk membeli tiket masuk pemandian yang dimaksud. Setelah uang terkumpul sebanyak…

Lanjutkan