Dzikir Setelah Subuh

Dzikir setelah subuh Dzikir setelah subuh

Setelah subuh merupakan salah satu waktu di mana sebuah doa tidak mungkin tidak terkabulkan. Bahkan dalam kitab Al-Adzkaar an-Nawawiyah ada ungkapanbahwa setelah subuh merupakan:

أشرف أوقات الذِّكْر في النهار

Waktu yang paling utama untuk berzikir pada siang hari

Oleh karenanya, alangkah meruginya seseorang ketika ia melewatkan begitu saja waktu setelah subuh hanya untuk hal tidak berfaedah. Berikut ini merupakan tulisan singkat seputar dzikir setelah subuh.

Baca juga: Mengenal Tiga Macam Darah: Haid, Nifas, dan Istihadah

Hadits Nabi

Selanjutnya, Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkaar an-Nawawiyah menampilkan sebuah hadits dalam kitab Imam Turmudzi yang berbunyi demikian:

عن أبي ذر رضي الله عنه، أن رسول الله – ﷺ – قال: “مَن قال في دُبُرِ صلاةِ الصُّبْحِ وهْوَ ثاني رِجْلَيهِ قبلَ أن يَتكَلَّمَ: لا إلهَ إلا اللهُ وحْدَهُ لا شَرِيكَ لهُ، لهُ المُلْكُ ولهُ الحَمْدُ يُحْيِي ويُمِيتُ وهُوَ على كل شَيءٍ قَديرٌ عَشْرَ مَرات كُتِبَ لهُ عَشْرُ حَسناتٍ، ومُحِيَ عَنْهُ عَشْرُ سيئَات، ورُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَات، وكانَ يَومَهُ ذلكَ في حِرْز من كل مَكْرُوه وحُرِسَ مِنَ الشَّيطَانِ ولمْ يَنْبَغِ لِذَنْبٍ أنْ يُدْرِكَهُ في ذلكَ اليَومِ إلا الشركَ باللَّهِ تعالى» قال الترمذي: هذا حديث حسن، وفي بعض النسخ: صحيح.

“Kami meriwayatkan dalam kitab Sunan at-Tirmidzi dan kitab-kitab lainnya, dari Abu Dzarr ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda:

‘Barang siapa setelah salat Subuh, dalam keadaan kedua kakinya masih pada tempatnya dan sebelum berbicara, mengucapkan:

لا إلهَ إلا اللهُ وحْدَهُ لا شَرِيكَ لهُ، لهُ المُلْكُ ولهُ الحَمْدُ يُحْيِي ويُمِيتُ وهُوَ على كل شَيءٍ قَديرٌ

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu yuḥyī wa yumītu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr

sebanyak sepuluh kali, maka akan dicatat baginya sepuluh kebaikan, dihapus darinya sepuluh keburukan, diangkat baginya sepuluh derajat, dan pada hari itu ia berada dalam perlindungan dari segala sesuatu yang tidak disukai. Ia juga dijaga dari setan. Pada hari itu, tidak ada dosa yang semestinya dapat menimpanya, kecuali dosa syirik kepada Allah Ta‘ala.’”

Imam at-Tirmidzi berkata: “Hadis ini hasan.” Dalam sebagian naskah mengatakan: “sahih.”

Baca juga: Perhatikan Hal ini Saat Datang dan Berhentinya Haid

Mengawali Hari dengan Hal Positif

Berdasarkan hadits di atas, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah fondasi penting dalam menjalani rutinitas harian, yakni memulai pagi dengan energi positif melalui dzikir. Waktu setelah subuh adalah gerbang utama sebelum kita melangkah pada berbagai kesibukan duniawi. Hanya dengan meluangkan waktu sejenak—menahan posisi duduk dan lisan dari urusan dunia—seorang hamba langsung mendapat suntikan spiritual yang luar biasa. Tercatatnya sepuluh kebaikan, terhapusnya sepuluh keburukan, hingga naiknya derajat di sisi Allah merupakan modal optimisme yang sangat berharga. Secara batiniah, mengantongi jaminan pahala serta ampunan di awal hari akan membuat hati kita lebih tenang dan ringan dalam menyongsong aktivitas selanjutnya.

Dengan mengawali hari melalui rutinitas positif yang mengesakan Allah, kita tidak hanya menjaga diri dari marabahaya, tetapi juga mengundang turunnya keberkahan yang akan mengiringi setiap langkah kita hingga penghujung hari.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses